Ini Kata-Kata yang Sering Ditulis Salah dalam Draf Pertama Novel

find_replace.png

Saking seringnya mendapat naskah dengan kata-kata yang salah ini, hal pertama yang saya lakukan setiap kali mendapat naskah baru untuk diedit adalah membuka fitur find di ms.word, ketik kata-kata yang salah itu, lalu replace. Dan benar saja, hampir semua penulis melakukan kesalahan yang sama. Terutama, mereka yang baru menulis novel pertama.

Nah, sebagai bocoran, agar editor penerbitan bahagia saat membaca naskahmu, saya sarankan untuk melakukan swasunting atau self-editing sebelum kirim ke penerbit.

lho, ngedit kan kerjaannya editor? buat apa penulis ngurusin hal-hal remeh-temeh kayak penulisan kata yang benar?

Hei, dari semua profesi, penulis dan editor adalah garda depan penyelamat bahasa. Kalau penulis saja tidak berbahasa dengan baik, bagaimana dengan orang-orang lain yang tidak berkecimpung di bidang bahasa? Apalagi, kamu menulis dalam bahasa Indonesia. Gunakanlah bahasa Indonesia dengan sebaik-baiknya. Kalau pembaca terbiasa membaca tulisan dengan bahasa Indonesia yang benar, secara tidak langsung, itu akan berpengaruh sama kebiasaan mereka berbahasa.

Hari gini, enggak ada alasan enggak punya KBBI atau enggak punya buku EYD (sekarang PUEBI), karena kita bisa mengaksesnya dengan mudah. Internetan tiap hari, kan? Tinggal googling aja!

masa, dikit-dikit lihat kamus, dikit-dikit lihat kamus, novelku mau kapan selesainya?

Hei, janganlah malas, kisanak! Tulislah dulu novelmu itu sampai selesai, baru diedit. Jangan nulis sambil ngedit, ya enggak akan selesai-selesai. Kalau kamu serius pengin jadi penulis, kamu pasti berusaha.

oke-oke, bawel, jadi, kata-kata apa aja tuh yang sering salah?

1.Preposisi/Kata Depan

  • Preposisi yang menandai tempat. Misalnya di, ke, dari.
  • Preposisi yang menandai maksud dan tujuan. Misalnya untuk, guna.
  • Preposisi yang menandai waktu. Misalnya hingga, hampir.
  • Preposisi yang menandai sebab. Misalnya demi, atas.

Ingatlah saudara-saudaraku sekalian, kata depan ditulis terpisah, ya. Jadi, jangan sampai saya masih menemukan kata: dimana kemana disana disini disitu diatas dibawah dibagian diantara kesana kesini darimana darisitu, daaan sejenisnya.

2. Kata majemuk

Kata majemuk adalah gabungan dua kata yang memiliki makna baru.

Biasanya, yang suka salah itu ketika menulis:

terimakasih -> harusnya terima kasih

lagipula –> lagi pula

seringkali –> sering kali

kadangkala –> kadang kala

beritahu –> beri tahu

ibukota –> ibu kota

3. Kata-kata lainnya:

antri –> antre

familiar –> familier

jahil –> jail (jahil itu artinya bodoh, kalau yang dimaksud adalah suka mengganggu/nakal, pakai jail)

nafas –> napas

resiko –> risiko

sekedar –> sekadar

seksama –> saksama

sumringah -> semringah

respon –> respons

nelpon/telpon –> menelepon/telepon

melotot –> memelotot (ini kata dasarnya pelotot)

melesat –> memelesat

lembab –> lembap

terjerembab –> terjerembap

nomer –> nomor

(dan lain-lain, silakan tambahkan di komentar)

4. Penulisan nama tempat

Jadi, kawan-kawan, huruf perama unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi, ditulis dengan huruf kapital.

Contohnya:

Bukan kota Jakarta, melainkan Kota Jakarta

Jalan Thamrin, bukan jalan Thamrin

Sungai Thames, bukan sungai Thames

dan seterusnya.

5. Hal yang sama berlaku untuk kata ganti orang

Kalau kata “ibu”, “bapak” dan semacamnya ditulis barengan sama namanya, pakai huruf kapital.

Ibu Anna, Bapak Budi, Kak Sindi, Nek Lampir, dan lain-lain.

Kata ganti orang itu ditulis pakai huruf kecil kalau tidak digunakan sebagai sapaan.

Misalnya:

Dia berubah sejak menjadi ibu. (peran)

Dia tidak suka kepada Ibu. (kata ganti sapaan)

Lebih lengkapnya, silakan googling sendiri, ya.

Tip lain yang harus kamu lakukan sebelum kirim naskah ke penerbit, coba cari kata apa yang paling sering kamu gunakan, lalu ganti kata tersebut dengan sinonimnya.

Sudah, begitu aja, ya. Kalau butuh konsultasi lebih lanjut, silakan buka link ini.

 

 

 

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. auuak says:

    Terima kasih mbak.

  2. Dirgita says:

    Gigit sering banget nulis yang salah, padahal udah tau yang benernya apa. Mungkin, gara-gara udah keseringan. Jadinya, Gigit kayak punya patokan sendiri. Dasar ngeyel…~.~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s