Puisi

ruang

Atas Nama Ruang

genggam tanganmu yang remuk adalah alasan mengapa jemariku tak pernah erat menggamitnya kembali.

pada tatapmu yang gerhana telah kupinta secarik teduh yang tak kudapatkan ketika terangmu beringas membuat mataku buta. tetapi kau memberiku bingkisan jejak tak kasat mata di kulitku, dan rajah kenangan yang tidak pula musnah.

kau tak pernah bersahaja bagiku

menerokamu seperti menerobos rimba belukar

tanaman rambat yang bertumbuhan kembali setiap kali aku menebasnya

dan senang hati menggulungku dengan ranting-rantingnya yang lentur dan menggantungku di udara,

lalu melemparku.

atas nama ruang.

ruang yang terlalu luas yang tak terjangkau rengkuh tangan kita

kau menabari batas-batas itu

menjadi aku

dan

kamu.

di dinding ini, aku terpencil, terkucil darimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s