Menulis Premis dengan Metode Save the Cat

Awal tahun ini, aku menemukan sebuah metode menulis yang sungguh mindblowing. Namanya aja unik. Save the Cat. Ke mana saja aku selama ini, baru tahu soal metode ini? Meskipun sesungguhnya elemen-elemen fiksi dalam metode ini sudah kuketahui, Save the Cat memberikan peta yang lebih jelas terhadap apa yang harus kita lakukan terhadap struktur novel kita.

Save the Cat dikembangkan dan diperkenalkan oleh Blake Snyder, seorang penulis skenario di Hollywood. Aku tidak banyak menemukan film karyanya, sih. Sepertinya dia lebih dikenal sebagai guru dan konsultan menulis skrip alih-alih screenwriter. Bukunya, Save the Cat! The Last Book On Screenwriting You’ll Ever Need terbit tahun 2005 dan digunakan untuk berbagai film, termasuk How to Train Your Dragon.

Pada 2018, Jessica Brody mengembangkannya lagi menjadi buku panduan menulis novel. Dan ini, sungguh panduan sejelas-jelasnya. Peta harta karun tanpa kode-kode aneh! Sering kali, kita nggak tahu harus menulis apa di bagian awal. Ngalir aja gitu cuma bermodalkan intuisi, sambil berharap bagian ini cukup menarik pembaca biar mau terus sampai akhir. Save the Cat memberikan petunjuk bagaimana film-film box office dan buku-buku best-seller bekerja. Kita bahkan bisa menghitung berapa halaman yang kita butuhkan untuk menulis pembuka, di bagian mana akan terjadi inciting incident (Save the Cat menyebutnya catalyst), dll.

Dalam tulisan ini, aku cuma akan bahas soal premis atau logline.

Pada dasarnya, premis adalah ide dasar sebuah cerita yang bisa diungkapkan dalam satu atau dua kalimat saja. Sebuah artikel di website masterclass menyebutkan kalau maksimalnya adalah 30 kata (jika kamu punya budget, daftar masterclass deh, dan tonton pelajaran menulis dari Margaret Atwood, Neil Gaiman, dan Dan Brown).

Ini rumus sederhananya:

  • Si protagonis (mis: seorang gadis, seorang penulis, seorang yatim piatu, seorang pengacara, seorang detektif, dll)
  • Sebuah tujuan (goal). Apa yang diinginkan atau dibutuhkan oleh si protagonis?
  • Sebuah situasi atau krisis yang dihadapi si protagonis

Contoh:

Sebuah boneka koboi merasa terancam dan cemburu ketika sebuah mainan baru berupa astronaut menggantikannya sebagai mainan terbaik di kamar Andy.

Protagonis: Woody si boneka koboi

Goal: mempertahankan posisinya sebagai mainan terbaik di kamar Andy

Situasi: munculnya si Buzz Lightyear

Kalau di buku How to Write a Damn Good Novel (James N. Frey), tugas kita sebagai penulis adalah membuktikan premis dengan menuliskan novelnya. Premis ini jadi semacam pagar agar cerita kita tetap fokus dan nggak melebar ke mana-mana. Buat tujuan lain, premis adalah bahan jualan kita ke pihak-pihak terkait.

Premis yang ringkas dan menarik adalah gerbang menuju sinopsismu dibaca sama editor. Masuknya ratusan naskah untuk diseleksi membuat editor tidak akan sempat membaca keseluruhan cerita (dan buang-buang waktu juga sih baca cerita yang nggak menarik dengan teknik menulis yang gitu deh). Premis yang bagus, disertai dengan sinopsis yang ditulis dengan baik, akan menggiring editor untuk membaca bab pertama (dan kalau emang ceritanya hooking banget, tidak menutup kemungkinan pada hari itu yang dilakukan editor cuma baca naskah kamu).

Dalam istilah perfilman, premis disebut logline. Logline adalah ringkasan satu kalimat untuk mendeskripsikan sebuah film. Logline menyaring elemen-elemen penting dari naskah kamu—karakter utama, setup, konflik utama, antagonis—menjadi teaser yang jelas dan ringkas.

Dalam metode yang dikembangkan oleh Blake Snyder, seorang scriptwriter Hollywood yang dinamakan Save the Cat, logline memiliki rumus seperti ini:

Di ambang stasis = kematian, seorang pahlawan yang memiliki kelemahan Breaks Into 2; tetapi ketika Midpoint terjadi, mereka harus mempelajari Theme Stated sebelum All Is Lost.

Contoh:

  • A flawed hero/tokoh utama yang memiliki kelemahan (siapa tokoh dalam cerita dan mengapa mereka membutuhkan petualangan/perjalanan ini)
  • Break Into 2 (ke mana cerita akan mengarah)
  • A Theme Stated (bagaimana cerita ini universal dan bisa relate sama banyak orang)
  • All Is Lost (apa taruhan terbesarnya)

Contoh:

Di ambang depresi, seorang gadis pasien kanker bertemu dengan sesama pasien yang unik dan karismatik yang mengembalikan semangat hidupnya; tetapi ketika penyakit salah satu dari mereka kambuh, dia harus mempelajari makna hidup sesungguhnya sebelum mereka dipisahkan selamanya.

  • A flawed hero: Hazel, si gadis pasien kanker
  • Break Into 2: Hazel bertemu Augustus, sesama pasien yang mengembalikan semangat hidup Hazel karena karisma dan keunikannya
  • A Theme Stated: Hazel mempelajari makna hidup yang sesungguhnya
  • All Is Lost: berpisah selamanya (ada yang mati)

Nah, apakah kamu punya contoh premis? Kamu boleh berlatih membuat premis dari novel atau film yang sudah ada dan menuliskannya di kolom komentar.

Published by Jia

what if my whole existence were only a figment of your imagination?

One thought on “Menulis Premis dengan Metode Save the Cat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: