terungku

kata adalah sabit yang kaukalungkan di leherku,
memaksaku berdekam dalam rongga tempat kau menyimpan manisan beracun.
(rasanya aku telah dilemparkan ke ceruk ini berkali-kali, tapi
setiap mili benang ingatan alpa merekam bagian ini)

seandainya aku tahu bagaimana membalikkan keadaan;
biar kata-kataku kini yang mengalungi lehermu.
biar kutantang mata dan wajahmu yang selalu hitam kosong itu.
biar hatimu jadi takluk kusekap dalam penjara rasa.
biar akhirnya kata itu tak lagi arit yang melukai harapan.

(kalau kau bukan hantu, tolong perlihatkan wujudmu. jatuh cinta pada hantu benar-benar menyesakkan)

8:25 | 26 April 2010

Advertisements

2 thoughts on “terungku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s