… and they lived happily ever after

Menurut saya, happily ever after itu adalah sesuatu yang harus diusahakan. Kamu enggak bisa menunggu sambil tidur-tiduran, lalu ada pangeran yang habis keliling dunia dalam pencarian kekasih hati menciummu lalu kalian hidup bahagia selamanya dalam keadaan bergelimang harta tahta dan cinta.

Eh tapi, dongeng seperti itu mungkin sudah tidak diminati lagi, enggak bisa dijadikan referensi hidup bahagia selamanya.

Coba dengar cerita ini:

Once upon a time… ada peri dalam kepompong tidur. Dia baru saja melakukan perjalanan lintas-waktu dan menandai seorang bayi perempuan. Perjalanan itu membuatnya kelelahan hingga ia masuk dalam kepompong tidurnya dan terlelap hingga lupa waktu. Ketika dia dilahirkan kembali sebagai manusia, dia sudah lupa segalanya—bahkan bayi perempuan yang ditandainya.

Kelahiran sebagai manusia membuatnya kebingungan. Terkadang, aturan-aturan manusia membuatnya ingin mati saja. Begitu kentara perbedaan dunia manusia dan peri. Padahal, dia termasuk peri ceria yang senang bercanda. Namun, di luar kepompongnya, dunia ini begitu menyiksa dan tidak bersahabat. Dia menghabiskan tahun-tahun manusianya dalam keadaan limbung dan separuh tidak bahagia. Karena dia lupa, apa yang harus dilakukannya di dunia ini.

Di belahan dunia lain, seorang penyihir tengah frustrasi. Dirinya sudah mulai menua, tetapi sihirnya tidak juga berkembang. Dia merasa perlu mencari peran lain dalam hidup. Namun, menjadi putri ternyata bukan pilihan bagus. Alih-alih pangeran, dia malah menemui perompak yang mengurungnya di menara cinta. Dia diabaikan di sana. Terluka.

Penyihir perempuan dan peri itu akan bertemu. Saat mereka bertemu, mereka saling menyembuhkan, saling menjulurkan sulur dan memeluk. Mereka berjanji untuk saling melindungi dan mencintai sampai akhir. Sebagai kekasih, sahabat, kakak, adik, dan segala peran baik yang ada di dunia.

Itu cerita saya, masih berlangsung.

Atau, bagaimana dengan cerita ini?

Lulu dan Eli bertemu di salah satu kamar kosong di rumah sakit. Anak laki-laki itu botak dan sedang bermain tetris di kolong tempat tidur. Lulu tersesat dan sedih, karena mataharinya sakit dan meredup. Mereka saling menguatkan, saling berbagi perih.

banner virtual book tour

Kamu bisa membaca kisah selengkapnya di buku karya Winna Efendi, Happily Ever After.

Lalu, bagaimana dengan kisahmu?

Tulis di kolom komentar, dan dapatkan satu eksemplar buku Happily Ever After karya Winna Efendi. Jangan lupa sertakan alamat email dan id twitter. Saya tunggu sampai pukul 24.00 WIB hari ini.

Advertisements

45 Comments Add yours

  1. Once upon a time… seorang anak perempuan dikabarkan akan lahir. Dalam rahim sang Ibu, Tuhan berbicara dengannya tentang dunia yang akan dihadapi si anak tersebut.

    Lalu bayi perempuan itu bertanya, “Tuhan, apa itu dunia? Bagaimana keadaan disana?”

    Tuhan lalu menjawab, “Dunia yang akan kau alami nanti itu teramat luas, kau akan menemui berbagai peristiwa kehidupan disana.”

    “Aku tidak mau, Tuhan. Aku ingin tetap berada disini, selamanya. Aku takut jika dunia yang Engkau sebutkan akan membuatku tak sanggup menghadapinya.”

    “Tidak, kamu akan mampu. Percayalah, akan ada sesosok malaikat yang akan terus mendampingi dirimu, berada di sisimu, dan terus menjagamu.” Tuhan menjawab.

    “Benarkah? Tapi aku ingin tetap berada bersama-Mu, aku ingin berada di surga.”

    Lalu, sang Ibu melahirkan bayi perempuan tersebut. Disayanginya ia, dicintainya ia, dijaganya ia, dan dirawatnya ia hingga kini si bayi perempuan tersebut telah tumbuh dan berkembang menjadi seorang gadis remaja.

    Bersama Ibunya, dan orang-orang di sekitarnya ia banyak mengalami berbagai kejadian. Senang, sedih, suka, duka, tawa, luka, semua rasa dicecapnya satu per satu. Ia lupa dengan percakapan terdahulunya bersama Tuhan yang mengatakan bahwa ia akan takut terhadap dunia. Ternyata tidak.

    Dunia tak semenakutkan apa yang ia bayangkan, dulu. Dunia tak sekejam apa yang ia pikirkan, dulu. Dunia yang kini dihadapinya membuatnya semakin tangguh, semakin kuat, dan semakin percaya bahwa dunia yang ia laluinya ini adalah caranya untuk kembali bertemu dengan Tuhan.

    Mungkin entah sampai kapan, entah berapa lama lagi ia akan kembali berada di pangkuan-Nya. Namun, yang ia percayai adalah ia harus menjalani dunianya, menapaki setiap langkah demi langkah yang terus berjalan, tak pernah berhenti, dan tak akan kembali.

    Ia tak pernah takut, karena—benar kata Tuhan—ada malaikat yang senantiasa ada di sampingnya. Bersamanya, ia tak akan menyerah menghadapi dunia. Bersama malaikat tersebut, mereka akan saling menjaga, menyayangi, mengasihi, dan mencintai sampai akhir. Malaikat itu bernama Ibu.

    @asysyifaahs
    asysyifaahs@yahoo.com

  2. Nisa MS says:

    Di Balik Cerita Bahagia Cinderella

    Namanya bukan Cinderella lagi sekarang. Dia hanya seorang gadis kaya yang tamak dan penuh gelimang harta. Jika kalian memercayai ceritanya dulu adalah cerita paling bahagia dan ingin kalian miliki maka tidak demikian.

    Ia sudah terbebas dari dua saudara tiri dan ibu tirinya. Ibu peri tak lagi menengoknya karena telah diusirnya dengan kicauan buruk mulutnya. Kekasihnya meninggal usai menenggak bir yang telah ia racuni.

    Ia sendiri ditemani gelimang harta yang selalu ia puja. Namun, kemarin ia menyadari bahwa hidup sendiri tak memberikan kebahagiaan apa pun. Hidupnya hampa tanpa tawa kekasih yang dulu memberikannya cinta dengan tulus. Tanpa ayunan tongkat ibu peri yang dulu selalu membuat keributan karena benda mati akan hidup dan saling berjatuhan bergemelentang. Dan, ia bodoh baru mengakui dirinya juga butuh 3 sosok antagonis untuk membuatnya sadar bahwa dunia ini baru akan seimbang jika yin dan yan ada.

    Hingga ia kemudian lari dari istana. Mengembara untuk menemukan kebahagiaan sesungguhnya. Ia tersiksa hidup tanpa teman.

    Lalu ia menemukan fakir kecil yang tengah merintih di jalan. Menangis kesakitan karena perut keroncongan. Dengan selembar roti, Gadis yang dulu bernama Cinderella itu mendekati fakir kecil itu. Si anak tersenyum. Berterima kasih dengan tulus dan mencium tangannya. Lalu ia pergi dengan hati gembira.

    Sejak saat itu, Gadis-Yang-Dulu-Bernama-Cinderella itu menyadari. Hidul bahagaia bukan tentang membahagiakan diri sendiri dan melupakan mereka yang menderita. Ini tentang Happily Ever After milik dunia.

    Dan, ia memutuskana untuk pulang kembali ke istana. Memberikan kebahagiaan untuk rakyat yang telang ia sengsarakan oleh sesuatu yang ia sebut bahagia.

  3. Zuhelviyani Zainuddin says:

    Cinta adalah cerita penuh luka,
    Sepintar apa pun kamu mengelaknya.

    Tidak semua pangeran instan menjadi pangeran dari nasabnya. Sesungguhnya pangeran lahir dari hal yang diperjuangkannya. Mati-matian. Tentu saja, tidak benar jika dikatakan dia memperolehnya seorang diri. Ada banyak tangan, yang menghalang, dan yang mendesaknya maju. Sayangnya, hal pertama mendominasi. Duh, Calon Pangeran, apa mungkin terwujud?

    Tabib istana sedang gundah. Adalah putri, bayi mungil dengan sakit yang tidak wajar. Mengurungnya di kerajaan indah, nyaman di dalam sana. Suatu hari ia menengok dunia luar dan mendapati jejak-jejak kekaguman yang tercecer di jalan menuju hutan liar. Putri, bagaimana jika Putri mencoba masuk ke dalam sana?

    Pangeran dan Putri bukanlah kisah cinta dengan romansa memabukkan. Tapi tentang bertahan, tentang bersama, dan sisanya adalah pekerjaan hati. Perjalanan menuju singgasana menjadikan mereka kuat dan menguatkan.

    Ya, inilah yang kusebut cinta. Klise.
    Ditemani alur tak terduga di depan sana.

    – @evizaid

  4. Dini Adinda Aprianti says:

    Aku bertemu dengan dia di sebuah taman, setiap kali aku datang bersama temanku ke taman itu, aku melihat dia. Sewaktu-waktu aku dan dia terjadi kontak mata. Temanku berkata dia menyukai pria itu, dan dia ingin mendekati pria itu, dan aku setuju, aku mendukung temanku. Semakin lama, ada rasa yg menghinggap di hatiku, setiap kali aku melihat dia, pria itu, aku merasa ada kupu-kupu di perutku, setiap kali temanku menyebut namanya, menceritakannya, aku senang, sangat sangat senang. Tapi aku harus menghilangkan perasaan itu, aku tak ingin pertemananku dengan temanku hancur begitu saja. Dia selalu melihatku, seakan-akan dia ingin terjadi kontak mata denganku, dan aku pun mengiyakan ajakannya, aku memandangi mata pria itu, aku dan dia saling menatap, kita tidak pernah berbicara secara langsung, kita berbicara hanya lewat tatapan mata, sesederhana itu.

    Ini ceritaku hehehe

  5. Iyas says:

    kisahku? belum juga jelas.
    aku belum tau apakah akan Happily Ever After. tipikal cewe secret admirer sepertiku yang hanya bisa diam-diam mengagumi seseorang. aku yakin suatu saat nanti aku akan memiliki keberanian untuk menentukan arah hatiku.
    tapi aku berusaha untuk menggapai Happily Ever After. tentu saja mengutamakan orang tuaku yang sejauh ini terus mendukung arah masa depanku. aku sangat setuju dengan tulisan di atas yg mengatakan Happily Ever After itu harus dicari, harus dikejar, harus digapai. dan sekarang aku sedang membangun satu per satu kenyataan dari mimpi-mimpi terpendamku, merajutnya menjadi kenyataan manis.
    karena hidupku belum berakhir sekarang, aku tak akan pernah berusaha untuk berhenti mencapai akhir yg Happily Ever After. membangun karierku, persahabatan, keluarga dan masa depan yang sempurna. ya, sempurna di mata ku. di mata manusia. dan aku tau manusia tidak akan pernah puas. tapi aku sadar, aku hanya ingin mencapai sebuah kebahagiaan kecil yang datang dari hal-hal kecil yang tak pernah aku sadari selama ini 🙂
    maaf kalau ngawur hehe 😀

    salam hangat,

    @diasshinta

  6. Raya selalu menyajikan secangkir kopi hitam dan sepotong roti untuk ayahnya setiap pagi. Dulu, ibunyalah yang selalu melakukan pekerjaan itu, sekaligus menyiapkan sarapan untuknya juga. Dulu, sebelum ibunya meninggalkan Raya dan ayahnya pada suatu pagi yang baru saja meretas dan ia masih dibuai mimpi.

    Raya masih saja tak mengerti bagaimana bisa ibunya dengan begitu mudah meninggalkan dirinya dan ayahnya. Padahal ia selalu melihat ibu dan ayahnya baik-baik saja, tak pernah ada adu mulut atau bahkan adu fisik di antara kedua orang tuanya. Semuanya tampak baik-baik saja bagi Raya. Hidupnya tampak sempurna, kedua orang tua yang terlihat harmonis, meski mereka jarang sekali terlihat menghabiskan waktu bersama, hingga dirinya yang selalu mendapatkan curahan kasih sayang yang tak pernah terasa kurang dari kedua orang tuanya.

    Namun, sayangnya ada hal yang sudah terlewatkan dari pandangan mata Raya. Ada hal yang telah terjadi di antara kedua orang tuanya dan ia tak tahu menahu tentang itu. Sampai ia menemukan potongan-potongan tulisan tangan ibunya di sebuah buku diari yang tersembunyi di balik tumpukan baju di lemari ayah dan ibunya. Dari potongan-potongan diari itu, Raya tahu alasan mengapa ibunya begitu lekas meninggalkannya bahkan tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal pada dirinya.

    Alasan pertama ibunya pergi adalah, karena ia kesepian. Pekerjaan dan hobi travelling ayah yang selalu berpergian ke mana-mana dan tak jarang lama tak pulang, membuat ibu selalu merasa kesepian. Ditambah Raya pun terkadang lebih asyik dengan kegiatan di kampusnya. Kedua, ibunya adalah perempuan yang selalu ingin diperhatikan dan ditemani, tapi ia tak mendapatkannya dari ayahnya. Ketiga, ayahnya adalah pria yang selalu ingin bebas, tak bisa diminta untuk tinggal lama di satu tempat. Ayahnya selalu senang berpergian ke belahan dunia lain dan sering meninggalkan ibunya seorang diri. Keempat, saat ibunya sangat merasa kesepian, datanglah pria dari masa lalu ibu sebelum bertemu ayah yang dengan senang hati mencurahkan perhatiannya untuk ibunya dan bersedia menemani ibunya selalu. Raya tahu pria itu juga seorang teman dekat ayahnya, seorang duda tak beranak.

    Setelah membaca potongan diari ibunya, Raya menyadari satu hal, terkadang cinta tak cukup dengan hanya keberadaan seseorang saja, bahwa orang tersebut ‘ada’. Namun terkadang cinta menuntut keberadaan yang benar-benar ada setiap harinya, nyata dilihat mata dan teraba oleh tangan. Ibunya tak mendapatkan itu dari ayahnya dan ayahnya sendiri tak bisa memenuhinya.

    Ada amarah yang Raya rasakan kepada ibunya, bagaimana mungkin ia bisa seegois itu tanpa memikirkan keberadaannya. Bagaimana bisa ibunya baru menyadari kebiasaan ayahnya itu dan baru sekarang merasa kesepian setelah sekian lama hidup bersama. Namun, amarah tak bisa membuat keluarganya kembali utuh. Raya tak dapat membuat ibunya kembali. Bahkan Raya tak pernah benar-benar menginginkan ibunya kembali sepertinya. Ia malah menemukan kebahagiaan yang lain hanya dengan bersama ayahnya. Mengingat Raya pun lebih dekat dengan ayahnya dibanding dengan ibunya. Raya hanya perlu memberi ayahnya kebebasan yang ia inginkan dan merasa cukup dengan keberadaannya meski tak selalu harus bertemu.

    Raya menemukan arti kebahagiaan yang berbeda dari orang lain hanya berdua dengan ayahnya. Dengan keterbatasan yang ayahnya miliki sebagai pria, ia berhasil menunjukkan pada putri semata wayangnya tentang kasih yang lain. Kasih yang bahkan tak ia dapatkan dari ibunya. Bahwa untuk menemukan hidup yang happily ever after, tak melulu harus merasa lengkap. Bahwa hidup yang happily ever after, malah didapat dari kekurangan yang Raya miliki sekarang. Bagi Raya, kekurangan dalam keluarganya karena ketidakberadaan sosok ibu di dalamnya, tak menghalanginya untuk bahagia. Bersama ayahnya, ia ciptakan kebahagiaan yang lain. Yang dilandasi cinta yang membebaskan, yang tak lengkap. Bersama ayahnya, ia memahami kadang cinta cukup hanya dengan keberadaan seseorang tanpa harus benar-benar ‘ada’.

    Ini ceritaku. Terima kasih sudah diperbolehkan berpartisipasi ^^. Maaf kalau ceritany kepanjangan, hehe :p

  7. Once upon a time …
    Seorang gadis perempuan dgn kesederhanaan’a selalu bertanya-tanya setiap saat. Dia selalu merenungkan tntg nasib yg didapatkannya, bisa dikatakan alam semesta ini tdk adil dengannya. Well, kenapa? Ya karena dia dilahirkan ditengah-tengah keluarga kaya yg memiliki rupa baik. Dia memiliki ayah dan kakak yg rupawan dan dia pun memiliki ibu yg cantik. Lantas kenapa hanya dirinya sendiri yg terpuruk dlm bayang-bayang buruk rupa seperti ini?
    Gadis ini dgn segala kesederhanaan yg dimilikinya sangat menyukai bunga mawar – bisa dikatakan hanya bunga-bunga mawar ini lah teman hidupnya, ya lebih tepatnya mawar merah. Ia memiliki sebuah taman bunga yg dipenuhi dgn bunga-bunga mawar, ditengah taman tersebut terjalin rangkaian bunga mawar yg membentuk sebuah rumah bunga mawar. Singkat cerita karena mawar tersebut dia bertemu dgn seorang pangeran (Tidak! Bukan seperti pangerang dicerita dongeng-dongeng ya). Lelaki ini adalah teman hidup keduanya setelah bunga-bunga mawar tadi, seorang penjual bunga yg srg membeli bunga mawar gadis ini untuk kemudian dijualnya, rupanya jg tidak tampan tp sederhana saja. Lantas tdk lama mereka menikah dan dikaruniai seorang anak perempuan yg sangat-sangat cantik dan diberi nama “Rose”
    Eh percaya tidak tntg karma? Ya inti dr cerita ini aku ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian semua yg membacanya, wanita ini memiliki orang tua dan saudara yg cantik dan tampan tp dirinya memiliki rupa yg bisa dikatakan sangatlah sederhana lantas ia pun menikah dgn seorang penjual bunga yg memiliki rupa jg bisa dikatakan sangatlah sederhana dan mereka pun memiliki seorang putri yg sangat-sangat cantik seperti cantiknya kisah-kisah para putri di negeri dongeng itu.
    Kenapa bisa seperti ini? Dlm kehidupan wanita ini karma pun berlaku, seperti halnya mungkin dikehidupan lampaunya wanita ini memiliki tabiat yg krg baik sehingga dikelahiran nya skrg ia pun mendapatkan karma atas hasil tabiat buruknya dimasa lampau.
    Saya pernah membaca sebuah buku yg ada diperpustakaaan sekolah, isi bukunya mungkin tntg hukum sebab akibat.
    Jd contoh isinya seperti ini:
    Misalkan dikehidupan lampaunya ia srg membunuh (dlm artian membunuh manusia / binatang)
    Maka kelak akibat yg akan diterimanya ia akan terlahir kembali ke alam manusia dgn wajah yg buruk.
    Kemudian jika ia suka mencuri dikehidupan lampaunya maka, akibat yg akan dituainya kelak adalah lahir kembali dalam keadaan miskin.
    Dan sebagainya.
    Jadi, saya percaya terhadap hukum sebab akibat (hukum karma)
    Well sdh terjawab semua kan kenapa ia memiliki wajah yg sangat-sangat sederhana ditengah keluarga yg rupanya baik? Dan kenapa ia memiliki putri yg cantik jelita. ^^

    dan ini ceritaku mengenai teman hidup ^^ apa cerita kalian teman-teman? hihih ♡ ♡ ♡

  8. Emily W says:

    Menurut saya, happily ever after itu tergantung sudut pandang. Kadang, mungkin kita menganggap sesuatu bukan happily ever after, tapi sebenarnya iya.
    Misalnya, ada seorang wanita yang suka mendesain. Karena kerja keras dan bakatnya, ia menjadi seorang designer ternama di Paris.
    Di saat yang bersamaan, seorang pria sedang menyambut tamu yang hadir dalam acara peresmian hotel ketiganya.
    Suatu hari, mereka bertemu. Mereka jatuh cinta setelah beberapa minggu bertemu, dan menjalin hubungan yang serius setelah beberapa bulan kemudian.
    Awalnya mereka bahagia. Tapi karena tuntutan pekerjaan yang semakin banyak tiap harinya, lambat laun mereka semakin sering bertengkar karena banyak salah paham. Karena semakin sedikit waktu berbicara dan bertemu.
    Maka, mereka memutuskan untuk berpisah.
    Mungkin bagi para pembaca itu bukan akhir yang ‘bahagia selamanya’. Tapi, bagi kedua orang itu, mungkin berbeda. Mereka mungkin lebih bahagia dengan pekerjaannya. 😀

  9. Ie says:

    Sekian lama dia mencariku, aku dekat padanya memahami setiap rasa yang dia miliki. Demikian juga dia padaku. Kami saling memegang tangan untuk menguatkan, menghibur dan mengasihi. Tapi kenapa susah sekali mengatakan cinta? Aku mencari, dia mencari, tetapi mengapa kita belum juga bertemu? Bukannya kita sangat dekat? Bisakah kita saling meyakinkan hati bahwa satu sama lain’lah yang kita butuhkan.

    Ini kisahku mbak. Boleh 1 bukunya untuk saya?

    terima kasih 😀

  10. Onil Laseta says:

    saya juga setuju sama paragraf awal kalo happily ever after itu harus diusahakan. Jodoh, nasib, dan segala jalan cerita hidup kita memang sudah ditakdirkan, tapi Tuhan masih memperkenalkan kita sama yang namanya doa dan usaha, yang katanya (dan saya percaya) bisa menganulir takdir. Saya adalah orang yang sangat-sangat meyakini bahwa usaha keras nggak akan menghianati, kamu boleh percaya pada keberuntungan, tapi seperti namanya, keberuntungan ada jika dia lagi untung , nggak pasti, dan saya sama sekali nggak suka sama sesuatu hal yang nggak pasti, tapi usaha, sekali lagi, hasilnya nggak akan mengkhianati.
    Dalam hidup yang menghanyutkan kayak aliran sungai ini saya lagi berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan saya, sama seperti ikan, only dead fish going with the flow, ikan disungai bertahan hidup nggak hanya dengan ngikutin arus kan? mereka berenang. Saya pun juga lagi berusaha berenang, belajar berenang dengan gaya apapun untuk mencapai tujuan saya, jujur banyak banget yang saya pengen, saya pengen kerja di salah satu stasiun tv swasta, saya ingin bahagiain orang tua saya, saya juga mau bahagiain diri saya sendiri, dan saya ingin menjadi layak untuk mendampingi seseorang yang jauh disana. Memang semuanya sekarang nampak jauh, nampak rumit dan sulit untuk saya dapatkan semua, tapi saya yakin, saya yakin kerja keras nggak akan menghianati, dan saya yakin akan dapetin happily ever after saya suatu saat nanti.

  11. Ini kisahku..,
    ada satu pepatah yang mengatakan bahwa hidup adalah perjuangan. Dengan begitu kamu akan dapat mensyukuri segala proses yang terjadi dihidupmu.
    Yap! kali ini aku akan menceritakan perjuanganku dalam menyelesaikan studyku selama dibangku perkuliahan. Selama diawal semester sih gak ada kendala yang kuhadapi, so far so good lah. namun setelah memasuki semester akhir aku mulai dihadapkan dengan yang namanya tugas akhir yaitu Skripsi. entah kenapa diakhir semester hidup terasa berat dan beban terasa menumpuk. pernah terbesit dibenakku untuk mengakhiri semuanya alias menyerah dengan situasi seperti ini. namun ada seseorang yang mampu membuatku terus bertahan, yang mampu terus buatku berjuang dan yang mampu memompa semangatku hingga aku bisa menyelesaikan studyku saat ini. aku berterimakasih kepada Dia buat semua yang telah dilakukan padaku hingga sampai saat ini.
    * adalah Dia yang selalu setia dan mau mendengar keluh kesahku selama semester akhir ini, Melki.

  12. Once upon a time… Hiduplah seorang putri raja. Sebagai seorang putri raja, tentu saja semua keinginannya selalu terpenuhi. Ia tidak pernah mengenal penolakan, sampai suatu hari ia jatuh cinta..
    Ia pikir ia bisa mendapatkan semua yang ia inginkan, termasuk hati sang pangeran. Tapi ia salah. Bahkan kekuasaan ayahnya pun tak dapat mengambil hati sang pangeran. Ini pertama kalinya ia mengalami penolakan, dan hei, penolakan itu sakit, kan? Sang putri yang patah hati pergi meninggalkan istana, berkelana seorang diri. Ini penolakannya yang pertama, dan ia sadar akan satu hal : tidak semua keinginanmu dapat dipenuhi. Hei, dunia ini bukan mesin pengabul permintaan, kan?
    Di lain tempat, sang badut selalu saja diusir oleh orang-orang. Hei, apa salahnya sampai ia selalu diusir? Apa salah jika ia ingin menghibur orang-orang? Ia tidak pernah mengerti kenapa orang-orang selalu membencinya, mengejek dandanannya, bahkan anak kecil menangis ketika melihat wajahnya. Baiklah, itu sedikit kejam, memang, tapi sang badut tak pernah menyerah, ia selalu berusaha menghibur orang-orang meski ia tahu ia akan selalu diusir.
    Sampai ia bertemu sang puteri yang patah hati.
    Sang badut menyembuhkan luka hati sang puteri untuk penolakannya yang pertama, dan sang puteri adalah orang pertama yang menerima semua leluconnya dan tertawa untuk itu. Mereka saling menyembuhkan, di saat dunia menolak mereka, saling melengkapi dan melindungi satu sama lain.

  13. Dian S says:

    Kisahku… 😀
    Ya, memang setiap orang selalu punya kisah, sesederhana apapun. Dan mungkin, kisahku juga terlalu sederhana, sangat sederhana.
    Happily ever after.
    Jika Mbak Jia menyebut Happily ever after adalah sesuatu yang harus diusahakan. Rasanya, aku sangat sependapat.
    Maka dari itu, aku tak mau kalah dari segala jatuh bangun yang sedang menderaku.
    Ya, rasanya Desember 2014 ini sedikit agak berat dari bulan-bulan 2014 yang telah lalu.
    Penolakan, kehilangan, dan aku harap di bulan ini tak ada kekalahan. Cukup dua hal tersebut.
    Penolakan, kerja keras hampir tujuh bulan yang aku harapkan berbuah manis ternyata tak sesuai yang aku inginkan. Kehilangan, sahabat yang selama hampir empat tahun ini selalu ada dalam hari-hariku, tiba-tiba memutus hubungan. Dia pergi karena cinta. Ah, cewek itu. Cewek yang pernah membuat masalah beberapa tahun lalu denganku. Kemudian dia hadir lagi dan merusak persahabatanku.
    Sempurna
    Aku tak melarangnya. Tapi, aku juga tak ingin bertemu dengan kekasihnya, cewek itu. Hanya itu yang aku mau, tak ingin bertemu dengannya. Bukankah itu hal yang mudah? Aku berharap tak ada yang terjadi dengan persabatan kami. Tapi, ternyata salah!
    Please, jangan berpikir aku cemburu. Tidak, aku tidak punya perasaan apapun, kecuali perasaan sebagai sahabat. Tak ada cinta dariku untuknya. Ini murni karena cewek itu tak akan perna cocok dengan aku.
    Sudahlah, mungkin sahabatku juga sedang mencari Happily ever after-nya sendiri. Sama seperti aku yang masih berusaha mencari happy ever after-ku sendiri. Meskipun, jujur, aku tak percaya bahwa happy ever after itu ada. Karena tak ada yang sempurna di dunia ini, kecuali Allah.

  14. mayang elek says:

    Aku selalu mengandaikan diriku sebagai bulan dan ia sebagai matahari. Kami bertemu pada satu alam dan satu waktu yang sama. Peristiwa itu adalah senja. Walaupun ia bergulir sangat cepat dan hanya beberapa detik saja. Bagiku matahari yang terhebat, bagiku dialah yang terkuat. Dia yang selalu mampu menjadikan dunia menjadi terang. Sinarnya tak pernah merobohkan. Namun ia selalu mempertimbangkan gagasan ku. Ia bilang ia tak seperti yang aku bayangkan. Ada saatnya ia lelah, ada saatnya ia tak mampu melangkah. Ia pun hanya bisa lenyap dalam persimpangan saat bintang-bintang berkelipan. Ia bilang, ia tak banyak memberi kesempurnaan, ia berkata bahwa dengan bulan ia dapat merasa sempurna. Aku selalu ingin menjadi bagian dalam dirinya. Matahari sangat berjasa bagi hidupku, karenanya aku mampu bersinar terang pada malam yang datang. Saat beribu bintang selalu menyapaku dan memujiku, ku bilang padanya bahwa masih ada yang lebih baik, dan yang sangat berjasa memberi kekuatan untukku. Ku sampaikan pesan-pesan bintang itu padanya saat senja telah datang. Bulan akan selalu bangga jika sinar matahari tak akan pernah pudar. Intinya, seseorang yang merasa dirinya sangat lemah, mungkin ialah orang paling beruntung didunia. Karena sesungguhnya dialah yang mampu memancarkan cahaya lebih hebat daripada teman-temannya.

  15. yuliono says:

    Kisahku ini bukan kisahku. Kisahku sendiri masih terus bergulir dan belum bisa kukatakan bahwa …and I lived happily ever after… Tentu saja, saat ini aku bahagia dengan hidupku. Tapi, aku belum bisa menyatakan bahwa frasa itu bisa menggambarkan kebahagiaanku. Akan kucari sampai pada titik tertentu, aku sanggup menggunakan frasa itu secara percaya diri.

    Ini kisah tenang orangtuaku. Meski tidak dapat bersama hingga kakek-nenek, tapi hanyalah takdir yang mampu memisahkan keduanya. Ibu lebih dulu kembali ke haribaan ketika aku masuk SMA setelah kalah berjuang melawan penyakit lever-nya. Namun, aku tetap akan bilang… and they lived happily ever after. How come? you asked.

    Sepanjang masa kanak-kanakku, hanyalah pertengkaran, adu-mulut, bahkan hampir saja saling adu otot yang terjadi antara bapak dan ibuku. Kami hidup serba pas-pasan. Tak bisa aku menyalahkan Ibu yang akhirnya secara sembunyi-sembunyi berutang pada rentenir keliling ketika kebutuhan makin banyak sedangkan penghasilan Bapak dari menggarap sawah milik tetangga tak pernah bisa diandalkan. Tak pula aku menyalahkan Bapak yang sudah harus berangkat ke sawah sebelum matahari terbit dan pulang ketika matahari telah kembali ke peraduannya.

    Lima mulut anaknya butuh makan. Bayangkan, lima anak laki-laki. Satu porsi nasi pecel berlauk rempeyek dan tempe goreng tak akan cukup mengenyangkan perut lima anak laki-laki, bukan? Maka tambal sulam dari hasil berutang ibulah yang membuat kelima anak lelaki itu tumbuh. Tapi, berkat utang-utang itu pula, suatu kali Bapak sempat hilang kendali dan hampir menghantam Ibu dengan alu–tongkat pemukul padi. Aku kecil bertubuh kurus kurang gizi nekat mengadang niat Bapak. Untunglah, alu itu tak pernah melukai Ibu.

    Lalu, musibah itu datang. Ibu didiagnosa kena lever stadium lanjut. Saat itulah, seolah dunia terbalik 180 derajat. Sorot geram di mata Bapak perlahan meredup dan digantikan sinar teduh yang menyiratkan ketulusan. Dengan telaten Bapak membawa Ibu berobat ke sana kemari. Modern dan tradisional. Rekomendasi kyai dan kenalan. Semua dicoba, demi kesembuhan Ibu. Bapak tampak tak pernah lelah. Meskipun akhirnya perjuangan itu harus berakhir pahit di suatu subuh di tahun 1998. Pada hari itulah Tuhan memanggil ibu kembali ke dekapan-Nya. Bayang hitam kesedihan menyelimuti keluarga kami. Aku sampai tak bisa meneteskan air mata sangking beratnya beban yang mesti kutanggung. Namun, bapaklah yang menguatkanku, “Le (Nak), ikhlaskan ibumu. Doakan yang terbaik biar jalannya dimudahkan. Bukan berarti kita melupakannya. Ibu akan tetap di hati kita.”

    Aku tersengguk pada bantal, dengan tangan Bapak yang mengusap-usap punggungku. Aku memang sedih, tapi aku juga bahagia. Di ujung takdirnya, Bapak dan Ibu menyempatkan untuk menjalani hidup dalam nuansa cinta. Cinta, yang kusangka, membuat mereka… lived happily ever after.

  16. Saat itu pasti aku sudah gila. Mungkin karena aku terlalu banyak bermimpi. Tapi saat aku memikirkan Aidan, aku ingin merasakan sentuhannya yang lembut. Aku ingin membisikkan kata-kata di telinganya. Kata-kata yang telah setua waktu. Kata-kata yang bisa dia dengar andaikan dia milikku. Andai saja aku bisa kembali ke hari pertama saat berjumpa dengannya. Seharusnya aku melakukan sesuatu saat Aidan tampak di hadapanku karena kini aku tahu bahwa perasaannya sama sepertiku dan akan kubiskikkan kata-kata ini saat dia berbaring di sisiku
    “Aku mencintaimu. Tolong jawab jika kau juga mencintaiku. Tiga kata ini akan mengubah hidup kita selamanya. Dan aku berjanji kita akan selalu bersama hingga akhir waktu.”
    Jadi, hari ini aku merasakan keberanian dalam diriku untuk berjalan menuju rumahnya. Tapi, tubuhku terasa kaku seperti ribuan kali sebelumnya saat akhirnya aku sampai. Tiba-tiba tanpa berkata apa pun dia memberiku sebuah surat.
    Hatiku berdegup kencang.
    Dengan keberanianku untuk melangkah ke rumahnya aku mendapat sesuatu yang sangat berharga. Aidan juga mencintaiku tapi dia terlalu malu untuk mengungkapkannya. Kini tiga kata “Aku cinta kamu” membuat hidup kita lebih indah.

