Menulis Thriller

Beberapa bulan terakhir, saya getol banget baca thriller. Saya menganggap ini sebagai hobi baru. Eh tapi, pas saya posting cover-cover novel thriller ini di sosial media, sahabat saya bilang gini: kamu mah dari dulu emang sukanya cerita begituan.

Eh, iya ya?

Terus ingat-ingat lagi…

Iya juga. Cerpen-cerpen saya di Ya Lyublyu Tebya banyak banget yang ceritanya sok thriller. Terus, si Mera Berbie (Susuk Barbie) cerpen saya yang dibikin film sama SCTV, juga thriller. Waktu itu saya belum ngerti lah soal genre-genrean. Nulis ya nulis aja, enggak mikirin ini masuk genre apa. Hahaha.

Masuk penerbitan yang memfokuskan diri sama terbitan lokal membuat saya sadar kalau di Indonesia ini masih sedikiiiit banget penulis yang mau (atau bisa) menulis thriller. Alasannya, mungkin karena genre ini sulit. Risetnya ribet dan mahal. Pas terbit, eh ga laku-laku amat. Kan syedih.

Nah, beberapa tahun terakhir, saya benar-benar memperhatikan thriller dan menyadari kalau kita, penulis indonesia, BISA, KOK, NULIS THRILLER. Selama ini kita mikirnya kalau thriller harus ada pembunuhannya, harus ada polisi, penyidik, psikiater, pengadilan, ini itu yang kadang-kadang kita sebagai penulis enggak punya akses ke sana. Bingung cara tanya-tanyanya. Misalkan mau riset, langsung datang ke kantor polisi gitu? Enggak akan diketawain atau diusir gitu? Dan banyaaaak ketakutan lainnya.

Pada dasarnya, thriller adalah: karya fiksi yang menggetarkan jiwa (halah) atau thrills, terutama buku, kisah, drama, film yang sensasional dan menegangkan. (Frey, 2010). Bedanya dengan misteri: si pahlawan memiliki misi untuk menemukan pembunuh. Dalam thriller, kita bisa saja sudah tahu siapa pembunuhnya; si pahlawan atau tokoh utama memiliki misi untuk memerangi kejahatan.

Dari sekian banyak jenis thriller, ada banget thriller yang bisa kita tulis tanpa melibatkan polisi. Salah satunya adalah sub-genre domestic noir. Dari namanya, kamu mungkin bisa membayangkan apa saja judul-judulnya. Yap, di antaranya adalah Gone Girl. Bahkan, penamaan domestic noir ini dimulai gara-gara terbitnya Gone Girl. Selain itu, ada juga The Girl on The Train (Paula Hawkins), Behind Closed Doors (B.A. Paris),  The Passenger (Liza Lutz)daaan lain-lain lainnya.

Domestic Noir mengambil seting di rumah dan tempat kerja, dengan permasalahan umum seputar (tetapi tidak secara eksklusif) pengalaman perempuan, masalah hubungan dan dasarnya adalah pandangan feminis bahwa lingkup domestik itu menantang dan terkadang berbahaya bagi penghuninya (Julia Crouch, http://juliacrouch.co.uk/blog/genre-bender)

Segini, sudah terbayang kan ya kira-kira thriller macam apa yang bisa kita tulis?

Tapi, kamu masih bingung?

Tenang…

thriller

Berangkat dari banyaknya thriller yang saya baca tahun ini, saya dan storial.co akan bikin kelas menulis thriller.

Tertarik untuk ikutan? Yuk datang ke Kelas Nulis Storial #2 yang akan berlangsung pada hari Minggu, 30 April 2017!

P e n d a f t a r a n
Subjek: Daftar KNS #2
Identitas: Nama, No HP, Alamat
E-mail ke: contact@storial.co
Lampiran: sinopsis/ide cerita
Paling lambat: 29 April 2017

Biaya Pendaftaran: Rp200.000 (Meal dan Modul)

Silakan lakukan pembayaran ke:

BCA 5375030991 a.n Steve Wirawan

Berhubung kelasnya akan berlangsung selama lima jam, dari pukul 10.00 hingga pukul 15.00 WIB, Kelas Nulis Storial #2 hanya akan menerima 25 peserta saja!

Oke, deh, kalau begitu, sampai jumpa di kelasnya tanggal 30 April, ya. Mari kita serbu toko-toko buku dengan novel thriller karangan kita!

