Puisi

hujan

denting hujan rindu menjelma musik buta nada, badik yang menebas benang-benang harap yang tergantung di beranda.

sempat, hujan adalah simfoni yang menyampaikan sepeluk kangen dalam balon udara. kauletuskan satu-satu jadi gerimis yang menguyupi tubuhmu, hatimu, dalam buncah bahagia.

apa pun dariku tak lagi pesta di hatimu.

warna-warni menitis dalam aroma monokrom sejak kaucuri segala yang bisa kauambil dariku dan kuserahkan dengan sukarela. pagut, peluk, hangat, cinta, rindu, semua, segala yang dapat kauambil.

kau lupa,

aku masih meretas jejakmu yang menghadirkan genangan-genangan kilau di tanah. semua pagut, peluk, hangat, cinta, semua, segala yang telah kauambil yang kaujatuhkan satu-satu dan kautinggalkan tanpa menoleh lagi.

aku memungutinya lagi.

menelan habis semua yang telah kaubuang.

kecuali harapan, yang dengan erat dan keras kepala, tak kuserahkan padamu.

Advertisements

3 thoughts on “hujan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s