  17. Suatu hari gadis kecil itu yang awalnya periang dan mudah sekali tertawa, tiba-tiba menundukkan kepalanya dan matanya sembab.. Gadis itu ternyata menyimpan suatu masalah yang sangat besar dan ia tak berani bercerita kepada siapapun. Ia melarikan diri dari istana ,pergi jauh kearah desa. Ia mencari tempat untuk memecahkan masalahnya tapi bukannya terpecahkan tiba-tiba ketika ia sedang berjalan , ia tertabrak kereta kuda. Ia mengerang kesakitan pada kakinya. Sang kusir kuda turun untuk melihat kaki gadis kecil. Melihat bahwa kaki gadis kecil itu terkilir, ia menawarkan bantuan untuk memijat dirumahnya yang tak jauh dari tempat berhenti. Gadis kecil itu mengangguk setuju.

    Ketika dirumah kusir kuda, kaki gadis kecil itu diurut meskipun memarnya tak bisa sembuh dalam satu hari. Gadis kecil itu bernama Kaisha, dan kusir kuda bernama Kyoga. Melihat kakinya yang membutuhkan perawatan beberapa hari, Kaisha memutuskan untuk menginap dirumah Kyoga. Tentu saja Kyoga keberatan, namun Kaisha meyakinkan bahwa dirinya akan baik-baik saja selama disini.

    Setelah 7 hari berlalu dan Kaisha bisa berjalan kembali, Kyoga penasaran mengapa Kaisha tak mau diajak pulang. Karena terus disesak, Kaisha meceritakan masalahnya pada Kyoga. “Aku memiliki masalah besar. Aku menghilangkan batu permata milik Ibu Tiri ku. Aku takut dimarahi dan diusir dari istana” ,Kaisha menangis dan mengusap air mata dengan pundak tangannya. Kyoga merasa kasihan, ah tidak ini lebih dari kasihan. Ditatapnya Putri Kaisha yang menangis, tangannya terjulur untuk mengusap air mata itu. Kyoga sadar, 7 hari kebersamaan persama Putri Kaisha membuatnya jatuh cinta dengannya dan Putri Kaisha pun mencintainya meskipun tanpa sepatah kata.

    Putri Kaisha dan Kyoga menaiki kereta kuda dan menuju istana sang Ratu Elle ( ibu tiri Putri Kaisha ). Kaisha menggenggam erat tangan Kyoga dan bersembunyi dibalik pundaknya. Tatapan Ratu Elle seperti siap menerkam Putri Kaisha. Matanya memicing tajam. Kyoga berbicara pada Ratu Elle, untuk tidak mengusir Putri Kaisha. Penjelasan panjang lebar oleh Kyoga dan Putri Kaisha tak diterima mentah-mentah oleh Ratu Elle. Putri Kaisha semakin takut, tapi genggaman dan bisikan Kyoga menenangkannya, “Kita pasti bisa meluluhkan batu keras didepan ini” .

    Dengan perdebatan sengit, Ratu Elle memaafkan anak tirinya itu. Kyoga merasa aman, kini ia harus berani mengutarakan niatannya untuk bersama sang putri. Seketika amarah Ratu Elle berkobar kembali. Kali ini Putri Kaisha yang menjelaskan semuanya, “Aku mencitainya Ibu. Apa salahnya jika seorang putri bersanding dengan seorang kusir kuda? Itu hal yang mulia bukan? Dan itu bukan aib yang memalukan”

    Putri Kaisha dan Kyoga berlutut dihadapan Ratu Elle, meminta restu darinya. Tak semudah itu. Ratu Elle mendiamkan putri kaisha dan kyoga tetap berlutut meskipun dirinya telah beranjak .

    Sampai di hari ke 15, Ratu Elle luluh melihat perjuangan sepasang kekasih itu. Saling menguatkan satu sama lain dan menopang ketika salah satu diantara mereka hendak jatuh. Ratu Elle melihat ketulusan mereka terpancar jelas. Dan Ratu Elle pun merestui hubungan Putri Kaisha dengan Kyoga ^^

  18. Seorang kakek yang telah lama ditinggal istrinya tinggal di sebuah ladang bunga matahari, ia tinggal di dalam rumah kayu yang tentu saja jauh dari hirup pikuk kota bahkan ia tak punya tetangga. Yang ia lakukan hanya mengenang memori indahnya yang telah lalu bersama istrinya, meskipun mereka berdua tak memilki anak satupun. Sekarang kakek hanya bisa merebus rindu dan menyulam kenangannya sendiri, sambil merawat kawanan bunga matahari yang ada di sekitar rumahnya, di ladangnya, ia masih bisa tertawa meski luka tak akan sembuh dalam waktu dekat.

    Seorang peri yang telah lama merawat nenek yang kabur dari panti jompo memiliki keinginan untuk mencari rumah baru, rumah pohon yang ia tinggali bersama nenek selama ini sudah tak layak muat lagi. Dimulailah perjalanan mereka, perjalanan selama beberapa minggu sampai mereka menemukan sebuah rumah kayu di sebuah bukit yang dipenuhi tanaman bunga matahari.

    Nenek dan kakek itu bertemu, dan lama kelamaan mereka saling berbagi luka dan mencoba membebat perih antara satu sama lainnya. Peri mampu melihat ketulusan mereka masing-masing dan akan membuat mereka menjadi muda kembali, karena peri tahu keduanya tak akan hidup lebih lama lagi. Dengan satu konsekuensi; mereka harus meninggalkan ladang bunga matahari ini dan memulai perjalanan baru untuk menguji cinta yang sesungguhnya. Peri akhirnya mewujudkan kejadian ajaib itu dan ia menjadi penghuni ladang bunga matahari untuk waktu selama-lamanya. Dan Happily Ever After adalah ketika pasangan kakek-nenek itu memulai segalanya dari awal; perjalanan baru yang akan membuktikan segalanya, keliling dunia dengan fisik seperti dahulu kala lagi sekaligus meninggalkan memori lama dan tentu saja keajaiban peri dan ladang bunga matahari.

  19. Saban pagi, dua ekor semut, satu merah dan satu hitam yang tangannya tengah sibuk memangku gula guna fermentasi makanan di kerajaannya berhenti dan berdialog sebentar:
    Merah : “Kau kelihatan kelelahan, apa kau baik-baik saja?”
    Hitam : “Sebenarnya tidak seperti yang kau lihat, aku bahkan lebih lelah daripada yang kau kira.”
    Merah : “Apa sebabnya?”
    Hitam : “Kau tahu, aku sudah terlalu tua untuk ukuran pengangkut makanan. Lalu, setelah bekerja sekian lama dan setelah berkeringat sekian banyak. Apa aku harus mati sendiri diinjak-injak manusia?”
    Merah : “Kau harusnya beristirahat, anak-anakmu menunggu dirumah.”
    Hitam : “Andai saja kehidupan sewaktu uzur semenarik itu.”
    Merah : “Harusnya memang seperti itu.”
    Hitam : “Ya, anggap saja aku pengecualian. Barangkali kau tidak pernah tahu bagaimana hidup susah sejak dulu, membesarkan anak sendirian, melatih kerja sendirian, dan pada akhirnya, hidup juga sendirian lalu mati juga sendirian.”
    Merah : “Memangnya kemana anakmu?”
    Hitam : “Ia bahagia dengan pekerjaannya di seberang dunia sana. Konon katanya, makanan disana lebih variatif dan lebih segar, prospek terhadap hidup jauh lebih sehat.”
    Merah : “Aku tidak tahu kalau ditinggalkan anak sebegitu sakitnya.”
    Hitam : “Memang.”

    Tenang saja mah, yah. Anakmu pasti pulang. Jangan kau khawatiri berlebihan.

  20. Widiani says:

    “Menurut saya, happily ever after itu adalah sesuatu yang harus diusahakan.”

    Aku setuju banget 🙂

    Karena pada dasarnya, menurut aku, segala sesuatu itu bisa dikondisikan, bisa dibicarakan dengan cara baik-baik, dan bisa diusahakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang optimal, seperti yang kita harapkan sebelumnya.

    Iya… Semuanya tergantung pada dua hal. Yaitu niat dan kemauan. Itu saja. 🙂

    Namun bagaimana menyikapi sesuatu yang telah kita perjuangkan namun tidak membuahkan hasil seperti yang kita harapkan, alias tidak berakhir “happily ever after”, padahal kita merasa telah memperjuangkannya semaksimal yang kita bisa.?
    Berpikir positip. Aku rasa itulah kuncinya. Berpikir positip bahwa tidak semua yang kamu inginkan adalah baik untuk kamu.

    Jadi, jangan khawatir, dengan sesuatu yang telah kamu perjuangkan namun gak “happily ever after”, karena pasti Allah SWT telah mempersiapkan yang lebih baik untuk kamu (dibandingkan dengan yang telah kamu perjuangkan selama ini) yang bahkan mungkin tak pernah kamu pikirkan sebelumnya 🙂
    Keep smile and positive thinking 🙂

    – Twitter : @wiiidiani

  21. Widiani says:

    “Menurut saya, happily ever after itu adalah sesuatu yang harus diusahakan.”

    Aku setuju banget 🙂

    Karena pada dasarnya, menurut aku, segala sesuatu itu bisa dikondisikan, bisa dibicarakan dengan cara baik-baik, dan bisa diusahakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang optimal, seperti yang kita harapkan sebelumnya.

    Iya… Semuanya tergantung pada dua hal. Yaitu niat dan kemauan. Itu saja. 🙂

    Namun bagaimana menyikapi sesuatu yang telah kita perjuangkan namun tidak membuahkan hasil seperti yang kita harapkan, alias tidak berakhir “happily ever after”, padahal kita merasa telah memperjuangkannya semaksimal yang kita bisa.?
    Berpikir positip. Aku rasa itulah kuncinya. Berpikir positip bahwa tidak semua yang kamu inginkan adalah baik untuk kamu.

    Jadi, jangan khawatir, dengan sesuatu yang telah kamu perjuangkan namun gak “happily ever after”, karena pasti Allah SWT telah mempersiapkan yang lebih baik untuk kamu (dibandingkan dengan yang telah kamu perjuangkan selama ini) yang bahkan mungkin tak pernah kamu pikirkan sebelumnya 🙂
    Keep smile and positive thinking 🙂

    Wiwi Widiani (@wiiidiani)

  22. Tidak selamanya “Happily Ever After” dikaitkan dengan bertemu pangeran dikemudian hari. Ketika aku dapat menyelesaikan masa-masa SMA ku dengan semua kenangan-kenangan yang tidak akan pernah dapat tergantikan, nilai yang memuaskan dan mendapat kabar kalau aku diterima di perguruan tinggi negeri yang sangat aku ingin-inginkan. Melihat kedua orangtuaku bangga dengan hasil kerja kerasku untuk mewujudkan semua cita-cita ku dan harapan yang sudah ditaruh oleh kedua orangtuaku kepadaku. Itu adalah “Happily Ever After” bagiku.

