mencintaimu dalam sunyi

selalu diam-diam,

 

dari  bilik di belakang cermin aku memperhatikanmu menisik-nisik kelambu pelindungmu dengan kenangan sebuah pagi di musim panas. matamu sayu, seperti selalu, setiap kali kau menginginkan pagutan liar. walau tentu saja, kudapati binar jenaka di sudut matamu.

dari bilik di belakang cermin ini terkadang pandang kita bersinggungan, tetapi dengan rikuh kita berpura-pura tidak saling melihat.

semenjak kau berubah menjadi batu.

aku masih memperhatikanmu diam-diam, tak pernah riuh. karena tahu jika aku mengusikmu, udara di sekeliling akan beku dan kita berdua kehabisan napas. maka diam-diam saja. kau diam-diam tahu aku memperhatikanmu. aku diam-diam memperhatikanmu. biar tak ada yang terluka dengan mengenaskan.

setelah itu, kau menyampirkan kelambu pelindungmu yang sudah kuat itu, dan habislah aku, karena kau menjadi terlarang untuk mataku.

 

 

 

Advertisements