7 resep menulis tokoh

walaupun saya udah pernah membahas soal karakter, enggak apa-apa, kan kalau tantangan menulis kali ini ada hubungannya dengan karakter lagi? sebelumnya, saya mau sharing sedikit tentang menulis karakter yang hidup. pernah, nggak, kalian jatuh cinta sama tokoh fiksi? dulu saya pernah tergila-gila sama tokoh karakter rekaan eoin colfer, artemis fowl.

a genius. a criminal mastermind. a millionaire. and he is only twelve years old. 

see? tokohnya menarik banget, kan? banyak cerita yang bisa digali dari tokoh seperti itu. apa yang bisa dilakukan oleh seorang anak 12 tahun (yang mentalnya belum stabil-stabil amat), punya kekuasaan (banyak duit, bisa ngapa-ngapain seenaknya), dan seorang kriminal.

beda ketika tokoh kamu cuma salah satu dari gabungan keempat unsur itu. enggak akan semenarik artemis, kan?

nah, apa aja, sih, syarat membuat tokoh yang hidup, yang bisa bikin pembaca jatuh cinta atau gemes pengin mencabik-cabik karena kesal?

pertama, siapkan profilnya. anggap saja tokohmu sedang mengisi sebuah dokumen. atau membuat cv. tulis apa saja yang ada hubungannya dengan si tokoh, terlepas apakah informasi ini akan kamu sampaikan di ceritamu atau tidak, paling enggak, kamu sangat mengenal tokohmu. siapa namanya, siapa orang tuanya, pekerjaannya apa, umurnya berapa, dia punya adik/kakak atau enggak, sifatnya bagaimana, apa yang dia sukai, apa yang dia takuti, bagaimana hubungan dia dengan orang tuanya, apakah dia punya banyak teman, apa makanan favoritnya, ke mana dia ingin pergi untuk berlibur, apa yang paling diinginkannya… dan kamu bisa menambah daftar pertanyaannya hingga panjaaaang sekali.

jika kamu malas, cukup tulis hal-hal yang ingin kamu sampaikan di ceritamu.

kedua, dia punya prinsip. misalnya, thorin oakenshield akan melakukan apa pun untuk mempertahankan rumahnya, meski harus perang. itu yang membuat cerita the hobbit ada, kan? thorin ingin menguasai kembali rumahnya, dan mempertahankan semua harta di dalamnya.

atau, katniss. dia akan melakukan apa pun demi keluarganya, termasuk mengorbankan nyawa ketika nama adiknya dipanggil sebagai tribute dalam permainan hunger games.

atau, kamu. apa prinsip utama kamu?

ketiga, tokohnya enggak sempurna. karena kata bunda dorce, kesempurnaan hanya milik allah. karena pembaca enggak sempurna, mereka juga berharap menemukan tokoh-tokoh yang “serupa” dengan mereka. tokoh-tokoh yang biasa, tapi bisa mengubah dunia. contohnya, harry potter enggak digambarkan tampan dan genius, kan? satu-satunya keistimewaan dia adalah dia berhasil lolos dari mantra mematikan voldemort. dan tanpa ron serta hermione, apalah dirinya.

coba buat karakter sesempurna barbie. kamu pasti tidak tahan untuk menuliskan bahwa si barbie ini superbodoh, untuk membuatnya tidak sebegitunya sempurna.

keempat, apa yang paling ditakutinya. kehilangan? kematian? ditolak? dipecat? dideportasi? margaret tate di film the proposal takut banget akan dideportasi, padahal karier dia sebagai editor lagi bagus-bagusnya. dia akan melakukan segala cara demi tetap tinggal di amerika. termasuk, pura-pura menikah.

kelima, masa lalu. masa lalu membentuk kepribadian seseorang. dia yang lahir dari keluarga tidak lengkap, akan memandang dunia berbeda dengan dia yang dimanja sejak kecil oleh kedua orang tuanya. apakah dia terlahir dari keluarga kaya? jika iya, apakah dia menikmati kekayaan orang tuanya itu, ataukah hidup susah karena orang tuanya pelit? semua akan menghasilkan orang yang berbeda-beda.

keenam, rahasia. rahasia selalu membuat cerita dan tokoh tampak lebih menarik. rahasia ini bisa saja kebohongan, kekerasan yang ditutupi, kecanduan alkohol atau obat-obatan, perselingkuhan. pokoknya, jika terbongkar, akan sepenuhnya mengubah posisi si tokoh di antara teman-teman dan keluarganya. rahasia memberi tahu kita apa yang terpaksa harus direlakan si tokoh, dan kenapa.

ketujuh, tokoh antagonis. enggak, tokoh antagonis enggak selalu ibu tiri jahat yang pengin bikin tokohnya jadi upik abu seumur hidup. bisa saja tokoh antagonis adalah sahabat yang sama-sama menyukai cewek yang sama dan bikin si tokoh maju-mundur mau deketin atau mundur demi sahabat. tapi, yang pasti, semakin kompleks tokoh antagonis kamu, semakin kerenlah protagonismu. harry vs voldemort, atau katniss vs president snow, misalnya.

tokoh antagonis juga bisa jadi bukan manusia, melainkan sesuatu yang abstrak. misalnya: bencana, wabah, zombie apocalypse, hujan deras disertai angin puting beliung, binatang buas, dan lain-lain. di novel happily ever after karya winna efendi, salah satu antagonisnya adalah penyakit kanker.

oke, sudah mulai terbayang bagaimana menghidupkan tokohmu?

yuk menulis.

 

Advertisements

8 thoughts on “7 resep menulis tokoh

  1. Pingback: Semesta itu duniaku | Cynthia Inke

  2. Pingback: Non Stop Hide and Seek | RENCHAN'S WORLD

  3. Pingback: Halo | tapak-tapak telapak

  4. Pingback: [Fiksi] Jalan Setapak | a PRINCESS story

  5. Pingback: Sayap Penolong | Jejak-jejak yang Terserak

  6. Pingback: Sahabat | Be Bright! Magazine

  7. Pingback: (Cerpen) Kepulangan | Rumah Ide Ajen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s