membesarkan anak hebat

sesungguhnya, saya merasa judul itu bombastis. karena saya enggak hebat. gimana bisa seseorang yang enggak hebat seperti saya bisa membesarkan anak yang hebat?

namun, saya, kita, semua orangtua, tetap harus melakukannya, demi masa depan manusia yang lebih baik. siapa tahu, jika kita mampu membuat pondasi yang baik dan menumbuhkan mereka menjadi manusia-manusia hebat berempati, masa depan akan menjadi tempat yang lebih bersahabat.

sejak memasuki usia dewasa, saya menjadi orang yang takut punya anak. saya melihat, mendengar, membaca, kalau dunia yang kita tinggali saat ini bukanlah tempat yang menyenangkan. saya berpikir, betapa egoisnya kita melahirkan anak-anak di tempat buruk seperti ini. makin baca berita, makin ngeri. waktu awal-awal menikah, kami bahkan sempat berpikiran untuk enggak usah punya anak aja. it’s just too scary.

how to protect our children from evils out there?

tapi, setelah dipikir-pikir lagi, manusia enggak semuanya jahat. dan saya enggak kepikiran dunia di mana enggak ada si #penunggangnaga dalam hidup saya. meski orang-orang jahat bersembunyi di suatu tempat di dekat kita, kita masih dilindungi. masih ada orang-orang baik. dan seharusnya, sebagai orangtua, kita menambah populasi orang baik itu dengan menumbuhkan anak-anak hebat: anak yang sehat, cerdas, dan cerdas psikososial. kalau kata bu vera, psikolog dari rumah dandelion, kompeten secara emosional.

hari sabtu kemarin saya menghadiri blogger gathering kampanye bebelac #bebehero di kota kasablanka. bebehero merupakan kampanye grow them great dari bebelac sebagai bentuk dukungan bagi ibu untuk dapat membesarkan anak hebat. melalui kampanye ini, ibu diajak memahami cara mengembangkan kecerdasan dan menumbuhkan empati anak melalui pengenalan nilai-nilai kebaikan dalam kegiatan sehari-hari. pembicaranya antara lain bu andi airin, senior brand manager bebelac, ibu roslina verauli, m.psi, psikolog dari rumah dandelion, dan bambang pamungkas.

image

untuk mendukung tumbuh kembang optimal, dibutuhkan nutrisi yang tepat. bebelac diperkaya dengan vitamin dan mineral yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, termasuk vitamin A, zat besi, zinc, iodium, dan kalsium, sehingga anak dapat dengan mudah meniru contoh baik yang diberikan orangtua.

di acara ini juga ada bebehero park. ada 16 permainan yang mengasah kemampuan cepat tanggap dan rasa peduli si kecil. #penunggangnaga sempai main di beberapa permainannya, terutama yang cocok buat anak satu tahun.

image

kampanye #bebehero ini pas banget sama apa yang kami pikirkan soal mendidik #penunggangnaga. kami enggak mau dia cuma jadi anak yang sehat dan pintar secara akademis aja, tetapi ga bisa berempati. ga cerdas secara emosional, ga peka sama sekitarnya. saya sering mendengar atau melihat anak-anak yang memperlakukan nanny mereka dengan buruk, menganggap mereka manusia kelas dua yang boleh diperlakukan seperti itu. atau orang-orang yang memperlakukan hewan sekenanya. saya enggak mau anak kami tumbuh menjadi seseorang seperti itu.

image

kata bu vera, empati adalah gerbang aksi peduli kepada orang lain, termasuk nilai kebaikan yang dimiliki anak. oleh karena itu, dasar pendidikan moral dengan berempati harus dimulai sejak dini karena akan berpengaruh pada perkembangan watak dan perilaku ketika anak dewasa. empati adalah salah satu kompetensi emosional yang merupakan dasar karakter kepahlawanan. selain empati, ada 4 nilai kepahlawanan lainnya; altruis—rasa ingin membantu orang lain, percaya diri, berpikiran positif, dan gigih.

