sampai jumpa lagi

“sampai jumpa lagi,”

adalah kalimat yang khianat.

 

karena bekas bibirmu di bibirku,

belum ada yang menghapusnya lagi.

 

berkas senyummu tercelup dalam segenang formalin,

sementara air mataku beku sebelum rintiknya sampai ke tanah,

berserakan jadi pecahan-pecahan kaca.

pancang tatapmu padaku perlahan terurai tatkala sebaris peri melambai dan mengatup-ngatupkan kelopak mata mereka yang indah, dan bibirbibir delima mendecap-decapkan mantra.

kau sukarela pergi.

 

“sampai jumpa lagi,”

kita berkata.

 

lalu langkah gontaimu menjauh,

memasuki kotak harapan yang menjadi sulit dibuka karena engselnya berkarat;

berada di dasar laut terlalu lama.

 

dan selama waktu menanti,

 

sampai jumpa

 

menjelma selamat tinggal.

 

 

kemang, 17 juli 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s