  23. Akhir bahagia dalam setiap cerita, bukanlah akhir bahagia yang sebenarnya. Kenapa? Karena akan ada cerita-cerita lain setelah itu, dan tidak ada suatu cerita yang akan bertahan selama-lamanya.

    Anna bahagia karena setelah selian lama menyimpan perasaan terpendam pada Dias, mereka akhirnya dapat bertemu dan bercakap-cakap secara langsung.
    Dias begitu baik dan perhatian, membuat hari-hari Anna jauh lebih baik dari sebelumnya. Bersama Dias, Anna melakukan hal-hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Di umurnya yang 19 tahun ini, akhirnya ada seseorang yang datang ke rumahnya untuk belajar bersama, berdua. Untuk pertama kalinya makan berdua di luar. Untuk pertama kalinya pergi berdua di malam hari. Untuk pertama kalinya nonton bioskop berdua. Untuk pertama kalinya, Anna berani melisankan perasaannya terhadap orang di depannya, meskipun secara tersirat.

    Bagi siapapun yang sudah menaruh begitu banyak perasaannya pada seseorang, hal yang telah terjadi pada Anna merupakan sebuah mimpi yang jadi kenyataan. Dias juga dengan lantangnya menyatakan apa yang terjadi pada mereka, bukanlah mimpi semata. Anna akhirnya memberikan seluruh hatinya pada Dias. Anna tau mereka belum terikat apapun, tapi dari apa yang dikatakan Dias, Anna rela bertaruh, meskipun hati Anna sendiri yang jadi taruhannya.

    Saat mereka semakin dekat, ternyata semua memang hanya mimpi. Mendapatkan seorang Dias yang jauh diatas Anna, memang belum mungkin untuk saat ini. Pada akhirnya, mereka hanya menjadi teman baik. Memang tidak sesuai harapan, tapi masih jauh dari cukup. Akhir cerita ini, bukanlah akhir cerita bahagia dari seorang Anna, tapi bukan juga akhir yang buruk. Masih akan ada cerita lain dari hidupnya, dan suatu saat nanti, Anna akan mendapatkan kebahagiaan yang seutuhnya.

  24. Athaya Irfan says:

    Kisah Maria

    Maria tidak menyangka ia akan jatuh cinta dengan seorang tentara perang yang amat gagah ditengah pengabdiannya sebagai perawat di salah satu daerah perang di Pakistan. Tetapi sayang untuk mengahampiri tentara yang gagah itu untuk sekedar tahu namanya saja sulit sekali dan malah membuat detak jantungnya berdegub tak karuan. Maria dan tentara itu sempat berpapasan beberapa kali namun tak ada tegur sapa sekalipun. Tetapi setelah bertemu dengan komandan besar pasukan kini Maria tahu pria itu bernama Ali. Tanpa Maria sadar Ali juga memendam perasaan padanya.
    Setahun berlalu Ali memberanikan diri menikahi Maria, bisa dibilang itu adalah pernikahan yang sulit karna mereka terancam tidak dapat saling bertemu dikarenakan pekejaan Ali yang mengharuskannya untuk terjun ke medan perang. Tetapi akhirnya pernikahan tetap dijalankan. Tiga hari kemudian perang terjadi lagi dan Ali mendpat panggilan kembali. Musim terus berlalu dan tak kunjung ada kabar darinya. Maria tetap menunggu seperti pinta sang suami yang mungkin kini sedang berada ditengah lautan lepas. Jauh dari daratan.
    Ditengah bunyi berdebam meriam yang ditembakkan ke kapal musuh Ali mulai menulis surat yang mungkin akan menjadi penanda terakhirnya kepada Maria. Kekasih hatinya itu sudah menantinya begitu lama tetapi Ali tak tahu akankah ia dapat kembali dengan segera. Pesan yang ia tulis kini berpindah tangan pada kurir yang nanti akan mengirimkan pesannya.
    Pertempuran di atas kapal itu semakin bergejolak. Satu-satu para tentara mulai tumbang karna terkena serangan meriam musuh. Akhirnya Ali ikut tertembak bersama para pejuang lainnya. Ia meninggal dengan luka bakar hebat disekujur tubuh saat melindungi Komandannya dari tembakan. Karena tak ada tempat untuk menguburkan jasad yang telah teas, Jasad Ali dan tentara lainnya ditenggelamkan didasar lautan. Ali meninggalkan cintanya jauh diatas daratan tempat dulu ia meminangnya. Tetapi Ia bahagia bisa menjadikan sang kekasih menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Ia mampu mempertahankan rasa cintanya hingga maut merenggut nyawanya.
    Bagaimana dengan surat itu? Pesan terakhir itu kini sudah berada dimuka rumah dan siap dibaca setiap kata yang tertuang didalamnya.

  25. Hai kak, aku ikutan ya 😀

    Bus Stop No. 237564: Jane and John Doe

    Jane dan John bertemu pertama kalinya di bus stop nomor 237564. Jane sedang menunggu bus nomor 75 untuk pulang dari kantornya, sedangkan John sedang menunggu bus nomor 106 untuk berangkat ke tempat kerjanya. Jane sudah bekerja di kantor barunya ini selama setahun, dan selalu pulang dengan bus yang ditunggunya di bus stop itu, tapi baru sekarang ia menyadari kehadiran seorang pria bertato abstrak yang selalu berdiri beberapa meter dari tempatnya bersandar, dan sejak hari pertama ia menyadarinya, Jane tertarik pada pria dengan senyuman manis di balik kacamata hitamnya itu. Itu yang membuat Jane semakin semangat berangkat kerja setiap harinya, tapi sayang bukan untuk bekerja, melainkan untuk menanti-nanti jam pulang dan beranjak menuju bus stop tempat ia bertemu pria itu. Walaupun hampir bertemu setiap hari di tempat dan posisi yang sama, Jane dan John tidak pernah saling mengenal – saling tidak tahu nama, apalagi tujuan masing-masing. Mereka hanya saling tahu bus yang ditunggu dan sama-sama menaikinya karena bus mereka datang di waktu yang nyaris bersamaan. Jane yakin ia hanya mengagumi wajah tampan pria itu dan senyuman manisnya, dan John yakin ia hanya mengagumi keceriaan Jane yang tidak pernah luntur bahkan oleh kelelahan setelah bekerja. Setelah saling mengamati selama beberapa minggu, keduanya saling mempelajari – tahu bahwa mereka sama-sama sudah bekerja, melihay seragam yang sama-sama mereka kenakan, dan dari wajah lelahnya, John tahu Jane baru pulang kerja, walaupun wanita itu selalu tampak ceria. Ia bahkan sering membantu orang-orang asing di sekitarnya yang sama-sama menunggu bus – wanita tua yang kesulitan dengan barang-barang bawaannya, wanita lain dengan kursi rodanya… Tapi setelah berminggu-minggu saling lirik dan menikmati keberadaan sesama, tidak pernah ada satu pun kata yang pernah keluar di antara mereka. Jane sempat memikirkan berbagai skenario “bagaimana jika” untuk kisah cinta mereka – semacam sitrom, bukan sitcom. Situation romance, semacam cinta lokasi. Tapi sulit baginya untuk membayangkan akhirnya. Apakah bisa bahagia? Bahkan untuk memulainya saja Jane bingung harus darimana. Apa mereka dipertemukan oleh sebuah kebetulan berlanjut, atau memang takdir yang mempertemukan mereka? Seperti open ending dalam sebuah film atau novel, kisah mereka juga tidak memiliki akhir yang pasti. Terserah padamu ingin mengakhirinya bagaimana.

    Cuma iseng, tapi based on true story. Ahem. Semoga suka ya, kak. Kalo kepilih menang, syukurlah, kalo enggak, aku tetap senang bisa ikutan 😀

  26. aurorsi says:

    Kulitnya paling terang dibanding anak-anak yang duduk bersamanya. Senyum tak lepas dari wajahnya. Kuulurkan tanganku padanya, kusebut namaku dan bertanya padanya. Begitulah awal perkenalan kami, hingga beberapa minggu kemudian aku melihat sisinya yang lain. Ia, seperti ingin meninggalkan dunia ini. Tak banyak yang bisa kulakukan. Aku tahu ia akan menjauh jika kecenderungan itu aku tahu. Hanya tetap berinteraksi seperti biasa dan menjauhkannya dari kesendirian, yang aku percaya akan menjaganya tetap di sini.

  27. Savirra giftya says:

    Mereka, samasama pernah terluka. Sebut saja namanya Ari dan Raya. Dua sosok manusia yang berada di belahan dunia berbeda, tetapi disatukan oleh keinginan sederhana. Mencintai untuk berbalik dicintai.

    Ari, as known as Arifqi dwiwarna. Hidupnya bahagia. Mungkin jika orang melihatnya dari luar. Tetapi, don’t judge the book by the cover. Ari begitu mencintai sosok Reta, sahabatnya sejak kecil. Mereka selalu bersama. Bagaikan amplop dan perangko yang selalu merekat. Seakan tak terpisahkan.
    Cinta ari bukanlah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Awalnya, Perasaan itu tak pernah ada. Ari hanya menganggap Reta, tak lebih dari sahabat. Hingga suatu saat, ketika mereka baru saja pulang dari sekolah. Reta mengungkapkan segalanya. Memberitahukan perasaannya. Membuat Ari tak mampu berkata banyak. Di satu sisi, Ia tak ingin menyakiti perasaan Reta. Namun disisi yang lain, Ia tak mungkin mencintai Reta yang sudah seperti adiknya sendiri. Dengan berat hati, Ari menerima permintaan itu. Reta begitu bahagia saat itu. Saking senangnya, ia langsung memeluk Ari dengan sangat erat. Tak peduli bagaimana orang lain memperhatikan mereka.
    Lambat laun, hari demi hari. Seperti pepatah mengatakan, cinta itu datang karena terbiasa. Ari mulai mencintai Reta. Hingga seluruh jam terbangnya banyak Ia habiskan bersama Reta. Apa-apa Reta. Ini-itu Reta. Segalanya tentang Reta. Sampai suatu hari di bulan Juni, Ari mendapati Reta, berselingkuh dengan teman sekelas mereka. Reta mengelak dengan keras. Ia berdalih tidak ada apa-apa diantara dirinya dan lelaki tersebut. Namun ketika itu hati Ari terlanjur terluka. Dengan segala emosi yang berusaha Ia pendam, Ari memutuskan hubungan mereka. Dan berjanji tak akan pernah mengungkit hal itu lagi. Mulai saat itu, Ari memlih untuk tidak lagi dekat dengan wanita. Entah siapapun orangnya.