~Jia

Advertisements

Tantangan Nulis Blue Valley

blue-valley.png

Hai teman-teman, jumpa lagi dengan #tantangannulis bersama saya!

Akhir tahun ini, akan terbit serial novel yang saya buat bersama Falcon Publishing, sekaligus menandai dimulainya *ehem* literary agency yang sedang saya rintis *uhuk-uhuk*. Ya, semoga tahun depan akan muncul lagi serial-serial asyik yang ditulis oleh para pengarang Indonesia yang mumpuni, memanjakan kehausan kalian akan bacaan yang menyenangkan.

Blue Valley adalah serial berisi 5 judul novel yang ditulis oleh Aditia Yudis, Bernard Batubara, Dyah Rinni, Erlin Natawiria, dan Robin Wijaya. Tema besarnya adalah kehilangan, dan tokoh-tokoh yang diciptakan oleh para pengarang kita tinggal di kompeks perumahan yang sama, yaitu Blue Valley.

Nah, untuk berbagi kebahagiaan atas terbitnya serial ini, saya akan membuat #tantangannulis #BlueValley, hadiahnya, satu pemenang akan mendapatkan satu paket novel Blue Valley. Jadi, enggak cuma satu, kalau menang, kamu akan dapat 5 judul sekaligus! Asyik, kan, ya?

Oke, syaratnya apa saja? Simak baik-baik, ya.

  1. Kamu boleh menulis fiksi maupun nonfiksi. Berarti, kamu boleh banget membagi pengalaman pribadimu. Tema: kehilangan, dan bagaimana kamu mengatasi duka. Kehilangan bisa berarti apa pun, ya. Bebas.
  2. Kamu cukup menulis satu tulisan saja, diposting di blog. Judul bebas. Gunakan foto Blue Valley di atas sebagai image di blog. Masukkan juga tag #bluevalley dan #tantangannulis di blogmu. Kamu boleh menyertakan gambar tambahan jika ingin.
  3. Di akhir tulisanmu, sertakan: “Tulisan ini dibuat untuk memenuhi #tantangannulis #BlueValley bersama Jia Effendie.”
  4. Setelah posting tulisan kamu, tweet dengan format: “(Judul) (link tulisanmu) #tantangannulis #BlueValley @JiaEffendie @falconfiksi”
  5. #tantangannulis ini berlangsung dari 29 November 2016-14 Desember 2016 dan pemenang akan diumumkan tanggal 21 Desember 2016 setelah saya baca dengan saksama.
  6. #tantangannulis ini hanya berlaku untuk alamat pengiriman Indonesia.

Selamat menulis, saya tidak sabar membaca tulisan kalian semua *smooch*

Salam hangat,

Jia

7 resep menulis tokoh

walaupun saya udah pernah membahas soal karakter, enggak apa-apa, kan kalau tantangan menulis kali ini ada hubungannya dengan karakter lagi? sebelumnya, saya mau sharing sedikit tentang menulis karakter yang hidup. pernah, nggak, kalian jatuh cinta sama tokoh fiksi? dulu saya pernah tergila-gila sama tokoh karakter rekaan eoin colfer, artemis fowl.

a genius. a criminal mastermind. a millionaire. and he is only twelve years old. 

see? tokohnya menarik banget, kan? banyak cerita yang bisa digali dari tokoh seperti itu. apa yang bisa dilakukan oleh seorang anak 12 tahun (yang mentalnya belum stabil-stabil amat), punya kekuasaan (banyak duit, bisa ngapa-ngapain seenaknya), dan seorang kriminal.

beda ketika tokoh kamu cuma salah satu dari gabungan keempat unsur itu. enggak akan semenarik artemis, kan?

nah, apa aja, sih, syarat membuat tokoh yang hidup, yang bisa bikin pembaca jatuh cinta atau gemes pengin mencabik-cabik karena kesal?

pertama, siapkan profilnya. anggap saja tokohmu sedang mengisi sebuah dokumen. atau membuat cv. tulis apa saja yang ada hubungannya dengan si tokoh, terlepas apakah informasi ini akan kamu sampaikan di ceritamu atau tidak, paling enggak, kamu sangat mengenal tokohmu. siapa namanya, siapa orang tuanya, pekerjaannya apa, umurnya berapa, dia punya adik/kakak atau enggak, sifatnya bagaimana, apa yang dia sukai, apa yang dia takuti, bagaimana hubungan dia dengan orang tuanya, apakah dia punya banyak teman, apa makanan favoritnya, ke mana dia ingin pergi untuk berlibur, apa yang paling diinginkannya… dan kamu bisa menambah daftar pertanyaannya hingga panjaaaang sekali.

jika kamu malas, cukup tulis hal-hal yang ingin kamu sampaikan di ceritamu.

kedua, dia punya prinsip. misalnya, thorin oakenshield akan melakukan apa pun untuk mempertahankan rumahnya, meski harus perang. itu yang membuat cerita the hobbit ada, kan? thorin ingin menguasai kembali rumahnya, dan mempertahankan semua harta di dalamnya.

atau, katniss. dia akan melakukan apa pun demi keluarganya, termasuk mengorbankan nyawa ketika nama adiknya dipanggil sebagai tribute dalam permainan hunger games.

atau, kamu. apa prinsip utama kamu?

ketiga, tokohnya enggak sempurna. karena kata bunda dorce, kesempurnaan hanya milik allah. karena pembaca enggak sempurna, mereka juga berharap menemukan tokoh-tokoh yang “serupa” dengan mereka. tokoh-tokoh yang biasa, tapi bisa mengubah dunia. contohnya, harry potter enggak digambarkan tampan dan genius, kan? satu-satunya keistimewaan dia adalah dia berhasil lolos dari mantra mematikan voldemort. dan tanpa ron serta hermione, apalah dirinya.

coba buat karakter sesempurna barbie. kamu pasti tidak tahan untuk menuliskan bahwa si barbie ini superbodoh, untuk membuatnya tidak sebegitunya sempurna.

keempat, apa yang paling ditakutinya. kehilangan? kematian? ditolak? dipecat? dideportasi? margaret tate di film the proposal takut banget akan dideportasi, padahal karier dia sebagai editor lagi bagus-bagusnya. dia akan melakukan segala cara demi tetap tinggal di amerika. termasuk, pura-pura menikah.

kelima, masa lalu. masa lalu membentuk kepribadian seseorang. dia yang lahir dari keluarga tidak lengkap, akan memandang dunia berbeda dengan dia yang dimanja sejak kecil oleh kedua orang tuanya. apakah dia terlahir dari keluarga kaya? jika iya, apakah dia menikmati kekayaan orang tuanya itu, ataukah hidup susah karena orang tuanya pelit? semua akan menghasilkan orang yang berbeda-beda.

keenam, rahasia. rahasia selalu membuat cerita dan tokoh tampak lebih menarik. rahasia ini bisa saja kebohongan, kekerasan yang ditutupi, kecanduan alkohol atau obat-obatan, perselingkuhan. pokoknya, jika terbongkar, akan sepenuhnya mengubah posisi si tokoh di antara teman-teman dan keluarganya. rahasia memberi tahu kita apa yang terpaksa harus direlakan si tokoh, dan kenapa.

ketujuh, tokoh antagonis. enggak, tokoh antagonis enggak selalu ibu tiri jahat yang pengin bikin tokohnya jadi upik abu seumur hidup. bisa saja tokoh antagonis adalah sahabat yang sama-sama menyukai cewek yang sama dan bikin si tokoh maju-mundur mau deketin atau mundur demi sahabat. tapi, yang pasti, semakin kompleks tokoh antagonis kamu, semakin kerenlah protagonismu. harry vs voldemort, atau katniss vs president snow, misalnya.

tokoh antagonis juga bisa jadi bukan manusia, melainkan sesuatu yang abstrak. misalnya: bencana, wabah, zombie apocalypse, hujan deras disertai angin puting beliung, binatang buas, dan lain-lain. di novel happily ever after karya winna efendi, salah satu antagonisnya adalah penyakit kanker.

oke, sudah mulai terbayang bagaimana menghidupkan tokohmu?

yuk menulis.

 

[Tantangan Menulis] Mari Menulis Cerita Absurd

Saya sedang membaca kumpulan cerita absurd Maggie Tiojakin yang berjudul “Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa”, dan seketika gairah menulis muncul kembali. Cerita-cerita absurd masih memiliki tempat, kok, ternyata.

Lalu, ketika sedang scrolling dashboard akun tumblr, saya menemukan art project dari Sveta Dorosheva ini. Sveta adalah ilustrator asal Ukraina yang kini tinggal di Israel. Dan melihat ilustrasi-ilustrasi ini, saya terpikir untuk menuliskan sesuatu darinya.

