masokis

seperti seorang masokis merindukan luka,
kujilati sisa-sisa katamu,
pedih.

sesak dan perihnya dinantikan.
setiap torehannya adalah mangsa kami yang lapar. lapar dan dahaga. yang matanya memandangmu dengan tatapan yang tak bisa kautentukan maksudnya apakah ia akan menerkam atau malah memelukmu.

sisa katamu hanya berupa embus napas dalam sepi.
dalam empat sisi jeruji yang memenjaramu dalam bahasa.
dalam rasa yang tak bisa kau terjemahkan dalam huruf.

sisa katamu berupa bisu, seperti pedang dua sisi yang sentuhnya adalah luka. yang kujilati penuh nafsu penuh damba.

adalah kita, sepasang sepi. sepasang sunyi. sepasang sendiri. yang tinggal di medium yang berbeda. seperti hantu. dalam dunia paralel yang berbeda.

maka seperti masokis yang merindu perih,
kujilati sisa katamu, kulahap meski aku hangus.

kita akan tetap jadi orang asing, ujarmu.
dan aku dengan pasrah mengiyakan.

kita adalah sepasang sepi, sepasang sunyi, sepasang sendiri, sepasang orang asing. dan aku, adalah masokis platonis yang rakus menjilati lukaku sendiri.

(masokis, depok, 15 maret 2010, 21:33)

Advertisements

One thought on “masokis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s