dalam keterbatasan bahasa

dalam keterbatasan bahasaku,

aku mencoba menerjemahkan isyarat yang kausampaikan lewat desah napas satusatu yang berhasil kutangkap sebelum masuk ke dalam balon dan meletus.

jika diam pun bisa membelah diri menjadi seribu bahasa,

mengapa sesuatu yang memiliki maksud hanyalah menjadi kabut yang menghilang ketika matahari merosot dari langit, merampas gelap dan mengusirnya?

barangkali kau bisa menjelaskan padaku,

bahwa isyarat yang kukira kaulempar untuk kurecahkan memang benar hanya asap yang memudar,

bukan apaapa

barangkali dengan begitu, aku akan berhenti menyirami bunga harap, dalam bahasaku yang amat sangat terbatas.

kemang timur raya, 5 september 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s