labirin

pada halaman pertama kau adalah serigala

setiap purnama lolongmu pekik memenuhi udara

dalam telikung malam  yang memantulkan bintang-bintang

ke dasar telaga hening yang kusebut matamu.

 

halaman berikutnya adalah kekusutan yang harus kuurai sendiri

sebuah labirin yang ingin kutinggalkan, tetapi aku tak dapat meloncat pergi.

tembok-temboknya terlalu tinggi sehingga harus kumohon padamu untuk melepaskanku.

 

kau terlalu bijaksana untuk tidak mendengarnya.

 

maka di sela desah rindu

kau mencabut mantra itu dan membebaskanku.

kebebasan yang begitu pedih

karena mataku tiba-tiba ditusuk-tusuk rindu yang berlarian keluar dari bola mataku karena ia tak pernah pupus. karena hati tidak mempan diberi penjelasan apa pun.

 

sebagai seseorang yang pandir, aku lelah menghapusmu dari halaman-halaman bukuku.

merobeknya, terlalu keji bagiku.

 

kemang, 8 agustus 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s