si penunggang naga pergi menonton

dahulu, mau jomlo atau enggak, saya sering menonton di bioskop paling tidak seminggu sekali. sendirian atau bersama kawan, enggak masalah. saya ngekos di kemang, dekat pejaten village. kalau bosan dikit, saya ngesot ke penvil buat nonton. film apa aja.

pas pindah ke bandung, rumah yang terletak di ujung dunia mencegah saya melakukan kebiasaan yang sama. menonton ke bioskop harus direncanakan banget karena butuh waktu paling enggak 1-2 jam untuk mencapai bioskop terdekat.

begitu punya anak, terhitung saya baru dua kali nonton di bioskop karena tentu saja saya tidak bisa meninggalkan si penunggang naga. pertama, nonton the martian, karena kebetulan kami menginap di hotel yang dekat bioskop. kedua, kemarin, nonton kungfu panda 3 bertiga.

saya sering membaca orang-orang yang nyinyir di twitter soal orangtua membawa anaknya nonton. sempat ngeri juga, sih. takut masuk populasi orangtua ga bertanggung jawab yang bawa anak bayi 13 bulan menonton di bioskop.

makanya, saya memastikan hal-hal ini sebelum mengajak aidan:

  1. filmnya aman. saya harus tahu filmnya gimana. walaupun film anak-anak, belum tentu cocok, sih.
  2. enggak nonton pas jam ramai. kemarin sengaja enggak pas weekend dan sore. teaternya lumayan kosong.
  3. masuk pas filmnya mau mulai, biar ga usah nontonin iklan.
  4. anaknya enggak lagi cranky.
  5. siap keluar teater kapan pun anaknya mulai menangis, duduk di tempat yang akses keluarnya enggak susah.

pas di bioskop, enggak ada yang protes sih saya ngajak bayi. walaupun sebenarnya saya dan suami deg-degan juga, takut anaknya bosan, takut dia teriak-teriak terus ganggu penonton lain, takut dia turun dari kursi terus berkeliaran.

ternyata, aidan anteng banget. dia takjub melihat layar yang besar dan menonton dengan khidmat sampai 30 menit berikutnya. saya sempat menyusuinya, dan dia mulai teriak bosan pas di bagian seru film, dan kami sempat keluar teater selama beberapa saat, berjalan-jalan di lorong luar bioskop, dan ke toilet. lalu, masuk lagi dan menonton sampai selesai (dan saya melewatkan bagian seru sekitar 5-10 menit).

ketika menulis artikel ini, saya baru kepikiran googling, usia berapa anak boleh menonton bioskop untuk kali pertama. dari artikel di parenting.co.id, katanya anak usia 2,5-3 tahun sudah boleh menonton karena di umur segitu mereka sudah bisa memahami alur cerita sederhana. namun, dikhawatirkan suara kencang dan cahaya dari layar bisa merusak pendengaran dan mata batita.

di artikel itu pula, kata pemerhati anak yang entah siapa, usia 4 tahun adalah usia yang tepat, karena mereka udah memiliki kesabaran duduk tenang lebih dari 1 jam. anak kan relatif punya rentang perhatian yang pendek, ya, jadi ga bisa diem lama. tambahan lain, usia segitu, mereka enggak terlalu sensitif terhadap suara keras dan sinar terang dari layar.

baca itu, saya jadi nyesel, kan, ngajak aidan nonton. ternyata saya masuk populasi orangtua ga bertanggung jawab yang ngajak anak di bawah umur nonton.

ya, paling enggak kelihatannya anaknya seneng walau pastinya ga inget dan ga paham habis nonton apaan.

kalau begitu, tunggu 3 tahun lagi ya, baru diajak nonton lagi. sementara itu, ibu akan menonton sendiri. kamu sama bapak di rumah.

Advertisements

2 thoughts on “si penunggang naga pergi menonton

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s