Puisi

memesan kau di loket kereta

di depan loket tiket kereta api
aku memesan kau untuk menjadi mempelaiku.
petugas menyuruhku mengisi formulir pemesanan
lalu menyuruhku menunggu.

di pojok stasiun aku menanti dipanggil, berdebar dalam harap.

aku duduk begitu lamanya sehingga akar-akar tumbuh dari ujung kakiku dan menghunjam lantai, menjejak tumbuh. reranting bertemperasan dari tubuhku dan muncul daun-daun hingga rimbun.

kau berlalu-lalang di hadapanku tak dapat kujangkau dengan tangan-tanganku yang kaku. kau duduk di naunganku, tak dapat kurengkuh.

aku tetap menanti.
petugas itu tak pernah memanggilku kembali.
mereka sudah menghentikan layanan pemesanan mempelai.

kemang, 7 oktober 2011

#pesan #15harimenulisdiblog

Advertisements

2 thoughts on “memesan kau di loket kereta”

Comments are closed.