proyeksi bintang

ujung bintang itu bisa melukaimu, pikirku. lupa kalau bintang sebenarnya bulat, tak punya ujung-ujung runcing.

di langit-langit kamarku,
aku menatap gemintang terproyeksi,
konstelasi yang kaukirim dengan pesan:
“aku ingin kamu bahagia.”

titik-titik samar cahayanya mengantar temaram hangat bagi tidurku.
kecuali hari ini, karena gigil sudah telanjur menyelimutiku dalam kepompong salju yang mengeretakkan belulang.

ada sedu sedan tertahan,
tapi tak ada tangis yang tertumpah.

Semua baik-baik saja di bawah bintang-bintang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s