Puisi

seribu satu malam

mungkin kita akan berhenti di seribu satu malam. kisahku habis dan kau memenggal kepalaku. setelah itu tamat.

tak ada lembar baru, hanya ucapan terima kasih untuk keseribu satu dongeng yang mempertahankan hidupku, sehari lagi, sehari lagi, hingga seribu satu malam. itu pun kutulis di malam-malam sebelumnya ketika ketakutan akan kematian mencekik pikiranku.

barangkali kita akan berhenti di malam keseribu satu. bukan sekarang. kita masih bersama.

aku pasrah di ranjangmu.

kemang, 9 november 2011

Advertisements

1 thought on “seribu satu malam”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s