Penerbang, Serigala, dan Pendongeng Rindu

Kepada @dhanzo

1. penerbang

Siapa kau?

yang menyulam gemintang di langit hitam?

melukis konstelasi baru berbentuk hati.

 

dan kau gagah berani

menerbangkan

layangan nasib

dengan urat nadimu

yang tipis itu.

sementara hatimu

berkibar-kibar di ekornya.

 

diam-diam kau dipermainkan benang layanganmu,

yang angin meliukkannya,

dan kau kesusahan mengendalikannya.

 

2. serigala

wahai serigala, melolonglah malam ini.

biar kukembalikan purnama agar kembali bertugas,

agar kasmaran ini terpantul sinarnya.

 

wahai serigala, kusembunyikan rembulan di dasar sumur.

kutantang kau menciduknya, coba telan kalau bisa!

 

3. pendongeng rindu

mari kukecup jendelajendelamu.

Biar terang adanya,

dunia hanya selebar buku atlasmu.

 

duduklah, biar kutanggalkan topengmu dengan gigiku,

akan kuceritakan tentang rindu.

ia bercokol di perut gunung, hati-hati meletus.

 

apakah diammu pertanda resahmu?

aku menanti gejolakmu meledak.

jangan khawatir,

aku sudah sedia payung

 

kukumpulkan seribu rembulan sebagai upeti bagimu.

masihkah itu belum cukup?

ataukah kau mencari dewi yang kehilangan selendangnya?

 

bulan telah berkhianat.

ia menyembunyikan serigalaku dalam kelam pekat.

maka kutonjoki ia hingga memar.

 

4. Penggoda

aku sedang menggodamu jika kau tak tahu.

kutinggalkan selendangku untuk kaukembalikan.

dan sebelah sepatuku juga.

aku menunggumu di kamar.

 

Cilandak, 1 November 2010

Advertisements

2 thoughts on “Penerbang, Serigala, dan Pendongeng Rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s