pekerjaan sia-sia

membekukan jantung, seperti pekerjaan yang tak ada habisnya.

setiap kali bunga es terbentuk

dan aku siap memuingkepingkannya di atas batu,

selalu ada seseorang yang lancang dengan menyentuhnya dan mencairkannya kembali.

lalu pergi.

dan aku seperti Sisifus,

mencoba membekukannya lagi.

Kemang, 11 Juli 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s