semuanya dimulai di rumah. dari orangtua. terkadang, niat baik anak terbentur oleh larangan atau enggak adanya dukungan dari orangtua. kalau ini terus berlangsung, lama-kelamaan niat baik itu akan menghilang dari benak si anak. kan ngeri.

agar aksi hebat anak makin terpupuk, kita bisa melakukan hal-hal ini:

  • beri pujian kepada anak yang berusaha membantu orang lain
  • berikan anak kesempatan untuk mencoba membantu orang lain
  • ajak anak berdiskusi ketika melihat orang yang membutuhkan bantuan
  • buat tradisi keluarga dalam bidang aksi sosial

berarti, semuanya balik lagi ke orangtua. teori ini enggak bisa sekadar dibicarakan sama anak. anak harus melihatnya langsung dari perilaku kita. buat yang belum biasa, pasti susah, sih. tapi kita enggak cuma membicarakan anak kita sendiri. kita sedang membicarakan seluruh generasi.

karena saya pengin generasi anak-anak saya akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya. karena walaupun saya enggak hebat, saya pengin anak saya hebat. because he’s my superhero.

karena dia, saya mampu menghadapi hal-hal yang dahulu menakutkan. dan meski sekarang pun saya menganggapnya masih menakutkan, i will be brave.

 

ps:

oh iya, bebelac ini lagi nyari #bebehero lho, moms. hadiah utamanya jalan-jalan ke australia plus kesempatan jadi bintang iklan bebelac. ada juga hadiah mingguan. moms tinggal upload foto/video dan cerita tentang aksi hebat si kecil. info lengkapnya, klik link ini aja, ya: http://bebeclub.co.id/growthemgreat/bebehero/

 

 

belajar hidup dari ove, si lelaki tua penggerutu

misalnya dia tetangga saya, saya akan membencinya.

kenapa? karena dia jenis bapak-bapak tua yang mencibir para freelancer yang kerja di rumah. dia juga orang yang menganggap kalau komputer itu seperangkat sistem unit (cpu dan teman-temannya), monitor, dan keyboard–oleh karenanya, iPad tidak termasuk di dalamnya. dia orang yang menganggap mobil paling bagus adalah merek Saab, sehingga mobil jenis lain adalah sampah. dia laki-laki yang menegakkan peraturan. kau harus buang sampah di tempat yang benar. kalau dia sampai pergi ke Indonesia dan melihat orang buang sampah sembarangan, pastilah dia langsung kena serangan jantung karena enggak tahu lagi harus marah kayak gimana. lah wong kamu masukin sampah organik ke kaleng sampah nonorganik aja dia misuh-misuh.

namun, di bukan tetangga saya. dan kamu tidak tahu apa yang dialami seseorang sampai dia bisa menjadi seperti ini.

syukurlah dia karakter dalam novel, karena dengan begitu, kamu bisa membaca lebih banyak tentang latar belakang orang ini. lalu kamu akan mengerti kenapa dia bisa seperti itu. meski saya tidak yakin juga sih kalau saya bakal tahan bertetangga dengan orang yang senang marah-marah.

namanya ove. usianya lima puluh sembilan tahun. dia baru dipecat dan dia kepengin mati. namun, bukan ove namanya kalau dia tidak “mati” dengan benar. dia menyiapkan diri untuk itu. namun, perempuan asing mungil yang sedang hamil dan karavannya menggores tamannya itu selalu mengganggu rencananya.

jika kamu membaca sampai akhir, niscaya kamu tahu kalau ove sebenarnya penyayang. dia memang keras, tapi begitu dia bertemu sonja, hatinya dilembutkan. dia yang hitam-putih mendadak berwarna dengan kehadirannya.

