Kongres Persatuan Penulis Indonesia Satupena

Minggu lalu, saya menghadiri Kongres Persatuan Penulis Indonesia (SATUPENA) di Solo. Ini adalah organisasi yang mewadahi penulis dari semua genre kepenulisan di seluruh Indonesia. Sekitar 120-an penulis dari berbagai penjuru Indonesia hadir dalam kongres yang digelar 27-29 April ini.

Tujuan utama Satupena adalah untuk meningkatkan kesejahteraan penulis, peningkatan kapastias, penguatan profesi, dan melindungi hak atas karya serta kebebasan menulis. Menulis sejak 1999 dan berada dalam industri perbukuan sejak delapan tahun lalu, saya merasakan banget suka duka jadi penulis. Makanya, waktu tahu ada organisasi profesi seperti ini, saya senang.

“Di mata rantai perbukuan, banyak sekali pajak. Dari mulai menulis, kemudian ke penerbit, membeli bahan baku kertas sudah kena pajak, membeli tinta sudah ada pajak, kemudian mencetak, ada pajak, dikenakan ke penerbit. Perusahaan percetakan kena pajak. Buku ketika dijual ke pasaran, kena pajak, Ppn 10 persen, PPh 15 persen ke penulis ketika akan menerima royalti sudah dipotong 15 persen. Itu kenapa harga buku menjadi mahal, tetapi penerimaan para penulis buku sangat minim,” kata Imelda Akmal sewaktu memberi sambutan dalam pembukaan acara ini.

Iya, kan? Saya geregetan banget. Sejak dulu, saya berpikir kalau harus ada organisasi atau siapa pun yang menyampaikan ini ke pemerintah, untuk menurunkan pajak royalti. Mungkin pemerintah mikirnya kalau semua penulis itu sejahtera dan bukunya best-seller, ya, makanya enggak masalah kalau potongannya sampai 15%, atau bahkan 30% buat yang enggak punya NPWP.

Hal lainnya yang saya harapkan banget dari organisasi penulis seperti Satupena ini adalah, penulis ada yang ngebelain. Maksudnya, jika ada kasus-kasus terkait hukum/rebutan hak cipta dan semacamnya, ada lembaga yang bisa membantu. Selain itu, saya juga kepengin lebih banyak karya penulis Indonesia yang diterjemahkan di luar negeri. Caranya ya meningkatkan kualitas. Pas banget sama salah satu misi utama Satupena: meningkatkan kapabilitas dan membuat penulis lebih berdaya.

Misi lainnya adalah:

  • menyatukan penulis agar lebih berdaya
  • melindungi hak cipta dan kekayaan intelektual
  • melindungi kebebasan berekspresi
  • meningkatkan kapabilitas dan kesejahteraan penulis
  • merangsang tumbuhnya penulis baru
  • menciptakan ekosistem kepenulisan
  • menciptakan peningkatan Pendapatan Domestik Bruto (PDB)

Pe-ernya masih banyak sekali, karena Satupena baru banget diresmikan saat kongres kemarin. Semoga kerja ini enggak berhenti di kongres, karena sia-sia aja sih 120 penulis berkumpul kemarin kalau enggak jadi apa-apa.

Kemarin ketemu banyak penulis hebat, dan obrolan-obrolan pas sarapan itu seru banget!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s