kembali, asing

pada entah kita pergi, duhai orang asing.pada kepala kita berkumandang dendang yang sama, tetapi kita asing. aku berusaha meraih tanganmu, kau sibuk mengenyahkannya, sambil berkata: ‘seandainya aku bukan aku, akan kukejar engkau.’

mana mungkin aku memintamu untuk menjadi seseorang selainmu? bukankah ketika hati memutuskan untuk memilihmu, karena dia kamu, bukan orang lain? apakah hati memutuskan ketika ia membawamu masuk, menjamumu, berusaha menyekapmu?

duhai orang asing, pada entah kita pergi. aku berdiri, menyaksikanmu berlayar, sementara tanganku yang lain telah diseret kekuatan lain, menjauh darimu.

‘seandainya kau seseorang yang lain, akan kusimpan engkau.’

depok | 15 maret 2010 | 20:39

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s