Ruang Temu

ruang temu kita adalah sebuah lorong sempit dan panjang. pada mulanya kita berada di masing-masing ujung, masih mencoba memastikan apakah itu kita. aku menyeret-nyeret sekotak luka. kau pun menanggung sesuatu seperti makhluk aneh yang jari-jari kurusnya mencoba menutupi matamu. kita berusaha keras. langkahku tentu terseok, dengan sekotak luka yang tak ingin ditinggalkan. dan tanganmu meraba-raba dinding, berupaya terus berjalan. kupikir kita sungguh gigih.

kecuali setelah itu aku tahu bahwa jari-jari makhluk kurus itu adalah bagian dari sayapmu. sementara tanganmu yang lain, melempariku dengan kotak-kotak luka baru, yang harus kuhela-hela.

Advertisements