sentuhmu api

1
Di sini hujan membadai.

Naga yang menetas di otakmu
mendendangkan ide brilian tentang sebuah dekap.

(aku di sini diam-diam saja membaca puisi).

padahal: mengendalikan kicau rindu yang gemuruh
terbang kesana kemari
dengan paruh tajam menyilet,
nyinyir minta perhatian penuh.

Ini nyerindu,
ingin menghangat
dalam pagutmu

2
Sentuhmu api.
Membakar kulitku.

3
Sebentar,
Kusapih dulu kenang itu.
Biar kita tenang bekerja.

Depok, 15 Maret 2009 | 14.04

Advertisements

8 thoughts on “sentuhmu api

  1. (aku di sini diam-diam saja membaca puisi)

    entah mengapa, saya suka sekaLi bagian itu. sederhana, tapi begitu terasa emosinya.
    hmm. ‘nyerindu’ itu apa ya? dari kata dasar ‘rindu’? saya pun terkadang membuat suatu kosakata sendiri, tanpa arti. πŸ˜€

    baikLah.
    biarLah kau sapih duLu rindu itu.
    dan aku bersantai di sini,
    menabur dedak kepada naga api?
    tidakkah ini membingungkan?
    mari bekerja.
    *komen macam apa ini? bingung sendiri* :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s