5 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Saat Membaca Kontrak Penerbitan

Hore! Akhirnya, setelah penolakan dari sana sini, naskahmu diterima juga. Selain proses editing dan printilan lainnya, kamu harus menandatangani SPPB (Surat Perjanjian Penerbitan Buku) atau kontrak penerbitan. Setiap penerbit memiliki template kontrak yang berbeda, tetapi biasanya menyebutkan: judul naskah, siapa pemilik naskahnya, penerbit akan menerbitkannya, dan hak cipta atas karya tetap ada pada pemilik naskahContinue reading “5 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Saat Membaca Kontrak Penerbitan”

4 Langkah Membuat Pembaca Terhanyut

Penulis fiksi yang baik adalah mereka yang bisa membuat pembaca terhanyut ke dalam dunia rekaan yang diciptakan si pengarang. Tujuan orang membaca fiksi adalah untuk bersenang-senang, agar bisa berpindah sejenak dari realitas kehidupannya. Artinya, pembaca ingin melupakan dirinya dan dunianya sebentar dan menikmati kehidupan lain yang ditawarkan oleh cerita fiksi. Jika penulis tidak berhasil memindahkanContinue reading “4 Langkah Membuat Pembaca Terhanyut”

Narator yang Tidak Dapat Dipercaya

Hai teman, setelah berbulan-bulan, saya kembali! Semoga habis ini ngeblognya rajin lagi. Heuheuheu. Beberapa buku asyik yang saya baca akhir-akhir ini melibatkan narator yang tidak dapat dipercaya (unreliable narrator). Sederhananya, narator ini (entah dalam sastra, film, maupun teater), kredibilitasnya dipertanyakan. Istilah ini digunakan kali pertama oleh Wayne C. Booth dalam The Rhetoric of Fiction (1961).Continue reading “Narator yang Tidak Dapat Dipercaya”

Menulis Sinopsis

Kemarin, seorang penulis kirim email dan menanyakan ini: Saya kan lagi bikin sinopsis untuk novel saya, cuma saya menemukan problem ketika sinopsisnya malah jadi tiga halaman, padahal kan syaratnya maksimal dua halaman A4 saja. Bagaimana, Kak? Apa boleh sebanyak tiga halaman? Kalau tidak, bagaimana saya menyiasatinya? Nah, karena pasti banyak yang bingung juga soal sinopsisContinue reading “Menulis Sinopsis”