jadi, masuk akal, sih, ketika sonja tak ada, dan ove tak lagi punya pekerjaan, dia kehilangan alasan untuk tetap hidup. keputusasaan sering kali mengeliminasi alasan-alasan untuk tetap hidup. padahal, jika kita mau melihat dari sudut pandang lain, selalu ada, sekecil apa pun, hal yang patut disyukuri. kopi enak di pagi hari, misalnya.
image

dalam kasus ove, hal yang patut disyukurinya adalah gangguan parvaneh, si perempuan hamil dari iran dan kedua putrinya. juga kucing kampung yang suka nongkrong di depan rumahnya. gangguan konstan yang membuat ove kesal karena dia tidak bisa mengabaikan mereka begitu saja. karena ove punya prinsip. dan gangguan seperti itu dari mereka, mengisi celah kosong ove.

maka, jika saat ini kamu merasa putus asa dan ingin mengakhiri hidupmu, beri kesempatan pada gangguan-gangguan. buka diri dan isi celah kosongmu. mulai dengan hal-hal kecil. mulai sedikit-sedikit.

selalu ada alasan untuk tetap hidup.
berbahagialah.

—-
a man called ove
fredrik backman
nourabooks

[writing] membangun karakter: karakter datar dan karakter bulat

saya lagi baca buku james frey yang berjudul how to write a damn good novel, dan menemukan penjelasan yang bagus banget soal karakter datar dan karakter bulat. saya pernah baca sebelumnya, tetapi enggak memahaminya sebaik apa yang dijelaskan frey di buku ini.

karena penjelasan seasyik ini sayang jika saya simpan sendiri, jadi saya menerjemahkannya buat kalian. semoga terjemahannya juga asyik dan semoga berguna, ya.

2902a935183cd320710c4d74f6f2a5ad

Karakter bulat dan karakter datar

Karakter datar biasanya digunakan untuk memunculkan tokoh-tokoh yang hanya mengatakan satu-dua kalimat saja. Misalnya: karakter pelayan, loper koran, bartender, dll. Mereka mungkin tampak berwarna-warni dan mencolok, temperamental atau tampak tenang. Namun, mereka selalu ada di sekeliling, tidak pernah di tengah-tengah cerita. Pembaca tidak sepenuhnya tertarik kepada mereka. Mereka karakter yang mudah dilabeli dengan satu sifat saja: rakus, atau saleh, atau pengecut, dan seterusnya.

Mereka tidak memiliki kedalaman; penulis tidak mengeksplorasi motif maupun konflik pribadi mereka—keraguan yang mereka miliki, rasa bersalah, dll. Selama karakter datar ini dipakai untuk mengisi peran kecil di novelmu, tidak apa-apa. Namun, jika digunakan untuk peran penting seperti penjahat utama, tulisan dramatis akan berubah menjadi melodrama.

Karakter lainnya adalah karakter “bulat”, “penuh”, atau “tiga dimensi”. Semua tokoh penting di novelmu haruslah tipe ini, bahkan para antagonisnya. Tokoh-tokoh bulat sulit dilabeli. Mereka memiliki motif yang kompleks serta keinginan membungungkan, dan hidup dengan renjana serta ambisi. Pembaca sudah mengetahui sebelum mereka muncul dalam novel, kalau tokoh-tokoh ini mengalami kehidupan yang kaya dan penuh. Pembaca menginginkan keintiman dengan karakter-karakter tersebut karena mereka ingin tahu.

Lajos Egri, dalam buku The Art of Dramatic Writing (1946) menggambarkan karakter bulat sebagai tiga dimensi. Dimensi pertama adalah fisiologis, kedua, sosiologis, ketiga, psikologis.

Dimensi fisiologis karakter termasuk tinggi dan berat badan karakter, usia, jenis kelamin, ras, kesehatan, dll. Cantik atau buruk rupa, pendek atau tinggi, kurus atau gemuk—semua ciri fisik ini memengaruhi cara karakter berkembang, sama halnya hal-hal tersebut memengaruhi manusia.

Masyarakat membentuk karakter kita berdasarkan penampilan, ukuran, jenis kelamin, warna kulit, bekas luka, kecacatan, keabnormalan, alergi, postur, dll. Gadis pirang bermata biru yang mungil dan rapuh tumbuh dengan harapan-harapan yang berbeda dibandingkan saudaranya yang berhidung seperti jarum dan bermata seperti serangga. Untuk mengembangkan tokoh bulat, kita harus benar-benar memahami fisiologis dari karakter.

