Uncategorized

Book of The Year!

Beberapa hari lalu, saya membaca tulisan Alvin ini, lalu terinspirasi untuk menulis juga. 2016 adalah tahun yang lumayan berat buat keluarga saya. Pertengahan tahun, kami pernah sampai harus menjual buku-buku demi bisa makan *nangis sambil makan nasi pakai garam*. Maka, enggak ada anggaran buat beli buku. Untungnya (yeah, selalu ada untung di antara cobaan), saya masih bisa membaca buku dan beberapa buku itulah yang menghidupi kami hingga bertahan melewati 2016 dengan selamat.

Sepanjang tahun ini, bisa dibilang, saya hanya mendapatkan pekerjaan mengedit dan menerjemahkan dari satu penerbit saja. Entah kenapa, lamaran ke penerbit lain dicuekin melulu (yak malah curcol). Kehidupan membaik saat saya mendapatkan order menerjemahkan buku tebal dan berkenalan dengan penerbit baru yang menerbitkan Blue Valley Project. Jadi ya, walaupun terseok-seok, tahun kedua menjadi freelancer sudah lebih baik daripada sebelumnya.

Buku-buku di bawah tidak saya urutkan berdasarkan rating atau yang paling saya sukai, ya, dan dari 43 judul buku yang saya baca selama 2016, ini adalah 8 buku terbaik:

  1. Caraval – Stephanie Garber

Buku ini baru akan terbit secara resmi Januari 2017, tetapi silakan tengok Goodreads dan sudah ada berapa review di sana. Ya, ini salah satu buku belum terbit yang udah populer banget di kalangan pembaca. Di websitenya disebutkan kalau hak terjemah Caraval sudah dibeli oleh 25 negara dan hak adaptasi filmnya juga sudah dibeli. Wow!

caraval

Membaca fakta-fakta itu, saya juga jadi semakin tercengang ketika membaca novelnya. Iya, buku young adults ini emang sekeren itu. Ini buku kelima Garber, tetapi buku pertamanya yang berhasil mendapatkan kontrak penerbitan. So guys, jangan takut akan penolakan. Nulis aja terus. Nulis yang bagus.

Mengambil seting antah berantah di zaman Victoria, Caraval bercerita tentang sebuah wahana permainan layaknya Dufan, tetapi kamu sebagai peserta, ikut dalam sandiwara yang dimainkan oleh permainan Caraval itu. Scarlett, tokoh utamanya, sudah 7 tahun menulis surat kepada Legend, Master Caraval, agar dia dan para pemainnya datang ke pulau tempatnya tinggal. Suratnya terus dicuekin hingga waktunya Scarlett dijodohkan oleh sang ayah yang ringan tangan. Scarlett menganggap kalau perjodohan itu adalah upaya melarikan diri dari sang ayah yang kejam, tetapi Donatella, adiknya, berpendapat lain. Bagaimana kalau lelaki yang dijodohkan kepadanya itu sama jahatnya dengan ayah mereka?

Seminggu sebelum pernikahan, Scarlett menerima surat dari Legend beserta 2 tiket untuk 4 orang untuk mengikuti Caraval. Scarlett ragu. Dia ingin pergi, tetapi dia juga ingin menikah. Donatella gemas sendiri. Untungnya, ada Julian, pelaut yang lagi berkunjung ke Pulau Trisda, yang tahu letak digelarnya permainan Caraval.

Scarlett tidak tahu kalau permainan Caraval ruwet banget, dan Donatella hilang, dijadikan bahan permainan Caraval. Dia harus menemukan adiknya dan kembali ke Trisda tepat waktu untuk pernikahan. Namun, rencana tidak selalu semulus itu.

Dari halaman pertama, kamu akan disuguhi twist demi twist, terus melongo ketika tahu fakta-fakta terbaru. Sampai buku ditutup, masih geregetan, dan kamu akan berteriak pengin segera baca buku keduanya!

2. Dark Matter – Blake Crouch

dark-matter

Waktu saya dapat buku ini, pertanyaan pertama adalah: penulisnya siapa, sih? Namanya enggak banget. Sama seperti Caraval, saya dapat buku ini sebelum bukunya terbit secara resmi, dan di Goodreads udah banyak banget reviewnya, termasuk orang-orang yang ngasih rating bintang lima.

Bab pertama masih enggak memberi petunjuk apa pun. Namun, semakin kamu baca, kamu akan dibawa ke sebuah rollercoaster emosi dan kepala kamu akan dibuat pening karena berpikir. Saya enggak akan cerita gimana plotnya, karena bakalan spoiler, tetapi intinya: novel ini perpaduan science fiction, thriller, dan romance.

Saya bacanya pelan-pelan banget, karena tiap nemu sesuatu yang mengejutkan, saya harus istirahat dulu sambil memikirkan soal hidup. Halah. Dan pertanyaan paling besar ketika membaca novel ini adalah: Bagaimana kalau kita enggak sendirian. Kalau semesta yang kita ketahui ini terdiri atas berbagai probabilitas semesta lain yang mungkin. Bagaimana kalau di semesta lain saya sudah jadi novelis pemenang nobel? *yeah, ngayal boleh aja sih, Mbak*

Pokoknya, kalau udah nemu bukunya, beli langsung!

3. Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi – Yusi Aveanto Pareanom

raden-mandasia

Saya minjem buku ini dari partner reaterary. Iya PINJEM. Tapi tenang, saya akan segera beli, kok.

