cukup satu tetes

sejak punya anak, saya jadi perhatian banget sama kebersihan. apalagi, suami juga cerewet masalah ini. dulu saya banyak berbaik sangka sama barang-barang dari luar yang saya pegang: uang, pegangan tangga, gagang pintu, tiang bus, pegangan metromini, dan semacamnya itu bersih. padahal, siapa yang tahu apa yang dipeperin orang-orang yang pernah megang benda itu. upil, ingus, atau bahkan senjata biologis pembunuh massal!

hiyy.

waktu melahirkan, kami diajari cuci tangan yang benar sama perawat di rumah sakit. bayi baru lahir kan rentan, jadi siapa pun yang megang harus dalam keadaan bersih. ternyata, selama ini, cara cuci tangannya aja salah. cuci tangan gak sekadar gosok-gosok sabun di telapak tangan terus dibilas. kita harus memperhatikan juga sela-sela jari dan bagian bawah kuku.

nah, sejak saat itulah saya mulai merevolusi cara pikir tentang bersih-bersih. yah, walaupun kadang-kadang masih kalah berseka dari suami, sih. kalau dia, tiap habis megang uang, pasti cuci tangan. baru mengizinkan diri megang aidan. saya kadang-kadang masih suka lupa.

itu juga yang bikin sabun cepat habis. kadang-kadang, suami ngambil sabunnya cukup banyak karena busa melimpah berarti tangan akan lebih bersih. saya pernah menyiasatinya dengan menggunakan sabun batang buat cuci tangan. tapinya, sabun batang ini licin dan sering jatuh ke lantai kamar mandi. malah jadi kotor, kan?

kemarin, saya datang ke acara peluncuran produk baru dari Lifebouy. mereka baru mengeluarkan produk sabun gel konsentrat yang melindungi seluruh tubuh hanya dengan satu tetes. hey, #cukupsatutetes saja, saudara-saudara!
image

dari pemaparan Ibu Indriani, senior brand manager Lifebuoy, saya baru ngeh kalau sabun batang sama sabun cair itu punya rasa setelah mandi yang berbeda. pas ngobrol sama suami, ternyata dia juga merasakannya. saya lupa sih kapan kali terakhir mandi pakai sabun batang, jadi enggak tahu perbedaannya. tapi, sadar ga sih, kalau sabun cair itu sering kali meninggalkan bekas licin di tubuh, hingga kita harus membilasnya dengan air banyak-banyak biar terasa kesat. kadang-kadang, pas handukan malah baru keluar dakinya #halah, terus kita harus ngulang mandi.

itu juga ya, yang bikin sabun cepat habis.

sabun gel konsentrat dari Lifebouy menggabungkan kebaikan sabun batang dan cair, karena menghasilkan busa melimpah, mudah dibilas, dan enggak licin setelah dibilas. dan yang paling penting, cukup satu tetes (2-3 ml) aja buat seluruh tubuh. berarti, kalau buat cuci tangan, pakainya seupil, ya.

image

satu tetes sabun gel konsentrat Lifebouy dapat melindungi dari kuman 10 kali lebih baik, karena dalam setiap konsentrat ini terdapat bahan alami Activ Naturol Shield, temuan revolusi terbaru dari ilmuwan Unilever untuk perlindungan kuman dan membersihkan dengan sangat lembut.

saya juga suka wanginya. yang merah (complete), wanginya klasik. rasanya kayak mencium ingatan tentang masa lalu menyenangkan di rumah masa kecil. rasanya kayak masuk kamar mandi keluarga orang-orang Indonesia. iya, lho. kalau nebeng ke toilet sodara. terus cuci tangan, sabunnya pasti Lifebouy. varian yang hijau (fresh), agak-agak ada bau antiseptiknya, tapi setelah dibilas, meninggalkan aroma segar di tubuh *endus endus*. aroma tubuh baru mandi itu kan enak banget, ya.

saya juga suka kemasannya yang enggak kayak sabun mandi pada umumnya. ada dua ukuran, 35ml dan 100ml, keduanya enggak makan tempat di tas. dan karena bentuknya gel, enggak perlu khawatir isinya tumpah-tumpah. (pernah kejadian gitu, pouch berisi peralatan mandi lengket dan licin karena sabun cair melarikan diri dari botolnya).

anyway, acara launching kemarin menyenangkan. saya udah setahun enggak ke jakarta, dan rasanya kangeeeen banget nongkrong di mal jakarta (halah). citos tuh dulu tempat favorit ketemu penulis, karena paling dekat sama kantor. ini kali pertama aidan main ke jakarta, dan tampaknya dia juga senang. area launching Lifebouy Shower Gel Concentrate ini cukup luas hingga anak yang jalannya baru lancar ini seneng lari-lari tanpa ibunya cemas ketabrak orang lalu-lalang.
image

image

image

aidan juga tampak sangat menikmati difotoin orang-orang. ga jarang, dia pose pas disorot kamera. hih, belajar dari siapa, sih? sayangnya, pas arena permainan dibuka, anaknya tidur karena udah kecapaian. padahal, booth mainannya seru-seru. ada kids bubble area, mewarnai, finger catapultthe superdrop ball attack, dll. intinya, melawan monster kuman jahat, deh!

Advertisements

3 thoughts on “cukup satu tetes

  1. Cuci tangan ini memang penting banget ya Mbak. Banyak loh orang dewasa yang gak terbiasa cuci tangan dan habis dari toilet langsung cabut aja. Sereemm! Btw saya pake sabun yang sama Mbak. 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s