Sepatu Kaca

Aku Cinderella yang pergi ke pestamu tanpa bantuan ibu peri.
Kubeli sepatu kaca imitasi di toko loakan dengan harga murah.
Kita lalu berdansa, tapi kau menatap saudara tiriku.
Aku yang Cinderella!
Jam duabelas malam aku berlari pulang,
tak ada tumpangan lepas tengah malam.
Di tangga istanamu sebelah sepatu kaca imitasiku lepas,
aku tak sempat mengambilnya kembali.
Bis jemputanku tak lama akan berlalu.
Aku terpincang-pincang berlari.
Kau tak mengejar, tapi kau pungut sepatu kacaku.
Kau berbalik masuk, lalu berdansa dengan saudara tiriku.
Hei … aku yang Cinderella!
Walau datang ke pestamu tanpa bantuan ibu peri.
Esoknya, tak ada orang dari istana mencari pemilik sepatu kaca yang sebelah.
Lalu aku tetap jadi pembantu di rumahku sendiri,
di tengah tatapan bengis ibu tiri.
Sepatu kaca imitasi kubuang karena tak ada pasangannya.
4 Desember 2003, 20:13

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s