    Raya, as known as Clara Athaya. Gadis yang satu ini begitu mencintai buku. Baginya, no days without reading a book. Raya begitu mengagumi sosok Rey. Cowok berkulit putih yang juga pecinta buku. Tetapi Mereka bukanlah sepasang sahabat yang selalu bersama sejak kecil.
    Raya pertama kali bertemu Rey ketika mereka samasama duduk di bangku sma. Tepatnya 3 tahun yang lalu. Secara tidak sengaja Rey bertemu dengannya di bazar buku milik sekolah. Setelah hari itu, mereka sering bertukar pesan. Berbincang tentang buku favorite mereka masing-masing atau bahkan hanya sekedar menanyakan kabar. Lambat laun, getaran di dada Raya hadir. Sayangnya ketika itu Rey tengah jatuh cinta pada seseorang. Setiap hari, dengan tidak bosannya Rey bercerita kepada Raya. Tentang wanita yang hampir membuatnya tak bisa tidur setiap malam. Meski hatinya terus terluka, Ia berusaha menjadi pendengar Rey yang baik.
    Suatu saat, entah karena apa. Tiba-tiba Rey menanyakan bagaimana perasaannya terhadap Rey. Ia bingung. Tak mungkin jika berkata jujur. Tapi, hati kecilnya berkata bahwa, “tak ada cinta yang tak diungkapkan”. Dengan segala keberanian yang Ia kumpulkan. Ia berjanji akan memberitahukan perasaannya terhadap Rey. Dengan satu syarat, jika Rey sudah mengetahui isi hatinya, ia meminta Rey untuk pergi dari kehidupannya. Bagaimana pun keadaannya. Tiba-tiba Rey mengenggam tangannya. Meminta Raya untuk tidak pergi. Karena sebenarnya Raya lah yang Ia cintai. Rey hanya tak ingin jika perasaannya itu membuat wanita-yang-sering-ia-ceritakan terluka. Ia bilang, “kasih aku waktu buat mutusin dia ray.” Dan Raya membalasnya dengan semua anggukan. Mencoba menerima janji itu. Berharap mimpinya menjadi kenyataan.
    Hari demi hari, hubungan Rey dengan kekasihnya tidak kunjung usai, malah semakin erat. Tinggalah Raya yang hanya bisa diam membisu. Duduk termenung dengan sebongkah janji yang terus Ia genggam. Seluruh sel dalam otaknya berkata untuk melepaskan janji itu. Namun hati kecilnya selalu bertolak belakang. Hingga secara tak sengaja, Raya mendengar Rey dan kekasihnya itu saling berjanji untuk setia. Tidak akan meninggalkan satu sama lain, meski ada orang lain yang menghalangi. Mulai saat itu, hati Raya terbuka. Ia tidak inginmengenggam janji kosong itu lagi. Dan memilih untuk me-nyendiri-kan hatinya. Dari siapapun.

    Dan kini Raya dan Ari bertemu. Dalam sebuah pameran foto milik sahabat mereka. Saat itu mereka berada dalam meja yang sama. Duduk berdampingan. Dan tanpa diduga, cerita masa lalu mereka, rasa sakit itu, membuat mereka dengan segera akrab. Mencoba membuka hati yang hampir tertutup rapat. Bersama-sama.

  28. Wulansari says:

    Pernahkah kau mendengar cerita mengenai dua orang yang memiliki sifat serupa dan mudah terluka? Aku pernah. Mereka bertemu pada suatu masa di mana keduanya saling bahagia. Memiliki kisah cinta masing-masing untuk saling berbagi kebahagian. Kemudian mereka terluka. Mereka tak lagi membagi kisah senyuman atau manisnya sentuhan, melainkan mengenai luka yang menganga.

    Mereka selalu dekat seperti itu, tetapi tak ada hubungan apa-apa di antara keduanya. Mereka memutuskan seperti itu karena mereka tahu, mereka mudah terluka dan tersakiti. Bagi mereka, cukup saling berbagi senyum dan tangis, tak ada kisah cinta nan menyayat hati. Saling menguatkan saja cukup untuk merasa saling memiliki

  29. Je says:

    Paling atas familier banget kisahnya di google dan video youtube, ya.

  30. tinggallah seorang putri kerajaan yang sangat cantik jelita.Athena.ya athena.dia memiliki semuanya.apapun yang ia mau.istana yang besar,org tua yang melimpahkan kasih sayang kepadanya,harta yang berlimpah,saudara yang baik.tetapi,dia merasa kesepian.ya,kesepian.bukan,bukan dia tidak memliki teman.temannya sangat banyak.ia butuh teman cerita,yang tidak bisa ia dapatkan dari teman-temannya.ia butuh sseorg untuk berbagi,bukan kepada saudara-saudaranya.ia butuh sseorg.sahabat.ya,ia butuh seorang sahabat.tapi dia tak tahu bagaimana dia dapat mencari seorang sahabat.dia terlalu takut.teman-temannya yang mendekatinya hanya untuk memanfaatkannya.apa itu sahabat?bukan.
    di saat ia mmerlukan bantuan,teman-temannya justru meninggalkannya.apa itu sahabat?bukan.
    ia harus mencari seorang sahabat.
    ia memutuskan untuk membuat sayembara.ia tak tahu bagaimana caranya untuk mencari seorang sahabat.

  31. tinggallah seorang putri kerajaan yang sangat cantik jelita.Athena.ya athena.dia memiliki semuanya.apapun yang ia mau.istana yang besar,org tua yang melimpahkan kasih sayang kepadanya,harta yang berlimpah,saudara yang baik.tetapi,dia merasa kesepian.ya,kesepian.bukan,bukan dia tidak memliki teman.temannya sangat banyak.tapi ia masih merasa kesepian.ia butuh teman cerita,yang tidak bisa ia dapatkan dari teman-temannya.ia butuh sseorg untuk berbagi,bukan kepada saudara-saudaranya.ia butuh sseorg.sahabat.ya,ia butuh seorang sahabat.tapi dia tak tahu bagaimana dia dapat mencari seorang sahabat.dia terlalu takut.teman-temannya mendekatinya hanya untuk memanfaatkannya.apa itu sahabat?bukan.
    di saat ia mmerlukan bantuan,teman-temannya justru meninggalkannya.apa itu sahabat?bukan.
    ia harus mencari seorang sahabat.

  32. denaldd says:

    301113 – Masa Dimana Semua Bermula

    Hari ini setahun yang lalu…
    Saya dan kamu adalah dua asing dalam ruang yang berbeda. Terperangkap dalam kotak yang bernama mesin pencari cinta. Kamu melihat saya, tanpa ada niat untuk menyapa. Hanya memandang dari sudut yang berbeda. Saya memulai menyapa kamu. Tanpa ada rasa, tanpa ada asa. Hanya sebuah sapaan biasa. Iseng tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kamu membalas sapaan saya, lugas, tegas, tanpa ada kata yang bias. Kita kemudian saling bertegur sapa, memulai percakapan yang jauh dari kata istimewa. Saya dan kamu memulai semuanya dari sepotong kata. Delapan bulan berlalu, saya dan kamu melebur menjadi kita, berucap janji setia saling menjaga selamanya dan tidak akan menyia-nyiakan yang telah dipersatukanNya menjadi ikatan yang tidak akan lepas seberapa kuat goncangan dan ujian yang ada dihadapan.

    Hari ini setahun kemudian…
    Saya dan kamu telah berubah menjadi kita dalam ruang yang sama. Kita yang pada awalnya memulai dengan sapa yang sederhana, melanjutkan langkah dengan sebongkah doa agar niat tetap kuat, saling bergandengan tangan sampai maut memisahkan. Meskipun saat ini kita masih terpisah oleh jarak namun selalu yakin bahwa keikhlasan hati untuk saling bersama mampu meretas rentang yang membentang. Jalan kita masih panjang dan tidak pernah tahu apa yang ada didepan. Mari kita jalani segalanya secara sederhana namun dengan langkah luar biasa. Langkah penuh cinta, saling berbagi tawa, suka dan duka dalam balutan doa. Kita adalah kisah anak manusia dua benua yang tertempa oleh waktu dan luruh pada sebuah kata yang bernama cinta

    Teruntuk kamu, suami dan teman terbaik dalam hidup. Terima kasih sudah menemukan saya, sampai melintas samudra dan benua. The most wonderful thing i decided to do was to share my life and heart with you. Thank you

    NB : 301113 adalah mahar pernikahan kami, sebuah penanda tentang masa dimana semuanya bermula.

    -deny-
    @denald
    deny.lestiyorini@gmail.com
    http://www.denald.com

  33. ananda says:

    Ara berlari pulang ketika mendengar suara ibu memanggil. Rambut ikal yang tidak disisir bergoyang seirama dengan langkahnya. “Belikan ibu terigu seprapat di warung Pak Haji, Neng!” ujar ibu seraya menyerahkan selembar uang lima ribu. Ara mempercepat larinya, teman-teman menunggu di lapangan depan rumah, permainan karet belum bisa berlanjut, karena kini giliran Ara yang melompat.

    Terigu telah di tangan, uang lima ribu diberikan ke Pak Haji. Masih ada kembali. Pak Haji memberi selembar uang bergambar Pangeran Antasari. Ara mengambil dengan cepat, menggenggam erat, lalu berlari secepat kilat. Tiba di rumah, terigu dan uang kembali diletakkan sembarang di atas teras. “Aku dataaang!” teriak Ara di tengah teman-teman yang masih menunggu, tidak lupa memamerkan gigi serinya yang kecil-kecil.

    “Araaaaaa!” gigi serinya seketika mengatup, ibu teriak lagi. “Kembalinya kurang, kamu gimana, sih?!” ancang-ancang yang sudah dipasang untuk melompat terkesiap. “Balik lagi ke Pak Haji, Neng! Kurang seribu.” lari lagi ke warung.

    Ibu, kenapa suka meminta ke warung saat sedang asik main? Gerutu Ara dalam hati. Setelah uang seribu didapat dan diserahkan pada ibu, teman-teman sudah hilang. Mereka kesal menunggu terlalu lama. Ara sudah malas main karena lelah berlari.
    “Pulang, Neng! Sudah mau maghrib.” ibu teriak lagi. Maka, pulang.

    @sadraananda
    sadrananda@gmail.com
    http://sadraananda.com (:

