Menulis Plot Twist

Setelah lama nggak ngajar workshop, Sabtu (17/11) kemarin saya ngisi kelas kecil dalam rangka diskusi dan launching buku “Sirkus” karya Abi Ardianda. Ini adalah buku kumpulan cerpen pertama Abi. Waktu diminta ngisi kelas sama Abi, sebenernya masih bingung mau bahas apaan. Hahaha. Namun, setelah membaca cerpen-cerpennya dan baca komentar-komentar pembaca di IG Storiesnya Abi, baru kepikiran kalau bikin kelas plot twist aja. Iya, karena pembaca-pembacanya banyak yang kaget waktu baca ending cerpen-cerpennya. 

Sebenarnya, plot twist itu apaan, sih? Sepenting apa adanya plot twist dalam cerita? 

Intinya, plot twist adalah perubahan arah/pengembangan kisah yang tidak terduga dalam cerita.

Plot twist biasanya dipakai dalam cerpen, atau novel-novel misteri, thriller, detektif. Kita tidak selalu membutuhkan plot twist dalam cerpen, tetapi dalam genre yang saya sebutkan tadi, saya rasa plot twist penting banget.

Plot twist yang baik adalah yang bisa bikin pembaca memikirkannya terus-terusan, bahkan ketika udah menyelesaikan buku itu selama berhari-hari. Pernah kan ya, habis baca buku bengong karena kaget, terus nggak bisa move on dan enggan baca buku lain saking terikatnya sama cerita itu dan kagum pada kemampuan si penulis mengubrak-abrik kepala kita?

Waktu menyusun materi buat acara kemarin, saya baru tahu kalau ternyata plot twist itu ada banyak macamnya. Beberapa kebayang contohnya di cerita apa, tapi yang lainnya terasa kayak plot twist yang lemah dan klise. Misalnya, deus ex machina (latin: mesin dari tuhan) adalah jenis plot twist yang memberikan ending tiba-tiba. Nggak asyik karena si tokoh tidak diberi kesempatan buat menyelesaikan masalahnya sendiri, tiba-tiba ada kekuatan agung mengintervensi dan si tokoh hidup bahagia. 

Saya mengumpulkan jenis-jenis plot twist di galeri di bawah (hati-hati ada spoiler cerita-cerita tertentu)

Nah, setelah tahu jenis-jenis plot twist, bagaimana, sih, memunculkan plot twist yang tidak lemah? Pertama-tama, rencanakan novelmu dengan baik. Ada aturan-aturan dasar sebelum kita membelokkan jalan cerita. 

  • Jangan terlalu kentara. Plot twist harus benar-benar tidak terduga. Kita nggak bisa menebaknya, tetapi begitu kita membaca lagi bagian-bagian awal, kita bisa melihat tanda-tandanya.
  • Jangan perlihatkan kartu terlalu cepat. Tahan informasi sampai tidak bisa ditahan lagi. Ini membantu meningkatkan ketegangan dalam cerita.
  • Jangan terlalu boros menggunakan plot twist dalam satu cerita, kalau tidak, pembaca akan berhenti memercayaimu.
  • Gunakan plot twist untuk mendorong karakter agar beraksi. 
  • Gunakan plot twist untuk mengungkapkan sisi lain karakter. Terkadang, plot twist bisa ditanam dalam latar belakang si tokoh. Barangkali, si tokoh pernah melakukan kejahatan di masa lalu. Mungkin, si tokoh utama adalah anak dari si antagonis tapi nggak tahu.
  • Gunakan plot twist untuk mengubah nasib si tokoh.
  • Gunakan plot twist untuk mengalihkan kecurigaan. Buat semua tokohnya punya motif untuk melakukan kejahatan. 
  • Hati-hati sama plot twist yang antiklimaks. 

Jika saat ini kamu sedang bingung bagaimana membuat ceritamu jadi lebih menarik, semoga tulisan ini membantu, ya!

Foto: Mazgarani SNA

Sumber tulisan: wikipedia, nownovel.com, nybookeditors.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.