purnama

kau berbaur sempurna dengan malam,

menunggangi badai,

melolong pada bulan.

:sayup di telingaku, mengoyak aorta.

 

kau berbaur sempurna dengan malam,

kala yang dahulu adalah wilayah tak terjamah

yang kupijaki kini bersama tiadamu.

 

maka bulan yang khianat,

aku mengudetamu.

Turunlah!

Laungku memakimu agar tak kautampakkan bulat sempurnamu di langit.

 

Kemang, 14 Agustus 2011, 2.12 a.m

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s