  34. Permasalahan ini sungguh pelik, semua mantra untuk kekuatan hati telah aku kerahkan, bahkan, mengalihkan pandangan dari wajahnya pun telah aku usahakan, walau terkadang, aku memegangi dadaku. Terlalu sakit, jika melihat kenyataan ini. Apa jatuh cinta butuh pengorbanan seperti ini ? menyiksa batin ? menghambur – hamburkan air mata ? menyesakkan dada ?
    Tentu tidak, tidak semua cinta harus menyakitkan, menyedihkan, menyengsarakan. Ini hanya ceritaku saja dengannya. Bukan, bukan dia yang kesusahan menahan sakit hati, tapi, aku. Hanya aku yang tahu, dan merasakannya.
    Cinta. Bertepuk. Sebelah. Tangan.
    Cinta. Tak. Terbalas.
    Ya apapun itu, aku paham semuanya. Aku tahu rasanya, karena aku mengalaminya. Aku sayang pada seseorang, tapi dia tidak membalas perasaanku. Apa yang bisa ku perbuat ? memohon padanya ? bertekuk lutut agar dia membalas ? memaksa dengan imbalan aku akan melakukan apapun agar dia mencintaiku ?
    Oh please, aku memang mencintainya. Aku perempuan. Aku sakit hati. Tapi aku bukan budak.
    Dia memang tidak bisa mencintaiku, dengan alasan yang tidak ingin aku ketahui. Tapi, bukan berarti aku bisa memaksanya. Biarkanlah, dia hanya menjadi orang yang tahu bahwa aku mencintainya.
    Cowok itu begitu dekat denganku saat ini, berada di ruang yang sama dan keadaan yang sama. Tapi, ketika cowok itu terasa semakin dekat, bahkan helaan nafasnya pun dapat terasa olehku, aku malah merasa bahwa dia semakin jauh, semakin menyakitkan, dan tidak bisa aku sentuh. Dengan kata lain, menatap wajah tampannya saja, aku tidak sanggup. Terlalu menyesakkan.
    Sudah kurang lebih 3 tahun aku mengenalnya, mengenal kebiasaannya, mengetahui kesukaannya, menciptakan percakapan kaku dan formal, sampai pada akhirnya, kami bisa berbicara dengan tenang, lancar, seolah kami seorang sahabat. Aku nyaman ketika dia begitu perhatian padaku, aku senang ketika dia dengan sendirinya datang ke mejaku, dan memberiku beberapa trik mengerjakan soal kimia. Disaat orang lain dengan riuhnya bergossip dan bernyanyi – nyanyi di kelas, dia dengan telaten mengajariku. Aku senang. Hal sepele, namun berdampak hebat buat hatiku.
    Sampai suatu ketika, ketika aku dan dia tidak akan bertemu dengan waktu yang cukup lama, karena kami akan lulus Sekolah Menengah Atas, aku merasa bahwa aku begitu bodoh. Semua perhatian dan pendekatannya padaku itu tidak ada arti apapun. Aku lihat, aku cermati, dia baik pada semua wanita, dia dekat pada semua wanita. Walaupun dia belum memiliki pacar. Tapi aku sadar, dia memperlakukan wanita sama besar. Tidak ada yang di spesialkan.
    Aku mengerti, aku terlalu berharap banyak. Apa berarti aku bodoh ? tentu saja, aku berpikiran seperti itu.
    Suatu hari di acara Prom Night sekolahku.
    Sebenarnya, aku tidak terlalu antusias dengan acara ini. Bagiku, menghadiri acara seperti ini bukanlah aku yang sebenarnya dan hanya akan menghambur – hamburkan waktu. Aku lebih menyukai berdiam diri di kamar, menulis sesuatu di laptop, mendengarkan lagu, atau menonton film.
    Tapi, beberapa cerita aku dengar dari orang – orang yang pernah menghadiri Prom Night. Acara ini tidak boleh di lewatkan. Sekali seumur hidup, bisa dibilang, kau boleh menjadi putri satu malam. Walaupun orang tidak memandang kalian seperti putri, tapi, setidaknya, kau akan tampil beda semalam.
    Aku pun mengahadiri Prom Night, hanya satu orang yang ingin aku lihat, aku sapa dan aku tatap. Dia. Tapi, aku tak kunjung menemukannya. Aku, bersama teman – temanku lalu mengambil tempat duduk di sebuah tangga. Kebetulan, Prom Night yang diadakan sekolahku mengambil tempat di sebuah kebun yang cukup luas dan di tata rapi, tidak di dalam gedung, yang menurutku akan sumpek dan panas. Aku lebih suka tema seperti ini.
    Tapi, kelemahannya adalah, aku kesulitan mencari sosoknya. Lampion – lampion yang menghiasa kebun disini, begitu remang – remang. Aku mendesah, lebih baik, aku menikmati lagu yang sedang dinyanyikan oleh sebuah band saja. siapa tahu, dia tiba – tiba datang dan duduk di sebelahku.
    Aku membuka percakapan dengan seorang teman, bertanya basa – basi tentang universitas. Aku pun bertanya pada cowok itu, datang dengan siapa, dan kenapa ceweknya tidak kelihatan bersamanya. Dia hanya mengangkat bahu dan menampakan wajah sedih.
    Detik berikutnya, aku melihat sosoknya menaiki tangga, tidak tahu akan kemana. Dengan bodoh aku menyapanya, “hei” dia menepuk tanganku pelan, lalu bilang “hei” dan meleos pergi. Aku menghela napas panjang, jantungku berdebar hebat, lututku lemas, dan aku ingin menangis.
    Hanya sebatas itu ? ya setelahnya, aku tidak bertemu dengannya.
    Sampai saat ini, aku hanya mendengar dan mengetahui kabarnya dari social media. Dari kicauannya. Dia berusaha begitu keras untuk mencapai impiannya agar di terima di sebuah universitas ternama di Bandung. Begitulah dia, selain cerdas, dia juga pantang menyerah. Aku suka.
    Aku selalu berdoa, suatu saat nanti, aku bisa bertemu dengannya. Dengan cara apapun yang akan Tuhan berikan. Aku ingin suatu hari, kita bertemu dan sulit dipisahkan.
    Kedengarannya seperti Fairytale memang, seorang putri dan pangeran yang sulit bersama, namun di akhir cerita mereka akan happy ever after. Tapi, apa salahnya berkhayal ?

    @ditamerdekawati

    1. Dita Merdekawati
      ditamerdeka.blogspot.com

  35. Lois Ninawati says:

    Pandanganku mulai buram, dan, tak ada suara yang bisa ku dengar. Sepi. Hitam.
    Awalnya, aku mendengar tepukan tangan dan sorakan.. Tapi, sekarang.. Hilang

    Samar-samar, aku mendengar seseorang berbicara dengan orang lain.
    “Apa diagnosa itu benar dok?” Tanya seorang wanita, sambil terisak..
    “Sesuai dengan pemeriksaan kami bu, itulah yang dapat kami simpulkan.Maaf, saya permisi dulu”
    Masih belum bisa aku membuka mata,ku dengar suara disampingku
    “Laura, kenapa kamu yang harus menanggung penyakit ini ? Kenapa penyakit ini ada di dalam tubuhmu? Kenapa…”Aku seperti mengenal suara itu.Aku berusaha membuka mataku dan,perlahan-lahan, mataku terbuka..Mama
    Yaa.. Aku tau, aku dimana.. Aku sudah sering mengalaminya.. Pingsan..Hidungku berdarah..
    “Ma,”kataku lemah
    “Laura,”mama buru-buru menghapus air matanya supaya aku tak melihatnya meneteskan air mata,tapi, aku sudah melihatnya
    “Aku sakit apa ma?”Masih dalam keadaan lemah
    “Um..mm..ka-kamu nggak sakit kok Ra..cuma kecapekan aja”jawab mama tergagap, dan, meneteskan air mata lagi.
    “Ma,aku akan terima semua kenyataan yang aku alami,mama jujur aja,maa..”Balasku sambil menatap mama lekat-lekat
    “Kan..kan..kanker da-darah..”Tangisan mama semakin keras, sambil memegang tanganku yang tersambung dengan selang infus.
    Pintu ruangan dimana aku terbaring lemah,tak sepenuhnya tertutup rapat,ku lihat, sesosok pemuda berdiri di samping pintu,wajahnya pucat.Aku yakin, dia sudah mengetahui apa yang terjadi padaku.Berat rasanya aku menerima semua ini, tapi aku berusaha tegar dan tak mau orang yang aku sayang mengkhawatirkanku.
    “Apa itu benar tante?”sahutnya tiba-tiba
    Mama, langsung menoleh ke arah pintu,
    “Mo-moses?”Kaget melihat pemuda jangkung berkacamata itu berdiri di samping pintu
    “Iya bener, Ses.”Jawabku lirih sebelum mama menjawabnya
    Pemuda itu mendekat dan, berada disamping kananku.Matanya berkaca-kaca
    “Aku nggak apa-apa,Ma,Ses”pandangku ke arah mereka bergantian
    “Aku bisa nerima semua ini,Aku nggak mau buat Mama Gia,Moses,semuanya,khawatir sama aku..”
    Mama tidak mengucapkan kata-kata lagi,isakannya semakin keras
    Aku tak mau menampakkan wajah sedihku, akhirnya, aku memaksakan tersenyum
    “Aku sayang kamu Ra..”suara pemuda itu serak
    “Aku juga sayang kamu Ses..”aku berusaha menyimpulkan senyum di bibirku,walaupun rasanya sulit.

    Yang ku ingat,setelah membuka mata,adalah disaat aku memainkan sebuah lagu dengan alunan musik biola yang kupegang,ku gesekkan,menghasilkan nada yang menenagkan jiwa, di depan banyak orang yang bertepuk tangan,dan, Entah.. Apa yang terjadi…

    Saat malam semakin larut,Moses menawarkan diri untuk menjagaku di rumah sakit,dan, akhirnya, mama pulang,tapi, mama janji kalau besok pagi mama akan balik ke rumah sakit lagi.
    Moses tertidur dalam posisi duduk, dan tangannya terlipat di atas kasur dimana tempatku berbaring.

    Pagi-pagi, kulihat mama sedang berbincang dengan dokter di depan pintu,dan tak terlihat lagi olehku,entah apa yang dibicarakannya.Tak lama, moses terbangun,dan, langsung tersenyum padaku.
    “Pagi Ra..”
    “Pagi juga Ses”balasku dengan senyuman
    “Gimana keadaanmu?udah enak’an?”Tanyanya penuh kecemasan
    “Jauh lebih baik” berusaha menenangkannya
    “Kamu terlihat kacau Ses..Lebih baik, kamu pulang,mandi dulu sana”gurauku
    “Hmmm,bisa aja kamu, yaudah, aku pulang dulu ya, nanti aku balik lagi”sambil mengecup dahiku,dan akupun tersenyum padanya

    Siangnya..
    “Tante Gia, mana Laura? Kok nggak ada dikamar?”Wajah moses kebingungan melihat tante Gia yang sedang menangis di depan kamar dan, tak menemukan sesosok gadis pujaan hatinya yang semalam masih ada di ruangan itu.
    “Laura di ICU,tadi dia nge-drop banget”suara tante Gia serak.
    Moses tak bisa mengucapkan kata-kata.Lidahnya kelu mendengar pernyataan tante Gia.Ia hanya bisa menundukkan badannya.

    3 hari telah berlalu…
    Laura sudah terlihat lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
    Hari ini, 25 Maret, tepat setelah 3 tahun Laura dan Moses menjalani hubungan mereka.
    Moses berniat mengajak Laura ke taman rumah sakit.
    Tak lama, mereka sampai, dan, duduk di kursi taman itu.
    “Ra, ini buat kamu”Moses memberikan setangkai bunga mawar merah
    “Makasih ya Ses”senyum itu membuat Moses semakin sayang kepada gadis di sebelahnya itu
    “Sama-sama Ra”balasnya
    “Ses, aku nggak bisa kasih apa-apa buat kamu,maaf ya..”Jawab Laura dengan nada menyesal
    “Nggak apa-apa kok”jawab Moses tenang
    Laura memiringkan kepalanya di pundak Moses.
    “Aku sayang kamu Ra…”Saat kepala itu menyentuh pundaknya.
    “Aku juga sayang kamu Ses”balasnya
    Cukup lama mereka terdiam.sekitar 4 menit.
    “Ra..”Panggi Moses.Tak ada jawaban.
    “Ra”panggilnya lebih kencang.Masih tak ada jawaban.Akhirnya, Moses memegang bahu Laura, dan, melihat ada darah dari hidungnya.Dan,sampai akhirnya, Laura tak pernah tersadar lagi dari tidur panjangnya..
    “Aku juga sayang kamu Ses”adalah kalimat terakhir yang Moses dengar dari mulut Laura,gadis cantik berusia 20 tahun itu yang terus teringat di hati Moses.

