memuja yang fana

engkau jurang yang kujatuhi berdebum berkali-kali.

aku memujamu yang fana. merasuki isi rusukku dengan tuba menghela-hela napas menghasutku telimpuh di ujung kuku kakimu.

kau aliran lahar panas dari hulu ke muara dalam genderang bara, menggosongkan batu-bebatu kali ditimpuk hujan menjadi lumpur. dahagaku kaupuaskan dengan tetes racun dari rongga tenggorokanmu menjadi deret aksara.

aku memujamu yang fana, menyurukkan moncong bertaring tajam yang senang mengoyak-ngoyak endapan pilu yang mengidam langsar.

aku menjura di hadapanmu yang fana. aku bahkan akan bahagia andaikata seluruh dirimu adalah neraka. memujamu dengan penuh beban, dengan setiap luka yang dapat tertera di setiap permukaan kulit dan di setiap ruang dalam organku.

“Aku bahkan akan bahagia andaikata seluruh dirimu adalah neraka” dicuri sedikit dari puisi Sitok Srengenge, Api, dalam musikalisasi puisi Semesta Cinta

Advertisements