mangsa


suara mesin tik tua tengah malam dalam cahaya lilin

seharusnya berhenti menulis kisah tentang dua remaja dimabuk asmara.

kita tak lagi belia dan engkau tak lagi kepayang

 

tetapi jemariku tak jera mengetik semua kata yang pernah kauucap

menjadi jaring perak laba-laba yang kusebut rumah

sementara aku di tengah-tengahnya, bukan pribumi, melainkan mangsa.

 

:berpura-pura

 

(padahal dalam balutan benang-benang lengketmu

aku pun menanti ajal.

dalam pejam aku bersiap menerima cakarmu mengoyak jantungku dan mengambilnya.

 

:dan mengembalikannya tercacah-cacah.)

 

suara mesin tik tua tengah malam

sok tahu menyebut ini cinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s