Ini adalah satu-satunya buku Indonesia tahun ini yang saya kasih bintang lima di Goodreads. Saya bacanya agak telat beberapa bulan dari bulan kelahirannya, dan untungnya ga baca review apa pun di GR, jadi bebas dari ekspektasi. Dan ini, adalah jenis novel fantasi yang ingin saya tulis, juga jenis novel fantasi Indonesia yang seharusnya ada dan diterjemahkan ke berbagai negara.

4. A Monster Calls – Patrick Ness

a_monster_calls

Patrick Ness menulis novel ini dari ide yang dimiliki Siobhan Dowd, seorang penulis yang meninggal karena kanker. Ini adalah salah satu novel yang melatarbelakangi dibuatnya serial Blue Valley. Monster yang mendatangi Conor setiap malam adalah ketakutan Conor akan penyakit kanker ibunya. Walaupun saya tahu benar akan seperti apa endingnya, tapi tak urung saya menangis sesenggukan semalaman waktu selesai baca. Pedih banget.

5. My Grandmother Asked Me to Tell You She’s Sorry – Fredrik Backman

20161202_090459

Waktu ngedit A Man Called Ove tahun lalu, saya bilang ke editornya kalau buku ini pasti seru juga, dan ternyata mereka sedang mereview novelnya. Pas dapat copyright, eh saya dong yang diminta menerjemahkan. Yay!

Ini kisah tentang Elsa, anak cewek 7 tahun yang agak pedantik dan sok tahu. Iyalah, anak dari seorang dokter pemimpin sebuah rumah sakit dan bapak seorang pedantik, tentu saja dia bakalan agak aneh. Apalagi, dia punya nenek yang nyentrik. Serius lah nyentriknya, si nenek yang lagi dirawat di rumah sakit tiba-tiba ngajak Elsa ke kebun binatang malem-malem, meloncati pagar, terus melempari satpam dan polisi pakai kotoran monyet waktu mereka ketahuan. Demi apa? Biar Elsa enggak ingat kalau siang harinya dia dibully teman-temannya di sekolah. Biar Elsa mengenang kalau hari itu, dia dan nenek pergi ke kebun binatang.

Ini juga novel yang jadi ide awal dibikinnya proyek Blue Valley. Entah kenapa, tahun 2015 dan awal 2016 saya banyak banget baca buku tentang anak-anak yang ditinggal meninggal orang yang disayanginya.

Judulnya panjang banget, ya? Itu karena misi Elsa di buku ini adalah memberi pesan kepada orang-orang kalau nenek minta maaf sama mereka. Fredrik Backman ini juara banget lah bikin karakter nyentrik. Setelah Ove, di buku ini dia bikin berbagai karakter kuat yang emang manusia banget. Di sini, kamu bakal kesal banget sama tetangga yang namanya Britt-Marie, tetapi di akhir cerita, kamu tahu kenapa orangnya kayak gitu. Dan oh, Backman juga membuat buku khusus soal Britt-Marie ini.

PS: waktu nerjemahin buku ini, ada bagian yang bikin saya nangis di Starbucks. *iya, saya suka ngantor di starbak dipati ukur*

6. The Girl on The Train – Paula Hawkin

Filmnya lagi tayang di CGV Blitz sekarang!

the-girl-on-the-train-165x250

Ini adalah novel domestic-noir yang bikin saya belajar soal unreliable narrator. Serius, dari awal, kamu bakal meragukan sama apa pun omongan Rachel. Jangankan kita pembacanya, tokoh-tokoh lain juga ragu sama dia. Susah buat simpati sama si tokoh utamanya. Ga mungkin omongannya benar, soalnya dia mabuk melulu. Apa yang dia pikirkan juga bikin kita bertanya-tanya: ini racauan saat mabuk atau benaran terjadi?

7. Di Tanah Lada – Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

2015-12-30 17.38.41

Kamu tinggal baca aja review saya ini: https://jiaeffendie.wordpress.com/2016/01/01/tanah-yang-menumbuhkan-kebahagiaan/

8. Room – Emma Donoghue

room

Saya pernah dapat reading copy-nya waktu kerja di Atria tahun 2011. Saya baru baca halaman awal-awal, terus mental melulu. Padahal, saat itu buku ini ngetop banget. Dan akhirnya saya (Penerbit Atria) enggak beli hak terjemahannya–karena ngereviewnya aja gagal. Hahaha. Saat itu, saya mengira kalau ini novel yang dituturkan oleh anak autis. Tidaklah saya mengira kalau ini cerita tentang penyekapan :((

Pas filmnya keluar, saya mulai baca bukunya–bukan dari file word reading copy yang dulu, tentunya, karena filenya entah ada di mana. Saya baca diseling sama nonton filmnya, dan memutuskan kalau saya jauuh lebih suka bukunya. Eh, cuma seminggu setelah baca ini–dan stres karena membayangkan gimana rasanya terkurung bertahun-tahun sama anak yang cuma tahu sepetak ruangan kecil itu seumur hidupnya–saya dihubungi editor untuk mengedit terjemahannya.

8+ Blue Valley Series

blue-valley

Novel-novel ini saya masukkan ke dalam plus karena pengalaman mengonsep, menunggu naskah masuk, membaca, mengedit dan segalanya, sih. Ini adalah proyek serial paling seru yang pernah saya garap. Dan semoga tahun depan bakalan ada proyek serial yang lebih seru lagi.

Dan, itulah Book of the Year versi saya. Share di komentar dong, buku terbaik apa saja yang kamu baca tahun ini!

Salam,

Jia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s