air

kita yang mengalir lebih deru dari air terjun
suatu hari pun menyerah lalu
menjelma dua danau kecil yang tenang.

di dasarnya, masing-masing kita membangun kekuatan, berjaga-jaga bila diserang.

apakah sebegitunya, ketika panah-panah dicabuti
dari tubuh kita, cinta yang dahulu dalam berubah
jadi lubang-lubang luka.

namun bukankah air tak mengenal kata luka?

kemang, 30 september 2011

Advertisements