Dimensi fisiologis karakter termasuk tinggi dan berat badan karakter, usia, jenis kelamin, ras, kesehatan, dll. Cantik atau buruk rupa, pendek atau tinggi, kurus atau gemuk—semua ciri fisik ini memengaruhi cara karakter berkembang, sama halnya hal-hal tersebut memengaruhi manusia.

Masyarakat membentuk karakter kita berdasarkan penampilan, ukuran, jenis kelamin, warna kulit, bekas luka, kecacatan, keabnormalan, alergi, postur, dll. Gadis pirang bermata biru yang mungil dan rapuh tumbuh dengan harapan-harapan yang berbeda dibandingkan saudaranya yang berhidung seperti jarum dan bermata seperti serangga. Untuk mengembangkan tokoh bulat, kita harus benar-benar memahami fisiologis dari karakter.

Dimensi kedua adalah sosiologis. Berada di kelas sosial apa karakter Anda? Di lingkungan seperti apa karakter itu tumbuh? Sekolah macam apa yang dia masuki? Bagaimana sikap orangtuanya soal seks, uang, dll? Apakah tokoh ini diberikan kebebasan atau tidak sama sekali? Apakah tokoh itu punya banyak teman, sedikit, atau tidak punya sama sekali; seperti apa mereka? Untuk benar-benar memahami karakter, kita harus mampu mengusut sampai ke akarnya. Karakter manusia ditempa dalam iklim sosilogis, entah itu manusia sungguhan ataupun karakter fiksi. Kecuali sang novelis memahami dinamika perkembangan karakter, motivasi karakter tidak akan benar-benar dimengerti. Motivasi sang tokohlah yang membuat konflik dan membangun tensi naratif yang harus dimiliki novelmu jika ingin berhasil menggenggam perhatian pembaca.

Dimensi ketiga, dimensi psikologis adalah produk dimensi fisiologis dan sosiologis. Dalam dimensi psikologis, kita menemukan fobia dan mania, kompleksitas, ketakutan, pola rasa bersalah dan hasrat, fantasi, dan seterusnya.

Anda tidak perlu menjadi psikolog untuk menulis novel. Namun, Anda harus menjadi pengamat umat manusia dan memahami mengapa manusia melakukan apa yang mereka lakukan dan mengatakan apa yang mereka katakan.

Buatlah dunia ini sebagai laboratoriummu.

okay, selamat menulis karakter yang bulat!

-Jia-

si penunggang naga pergi menonton

dahulu, mau jomlo atau enggak, saya sering menonton di bioskop paling tidak seminggu sekali. sendirian atau bersama kawan, enggak masalah. saya ngekos di kemang, dekat pejaten village. kalau bosan dikit, saya ngesot ke penvil buat nonton. film apa aja.

pas pindah ke bandung, rumah yang terletak di ujung dunia mencegah saya melakukan kebiasaan yang sama. menonton ke bioskop harus direncanakan banget karena butuh waktu paling enggak 1-2 jam untuk mencapai bioskop terdekat.

begitu punya anak, terhitung saya baru dua kali nonton di bioskop karena tentu saja saya tidak bisa meninggalkan si penunggang naga. pertama, nonton the martian, karena kebetulan kami menginap di hotel yang dekat bioskop. kedua, kemarin, nonton kungfu panda 3 bertiga.

saya sering membaca orang-orang yang nyinyir di twitter soal orangtua membawa anaknya nonton. sempat ngeri juga, sih. takut masuk populasi orangtua ga bertanggung jawab yang bawa anak bayi 13 bulan menonton di bioskop.

makanya, saya memastikan hal-hal ini sebelum mengajak aidan:

