Trik Menulis Novel Romance

Romance adalah genre novel yang paling populer. Menurut Romance Writers of America, industri fiksi romance menghasilkan 1.08 miliar dolar per tahun, hampir sama dengan genre novel misteri dan genre fiksi sains/fantasi digabungkan. Novel-novel romance secara reguler menempati daftar best seller di New York Times, Publishers Weekly, dan USA Today, serta memiliki pembaca setia.

Di Indonesia sendiri, genre ini mendominasi toko-toko buku dibandingkan genre-genre lain. Saya nggak punya datanya, tapi sekali lihat saja tiap ke toko buku, tiap melewati rak fiksi, pasti mayoritas isinya romance.

Saya membaca beberapa penelitian tentang novel romance ini 7 tahunan lalu dan ketika cari-cari lagi data terbaru, nggak banyak yang berubah soal perbandingan tingkat laku enggaknya genre novel. Romance selalu menempati peringkat atas dalam hal penjualan.

Nah, apakah itu berarti menulis novel romance mudah dan cetek? OH, TENTU TIDAK, KISANAK. Kemudian, karena romance itu laku, persaingannya juga jadi semakin ketat (baik bersaing diterima editor maupun bersaing diterima pasar)

Ciri Khas Novel Romance

Novel romance memiliki dua komponen dasar: kisah cinta utama dan Happily Ever After (HEA) untuk dua tokoh utamanya.

Hampir semua fiksi populer sering kali menyertakan romansa untuk tokoh utamanya. Namun, perbedaannya dengan novel romance adalah tone (gaya bahasa) serta fokus ceritanya.

Fokus dalam novel romance adalah hubungan romantis antara dua tokoh utamanya. Tone merujuk pada pilihan bahasa untuk mendeskripsikan peristiwa-peristiwa dalam novelmu. Novel romance menimbulkan respons emosional bagi pembaca mereka meskipun respons emosionalnya bisa berbeda-beda.

Plot Points

Semua novel romance memiliki plot point dasar berikut:

  • Perkenalan, atau cute meet
  • Ciuman pertama/kali pertama menyadari adanya ketertarikan
  • Adegan cinta-cintaan pertama/kali pertama menyadari adanya komitmen secara emosi
  • Momen-momen gelap
  • Resolusi, atau HEA, atau bahagia selama-lamanya.

Meskipun semua novel romance memiliki plot point yang sama, setiap buku akan berbeda. Apa yang membuat novel romance unik adalah detail-detail spesifik dari setiap plot point tersebut dan bagaimana poin-poin tersebut sesuai dengan plot.

Pada postingan berikutnya, saya akan membahas beberapa cara membuat plot novel romance three-act paradigm dan five-act structure)

Published by Jia

what if my whole existence were only a figment of your imagination?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: