[tantangan menulis] deskripsi diri

hai teman,

udah lama ya enggak bikin #tantangannulis?

seru-seruan aja nih kayak biasanya. kita latihan menulis deskripsi, yuk! dan, ini bahan-bahan yang kamu butuhkan:

1. wajah kamu/tubuh kamu (halah kok jadi ngeri, ya?)

2. cermin

3. laptop dan akun blog

caranya gimana?

1. berdiri di depan cermin dan perhatikan penampilanmu. perhatikan setiap detailnya. tahi lalat, bekas luka, tanda lahir, dll. perhatikan hingga ke setiap pori-pori

2. tulis deskripsi dirimu dalam satu halaman word saja. show ya, don’t tell

3. post di blog kamu

4. share link blog kamu ke akun twitter @JiaEffendie pakai tagar #tantangannulis sebelum pukul 04.00 wib besok, 31 juli 2013

nanti, aku akan baca semua deskripsinya dan memilih penulis dengan acak untuk meneruskan deskripsi dirimu. seru, kan? kira-kira, cerita apa yang akan ditulis orang lain dari deskripsi diri yang kamu tulis?

nah nah… kalau di antara kalian ada yang bisa gambar, oke banget lho kalau mau bikin sketsa wajah berdasarkan deskripsi para peserta yang ikutan.

seru, kan?

dan, ini nih yang udah kirim deskripsi dirinya:

  1. nintafryani – http://stepon-sepatuninta.blogspot.com/2013/07/jika-ditanya-aku-mirip-siapa.html
  2. poetri djambidi – http://thumbstory.com/frontend/webview/2978
  3. francessa – http://justcallmefrancessa.wordpress.com/2013/07/29/gurat-luka/
  4. oktabri erwanda – http://playfiction.wordpress.com/2013/07/30/teman-pemimpi-tanpa-nama/
  5. dhani ramadhani – http://ramadhanidhani.tumblr.com/post/56839537800/persoalan-kemiripan
  6. rinrin indrianie – http://rindrianie.wordpress.com/2013/07/30/cerita-tentangku-yang-bukan-siapa-siapa/
  7. komang ayu kumaradewi – http://mandewi.wordpress.com/2013/07/30/deskripsi-wajah/
  8. krizia putri kinanti – http://cinematicheartbreak.tumblr.com/post/56858279912/im-not-a-girl-not-yet-a-woman
  9. irfan aulia – http://entahberentah.wordpress.com/2013/07/30/apa-yang-kulihat-di-depan-kaca/
  10. maliya – http://milliyyamiracle.blogspot.com/2013/07/inilah-aku.html
  11. connie – http://poeticonnie.tumblr.com/post/56862618734/bulan-di-cermin
  12. enny angelina – http://cybertravelers.wordpress.com/2013/07/30/cermin-sebuah-cerita-pendek-2/
  13. putri widi saraswati – http://putriwidisaraswati.blogspot.com/2013/07/mau-memelototiku-sebentar-saja.html?spref=tw
  14. erny kurniawati – http://ernykurnia.blogspot.com/2013/07/inilah-aku.html?spref=tw
  15. sindy shaen – http://sindyisme.blogspot.ca/2013/07/gadis-di-balik-cermin-pagi.html
  16. nina nurarifah – http://noichil.wordpress.com/2013/07/30/sebuah-cerita-tentang-bekas-luka/
  17. putra zaman – http://erasson.wordpress.com/2013/07/30/wajah/
  18. nita aprilia –  http://wanitatakbersayap.wordpress.com/2013/07/30/aku-ingin-melihat-parasmu/
  19. syifa syafira – http://syifasyafira.blogspot.com/2013/07/oh-ini-syifa.html
  20. sita damayanti – http://sitadamayanti.wordpress.com/2013/07/30/perempuan-itu/
Advertisements

Menulis Sinopsis

Kemarin, seorang penulis kirim email dan menanyakan ini:

Saya kan lagi bikin sinopsis untuk novel saya, cuma saya menemukan problem ketika sinopsisnya malah jadi tiga halaman, padahal kan syaratnya maksimal dua halaman A4 saja. Bagaimana, Kak? Apa boleh sebanyak tiga halaman? Kalau tidak, bagaimana saya menyiasatinya?

Nah, karena pasti banyak yang bingung juga soal sinopsis ini, jadi sekalian aja ya jawabannya ditulis di sini.

Setelah novelmu selesai, hal lain yang harus kamu lakukan (setelah mengedit draf pertamamu) adalah menulis sinopsis. Biasanya, salah satu persyaratan pengiriman naskah dari penerbit adalah harus melampirkan sinopsis (atau sederhananya, ringkasan cerita).

Nulis sinopsis itu susah (saya enggak akan bilang gampang-gampang susah, karena emang susah. hahaha. sama halnya dengan menulis, susah. lah ini kok jadi demotivasi?). Kenapa susah? Karena sinopsis adalah alatmu jualan naskah. Karena sinopsis harus bisa menggambarkan semua hal dalam ceritamu. Karena biasanya, hal pertama yang dibaca editor setelah judul novelmu, adalah sinopsis yang kamu lampirkan.

Lazimnya, penerbit akan memintamu menulis sinopsis sebanyak 1-2 halaman. Jadi, kamu harus belajar memepatkan 100-150 halaman novelmu jadi cuma 1-2 halaman aja. (Terkadang, kalau ketemu langsung editor, mereka suka nanya, novelmu ini tentang apa, sih? Kamu harus tahu cara menjelaskannya dalam satu kalimat saja!).

  • Jangan tutupi endingnya. Berbeda dengan blurb cover belakang yang haram banget ngasih tahu ending, sinopsis untuk dikirim ke penerbit, harus ngasih tahu endingnya. Singkatnya, semua hal penting yang ada dalam cerita, harus ada dalam sinopsis.
  • Kalau kira-kira sinopsismu bakalan berhalaman-halaman, hapus subplot-nya dan prioritaskan menulis plot utamanya saja.

Ini yang akan kamu butuhkan untuk menulis sinopsis satu halaman saja:

1. Penjelasan dasar tentang tokoh utama (nama, umur, pekerjaan, dan karakteristik utama si tokoh). Misalnya: nama si tokoh adalah Bellawati Angsa, umur 16 tahun, pelajar, orangtuanya berpisah.

2. Pembukaan (tempat cerita berlangsung dan keadaan apa yang dihadapi sama si tokoh utama). Misalnya: si tokoh utama harus pindah sekolah karena sesuatu dan lain hal.

3.  Kejadian yang memulai aksi (si tokoh utama dipecat, atau putus, atau pacarnya selingkuh, atau baru masuk kantor baru, atau baru pindah sekolah, dll). Misalnya: di tempat baru si tokoh utama ketemu sama cowok ganteng.

4. Ide tentang sesuatu yang akan dipelajari si tokoh utama. Misalnya, ternyata cowok ganteng yang dingin dan keren itu adalah vampir)

5. Sesuatu yang membuat keadaannya lebih kompleks. Misalnya, ternyata si cowok ganteng dan keluarganya punya musuh dan ngincer si tokoh utama).

6. Resolusi atau ending

(lah kenapa contohnya jadi Twilight? Entahlah… cuma itu yang kepikiran)

Terus, semua itu dirangkai. Enggak usah pakai bahasa berbunga-bunga penuh majas seperti dalam naskahmu, karena sinopsis cukup dengan bahasa lugas. Hindari juga pake kalimat majemuk yang beranak pinak.

Sip, itu saja… semoga membantu dan tidak sok tahu ­čÖé

Youth

Shadows settle on the place, that you left.
Our minds are troubled by the emptiness.
Destroy the middle, it’s a waste of time.
From the perfect start to the finish line.

And if you’re still breathing, you’re the lucky ones.
‘Cause most of us are heaving through corrupted lungs.
Setting fire to our insides for fun
Collecting names of the lovers that went wrong
The lovers that went wrong.

We are the reckless,
We are the wild youth
Chasing visions of our futures
One day we’ll reveal the truth
That one will die before he gets there.

And if you’re still bleeding, you’re the lucky ones.
‘Cause most of our feelings, they are dead and they are gone.
We’re setting fire to our insides for fun.
Collecting pictures from the flood that wrecked our home,
It was a flood that wrecked this

And you caused it,
And you caused it,
And you caused it

Well I’ve lost it all, I’m just a silhouette,
A lifeless face that you’ll soon forget,
My eyes are damp from the words you left,
Ringing in my head, when you broke my chest.
Ringing in my head, when you broke my chest.

And if you’re in love, then you are the lucky one,
‘Cause most of us are bitter over someone.
Setting fire to our insides for fun,
To distract our hearts from ever missing them.
But I’m forever missing him.

And you caused it,
And you caused it,
And you caused it