Enggak mau nulis sendiri, saya mengajak kamu untuk ikut menarasikan gambar-gambar ini (boleh pilih gambar yang mana).

Image Image

parallel5 parallel6

Narasikan salah satu ilustrasi Sveta Dorosheva di atas. Tulis kisah absurdmu di blog, kirim linknya dan mention akun twitter  @JiaEffendie dengan tagar #absurd sebelum tanggal 8 Oktober 2013 pukul 10.00 WIB.

Yuks!

ab·surd a tidak masuk akal; mustahil (kbbi)

sumber ilustrasi: http://www.behance.net/lattona

contoh cerita absurd: http://jiaeffendie.com/2012/07/khayalan-tingkat-tinggi/

[tantangan menulis] deskripsi diri

hai teman,

udah lama ya enggak bikin #tantangannulis?

seru-seruan aja nih kayak biasanya. kita latihan menulis deskripsi, yuk! dan, ini bahan-bahan yang kamu butuhkan:

1. wajah kamu/tubuh kamu (halah kok jadi ngeri, ya?)

2. cermin

3. laptop dan akun blog

caranya gimana?

1. berdiri di depan cermin dan perhatikan penampilanmu. perhatikan setiap detailnya. tahi lalat, bekas luka, tanda lahir, dll. perhatikan hingga ke setiap pori-pori

2. tulis deskripsi dirimu dalam satu halaman word saja. show ya, don’t tell

3. post di blog kamu

4. share link blog kamu ke akun twitter @JiaEffendie pakai tagar #tantangannulis sebelum pukul 04.00 wib besok, 31 juli 2013

nanti, aku akan baca semua deskripsinya dan memilih penulis dengan acak untuk meneruskan deskripsi dirimu. seru, kan? kira-kira, cerita apa yang akan ditulis orang lain dari deskripsi diri yang kamu tulis?

nah nah… kalau di antara kalian ada yang bisa gambar, oke banget lho kalau mau bikin sketsa wajah berdasarkan deskripsi para peserta yang ikutan.

seru, kan?

dan, ini nih yang udah kirim deskripsi dirinya:

  1. nintafryani – http://stepon-sepatuninta.blogspot.com/2013/07/jika-ditanya-aku-mirip-siapa.html
  2. poetri djambidi – http://thumbstory.com/frontend/webview/2978
  3. francessa – http://justcallmefrancessa.wordpress.com/2013/07/29/gurat-luka/
  4. oktabri erwanda – http://playfiction.wordpress.com/2013/07/30/teman-pemimpi-tanpa-nama/
  5. dhani ramadhani – http://ramadhanidhani.tumblr.com/post/56839537800/persoalan-kemiripan
  6. rinrin indrianie – http://rindrianie.wordpress.com/2013/07/30/cerita-tentangku-yang-bukan-siapa-siapa/
  7. komang ayu kumaradewi – http://mandewi.wordpress.com/2013/07/30/deskripsi-wajah/
  8. krizia putri kinanti – http://cinematicheartbreak.tumblr.com/post/56858279912/im-not-a-girl-not-yet-a-woman
  9. irfan aulia – http://entahberentah.wordpress.com/2013/07/30/apa-yang-kulihat-di-depan-kaca/
  10. maliya – http://milliyyamiracle.blogspot.com/2013/07/inilah-aku.html
  11. connie – http://poeticonnie.tumblr.com/post/56862618734/bulan-di-cermin
  12. enny angelina – http://cybertravelers.wordpress.com/2013/07/30/cermin-sebuah-cerita-pendek-2/
  13. putri widi saraswati – http://putriwidisaraswati.blogspot.com/2013/07/mau-memelototiku-sebentar-saja.html?spref=tw
  14. erny kurniawati – http://ernykurnia.blogspot.com/2013/07/inilah-aku.html?spref=tw
  15. sindy shaen – http://sindyisme.blogspot.ca/2013/07/gadis-di-balik-cermin-pagi.html
  16. nina nurarifah – http://noichil.wordpress.com/2013/07/30/sebuah-cerita-tentang-bekas-luka/
  17. putra zaman – http://erasson.wordpress.com/2013/07/30/wajah/
  18. nita aprilia –  http://wanitatakbersayap.wordpress.com/2013/07/30/aku-ingin-melihat-parasmu/
  19. syifa syafira – http://syifasyafira.blogspot.com/2013/07/oh-ini-syifa.html
  20. sita damayanti – http://sitadamayanti.wordpress.com/2013/07/30/perempuan-itu/