    @_loisninawati
    ninawatilois@gmail.com

  36. Indria Ni says:

    Ini bukan kisah tentang kebaikan bertemu kejahatan. Tentang mencari perhatian dari orang yang disayang. Alya dan Farrah, kakak-adik yang diam-diam merasa ‘kurang dianggap’ dalam keluarga, berupaya segala cara agar mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya.

    Alya, ingin terlihat ‘ada’ di mata ibunya sebagai kakak yang pengasih sekaligus pelindung bagi adiknya. Di lain pihak, Farrah berusaha membuktikan diri sebagai anak yang kuat di hadapan ayahnya, dengan tidak selalu mengandalkan kakaknya.

    Mereka hampir melupakan satu esensi penting dalam keluarga, yaitu tidak ada pilih kasih. Tidak ada orang tua yang menyayangi anak yang satu, lebih dari sayangnya pada anak yang lain.
    Sayang dan cinta orang tua itu adil, pada masing-masing anak.

    my_ownmail@yahoo.com
    @ryanie31

  37. Nova Zakiya says:

    Happily ever after.
    Aku tidak tahu di bagian mana aku harus mempercayai kalimat itu. Pesimis? Mungkin iya. Terlalu sering hati ini merasakan luka sehingga aku lupa bagaimana rasanya dicinta.

    Bertemu denganmu membuatku sedikit lupa akan masa lalu, tapi tidak dengan rasa sakit ini. Rasa sakit yang muncul ketika kepercayaanmu dinodai oleh orang yang kau kasihi.

    Kau terus mendekat. Aku senang sekaligus takut. Takut jika nanti rasa sakit itu datang kembali. Untuk apa aku berbagi kasih jika nanti hanya sakit yang aku dapat? Pada akhirnya aku memutuskan untuk menjauh, namun tetap mengagumimu dalam diam.

    Rumit memang. Tapi dalam diam aku menemukan kesenangan. Mendengarkan lagu yang sedang kau putar ketika kau berada di belahan dunia yang lain membuatku merasa sedang berbagi earphone denganmu, kita duduk di taman berdua sambil melihat bintang. Ya, ini hanyalah khayalan belaka. Bagiku itu sudah cukup membuatku bahagia.

    Dua tahun berselang kau pulang dari negeri Paman Sam. Entah apa yang membuatmu datang ke tempatku bekerja, tempat awal pertemuan kita. Kau mengajakku berkeliling kota diantara rintik hujan yang membasahi kaca mobilmu. Di tengah kemacetan ibu kota, kau mengeluarkan sebuah kotak dan berkata,

    “Kirana Putri Pramoendya, aku telah menunggu saat ini tiba. Dua tahun di sana tanpamu membuatku tersiksa, walau aku tahu saat aku disini pun kau akan tetap menjauh dariku. Aku tidak bisa romantis seperti banyak orang. Tapi aku ingin menikahimu, menjadikanmu istriku dan ibu dari anak-anakku kelak. Maukah kau menikah denganku?”

    Bulir hangat menetes membasahi pipiku, sehangat tanganmu yang menggenggam erat tanganku. Aku tak bisa berkata-kata, satu anggukan kepala dariku membuatmu langsung tersenyum lebar. Kau memakaikan cincin itu di jari manisku. Inikah yang orang bilang “happily ever after”? Aku harap iya.

    @zhazhaqia
    zhaqia.nova@gmail.com

  38. Aku si putri tidur

    Jangan kalian bayangkan aku seorang putri yang tertidur karena kutukan peri hitam seperti dalam cerita yang selama ini kita dengar. Bukan. Ini bukan seperti itu. Aku juga bukan seorang putri dari kerajaan mashyur seperti yang kalian bayangkan. Kondisinya jelas berbanding terbalik dengan semua itu.
    Aku hanya seorang gadis yang dilahirkan dari keluarga petani tembakau. Penghasilan kedua orang tuaku hanya cukup untuk makan sehari-hari dan beberapa keperluan lainya.
    Dan dari sinilah semua luka bermuara. Ketika seseorang yang kuanggap benar-benar mencintaiku menikamku dengan kalimat pedasnya.
    “Pergilah kau, kau jelas tak pantas bersanding denganku. Kau hanya anak seorang petani. Yang bahkan masa depanya belum jelas.”
    Oh sungguh. Hatiku berdarah-darah. Lukaku perih tiada terkira. Dia yang kukira bersungguh-sungguh mencintaiku. Ternyata hanya menjadikanku tempatnya melarikan penat.
    Dua tahun aku tertidur pulas bersama semua kenangan dan rasa cintaku untuknya. Aku menutup pintu hatiku dari segala penjuru. Aku membentangkan garis tegas dalam hatiku. Aku meratapi nasibku. Menyalahkan takdir yang ku tapaki.
    Tapi ketika hati mulai lelah. Lelaki itu hadir membangunkanku. Bukan dengan menciumku. Tapi dengan meyakinkanku. Ada dia yang akan menerima segala kurangku. Mencintaiku sepenuh hati. Menemani hingga ujung usia.
    Iya. Aku terbangun. Dan aku tahu satu hal. Aku tidak sedang bermimpi.

    @itstiiya

  39. Ini mungkin kisah klise antara temanku, Risha, dan kucing persia putih kesayangannya, panggil saja Katy. Kisah tentang perjuangan membeli Katy, bagaimana mengumpulkan uang, merayu orangtua agar diperbolehkan memeliharanya, bagaimana perjuangan pergi ke petshop, hingga akhirnya memiliki Katy. Kisah tentang mengajarinya mulai dari makan dimana, buang air pada tempatnya, hingga mengajarinya bahwa tidak boleh mencuri ikan di meja. Kisah tentang merawat dan membiayai harus Risha lakukan sendiri. Kisah tentang permainan lucu yang suka Katy tunjukkan kepada kami. Hingga suatu ketika, Katy tidak mau makan, tidak bisa diajak bermain, dan hanya tidur diatas teoritinya. Begitu dua hari berlalu, kami membawa Katy ke dokter hewan dengan uang secukupnya. Setelah diperiksa dokter, sistem pencernaan Katy bermasalah bahkan sudah parah, entah apa itu nama penyakitnya. Dan dokter bilang jalan satu-satunya hanyalah menunggu ajal menjemput Katy. Risha langsung terhuyung jatuh ke lantai. Dan benar saja, satu minggu kemudian Katy meninggalkan kami, terutama Risha. Ia berpikir setelah ia punya Katy, semuanya akan happily ever after, tetapi kenyataannya tidak. Karena itu aku dan Risha tidak percaya ada happilly ever after di dunia ini. Tetapi, percayalah tidak ada perjuangan yang sia-sia di dunia ini.

    @egatyas
    fetyas.sharfina@gmail.com

  40. Dian Rustya says:

    Percayakah kalian tentang “cinta pada pandangan pertama”?
    Aku percaya, karena aku pernah mengalaminya.

    Jika banyak orang meragukan bahwa cinta pada pandangan pertama akan berakhir dengan happily ever after, maka aku termasuk sedikit orang yang percaya bahwa itu ada.
    Dan aku mengalaminya, bertahun-tahun yang lalu, bahkan sampai sekarang …

    Ini bukan tentang jatuh cinta pada lawan jenis, tetapi pada “sesuatu” yang bisa membuatku merasa pulang. Ini soal kisahku dan teman-teman kosku.

    Ada perasaan nyaman dan sreg saat pertama kali mengenal kosan ini. Tampilannya tidaklah menarik seperti bangunan yang lain di sekitarnya, bahkan cenderung kusam dan agak horor. Tetapi, tempat ini hangat, dan kehangatan itu terasa sejak sapaan pertama yang kuterima ketika di sana.

    Tinggal dengan 59 orang tentunya bukan perkara mudah. Berasal dari beragam latar belakang budaya, berbagai jurusan perkuliahan, serta karakteristik masing-masing orang yang unik, tentunya memungkinkan munculnya pergesekan kepentingan. Namun begitu, kebersamaan yang ada di sana bisa membuat kami merasa pulang, bahkan saat kami sedang berada jauh dari rumah dan orang tua.

    Kami berbagi banyak hal selama tinggal bersama. Tawa, tangis, cerita, cinta, kenangan, makanan, bahkan software dan MP3 bajakan #Ups!

    Ada kalanya kami berkumpul bersama di depan TV, hanya demi mengomentari tayangan yang sedang ditonton. Sering kami berbagi lauk dan makan bersama di meja kotak, sambil bercerita tentang berbagai hal. Tidak jarang kami sepakat memasak bersama saat dompet sudah sama-sama menjerit karena kehabisan isi. Pernah juga, sebagian dari kami sepakat begadang di salah satu kamar, untuk menuntaskan rasa penasaran kami pada ending drama korea yang kami tonton.

    Apakah kami bahagia selama di sana?
    Tentu saja 🙂
    Kenangan tentang cerita dan kebahagiaan kami selama di sana masih tersimpan baik sampai sekarang, bahkan saat kami sudah tinggal terpisah dan jauh satu sama lain.

    Hidup kami saat ini tentunya sudah tidak sesederhana waktu itu, yang hanya berputar soal kuliah, tugas, ujian, dan juga bersenang-senang. Sekarang hidup kami lebih rumit. Kami sering dihadapkan pada hal-hal yang tidak hanya menguras perhatian, tetapi juga energi dan emosi. Apapun yang terjadi pada kami saat ini, kami sama-sama tahu kami tidak sendiri, karena kami masih saling memiliki. Jika kami saling rindu, yang kami lakukan cukup memandang foto-foto lama atau sekedar bertukar sapa dan tawa di chat grup.

    Kami sama-sama memiliki banyak teman baru, yang tentunya menghadirkan cerita yang berbeda dalam hidup kami. Tetapi, cerita tentang teman-teman kosan ini termasuk yang istimewa.

    Kisah pertemanan dan perjalanan hidup kami selama tinggal di kosan menjadi kisah klasik yang happily ever after untuk kami. Kisah ini seperti harta karun kami dan tersimpan rapi dalam kotak kenangan, yang bisa dibuka kapan pun kami membutuhkannya.

    *****
    Sayup-sayup terdengar lagu Project Pop ~ Ingatlah Hari Ini

    Kamu sangat berarti
    Istimewa di hati
    Selamanya rasa ini
    Jika tua nanti
    Kita t’lah hidup masing-masing
    Ingatlah hari ini

    Ketika kesepian menyerang diriku
    Gak enak badan resah tak menentu
    Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
    Ingat teman-temanku

    Don’t you worry just be happy
    Temanmu di sini

    1. Dian Rustya says:

      ID Twitter : @awardeean
      Email : awardeean@gmail.com

  41. ayutin says:

    Aku hanya orang biasa tapi aku punya mimpi luar biasa dan d kelilingi orang-orang yang luar biasa. Hidup ini bulan hanya tentang kebahagiaan atau kesedihan. Tapi hidup juga tentang bagaimana kita meraih kebahagiaan dan melalui setiap kesedihan yang mendera hidup kita. Karena mimpi-mimpi itu aku bertahan. Karena orang-orang luar biasa yang selalu siap siaga mengulurkan tangannya ketika aku jatuh aku masih berdiri. Happily ever after bagiku adalah saat di mana aku bisa melalui satu kesulitan dalam hidup dan meraih satu kebahagiaan karena mimpi dan orang-orang di sisiku yang luar biasa.
    Email. : ay_tin55@yahoo.com
    Twitter : @ayay_ayutin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s