Rumah

Sejak berencana pindah ke Bandung pertengahan 2012, saya rajin sekali mengumpulkan ide-ide interior untuk tempat tinggal saya kelak, ketika saya berhasil mengundurkan diri dari tempat kerja dan tinggal di Bandung. Awalnya saya pengin ngekos aja di daerah Dago. Eh, nyewa rumah deng. Trus tinggal bareng temen-temen yang sama-sama sudah muak sama Jakarta dan pengin di Bandung aja. 

Namun, keinginan itu ditentang keras sama Papah. Lah ada rumah kosong di Bandung kok malah nyewa rumah. Mendingan melihara rumah yang udah ada aja sambil nabung buat beli rumah lagi di tempat yang saya inginkan daripada uangnya dipake buat ngontrak. Secara waktu itu saya lagi nyebelin total, saya langsung menolak ide itu dan marahan sama Papah (errr, Jie…).

Terus… saya pun mulai cari-cari rumah di daerah yang saya inginkan. Mau beli gitu ceritanya…. Dan ternyata, seperti sudah dapat diperkirakan, saya belum mampu beli rumah di daerah sana. Akhirnya, saya pindah ke rumah (yang emang dibangun buat saya seandainya saya pengin pindah ke Bandung) di daerah Ujungberung. Dan demi menghibur hati yang lara karena kepingin rumah bagus, saya pun mulai aktif liat-liat pinterest. 

Rencananya sih, sebelum pindahan, pengin bikin jendela dulu di dapur. Benerin kabel-kabel listrik yang putus di dalam tembok karena orang yang ngontrak rumah ini sebelumnya memperlakukan tempat ini dengan ngaco. Ngecat rumah, ngehias dindingnya pake foto-foto unyu dan lukisan-lukisan, beli furniture-furniture keren, dll dll.

Namunnnnnn… seperti dapat diperkirakan: Ruang tamu dan seluruh ruangan lain belum dicat. Kecuali kamarku. Kamar deket ruang tamu yang rencananya mau dibikin ruang kerja, malah dipasangin ranjang kalau-kalau si adik mau nginep, dan saya kerja di kamar — yang kalau lagi males tiba-tiba gulingan ke kasur di sebelah, dan nyalain tivi. 

Blaaah. Bubar sudah *lempar meja*

Akhirnya, sekarang sih berencana buat rumah baru lagi ntar. Insyaallah kalau menikah kelak kami (saya) enggak mau tinggal di rumah ini. Penginnya sih punya rumah bangun dari awal, jadi terkonsep gitu peruntukannya. Pengin rumah kecil dengan jumlah kamar sedikit– sesuai jumlah anggota keluarga yang dikehendaki, banyak kacanya, banyak pohonnya, ada tamannya, ada rumah pohon. 

Huh-hah!

Rumah yang saya tempati sekarang dari luar keliatan kayak rumah kosong. Saya juga jarang beresinnya karena ga sempet. Apalagi masih ada iklan “Rumah ini Dikontrakan. Hubungi bla bla bla” (kurang k, itu– harusnya dikontrakkan),  karena saya enggak punya tangga buat nurunin iklan itu. Dan sekarang, lampu yang nyala cuma lampu kamar. Gara-gara ujan deras berhari-hari kemarin, lampu ruang tamu pun padam. Yang akhirnya, saya ga bisa beraktivitas di dapur karena gelap. (ruang tamu sebelahan sama dapur, red. Sumpah deh rumah ini interiornya aneeeeh banget. Karena ngikutin bentuk tanah, jadinya memanjang gitu. 

Beginilah kira-kira: Image

Begitulah… semoga cepat berjodoh dengan rumah baru deh 

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 thoughts on “Rumah

  1. Interiornya?
    Denahnya kali…
    Tapi rumah dengan denah panjang itu asyik lho. Lagi jaman minimalis krn lahan terbatas, penyusunan ruang dalam jadi tantangan buat Arsitek 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s