  1. filmnya aman. saya harus tahu filmnya gimana. walaupun film anak-anak, belum tentu cocok, sih.
  2. enggak nonton pas jam ramai. kemarin sengaja enggak pas weekend dan sore. teaternya lumayan kosong.
  3. masuk pas filmnya mau mulai, biar ga usah nontonin iklan.
  4. anaknya enggak lagi cranky.
  5. siap keluar teater kapan pun anaknya mulai menangis, duduk di tempat yang akses keluarnya enggak susah.

pas di bioskop, enggak ada yang protes sih saya ngajak bayi. walaupun sebenarnya saya dan suami deg-degan juga, takut anaknya bosan, takut dia teriak-teriak terus ganggu penonton lain, takut dia turun dari kursi terus berkeliaran.

ternyata, aidan anteng banget. dia takjub melihat layar yang besar dan menonton dengan khidmat sampai 30 menit berikutnya. saya sempat menyusuinya, dan dia mulai teriak bosan pas di bagian seru film, dan kami sempat keluar teater selama beberapa saat, berjalan-jalan di lorong luar bioskop, dan ke toilet. lalu, masuk lagi dan menonton sampai selesai (dan saya melewatkan bagian seru sekitar 5-10 menit).

ketika menulis artikel ini, saya baru kepikiran googling, usia berapa anak boleh menonton bioskop untuk kali pertama. dari artikel di parenting.co.id, katanya anak usia 2,5-3 tahun sudah boleh menonton karena di umur segitu mereka sudah bisa memahami alur cerita sederhana. namun, dikhawatirkan suara kencang dan cahaya dari layar bisa merusak pendengaran dan mata batita.

di artikel itu pula, kata pemerhati anak yang entah siapa, usia 4 tahun adalah usia yang tepat, karena mereka udah memiliki kesabaran duduk tenang lebih dari 1 jam. anak kan relatif punya rentang perhatian yang pendek, ya, jadi ga bisa diem lama. tambahan lain, usia segitu, mereka enggak terlalu sensitif terhadap suara keras dan sinar terang dari layar.

baca itu, saya jadi nyesel, kan, ngajak aidan nonton. ternyata saya masuk populasi orangtua ga bertanggung jawab yang ngajak anak di bawah umur nonton.

ya, paling enggak kelihatannya anaknya seneng walau pastinya ga inget dan ga paham habis nonton apaan.

kalau begitu, tunggu 3 tahun lagi ya, baru diajak nonton lagi. sementara itu, ibu akan menonton sendiri. kamu sama bapak di rumah.

cukup satu tetes

sejak punya anak, saya jadi perhatian banget sama kebersihan. apalagi, suami juga cerewet masalah ini. dulu saya banyak berbaik sangka sama barang-barang dari luar yang saya pegang: uang, pegangan tangga, gagang pintu, tiang bus, pegangan metromini, dan semacamnya itu bersih. padahal, siapa yang tahu apa yang dipeperin orang-orang yang pernah megang benda itu. upil, ingus, atau bahkan senjata biologis pembunuh massal!

hiyy.

waktu melahirkan, kami diajari cuci tangan yang benar sama perawat di rumah sakit. bayi baru lahir kan rentan, jadi siapa pun yang megang harus dalam keadaan bersih. ternyata, selama ini, cara cuci tangannya aja salah. cuci tangan gak sekadar gosok-gosok sabun di telapak tangan terus dibilas. kita harus memperhatikan juga sela-sela jari dan bagian bawah kuku.

nah, sejak saat itulah saya mulai merevolusi cara pikir tentang bersih-bersih. yah, walaupun kadang-kadang masih kalah berseka dari suami, sih. kalau dia, tiap habis megang uang, pasti cuci tangan. baru mengizinkan diri megang aidan. saya kadang-kadang masih suka lupa.

itu juga yang bikin sabun cepat habis. kadang-kadang, suami ngambil sabunnya cukup banyak karena busa melimpah berarti tangan akan lebih bersih. saya pernah menyiasatinya dengan menggunakan sabun batang buat cuci tangan. tapinya, sabun batang ini licin dan sering jatuh ke lantai kamar mandi. malah jadi kotor, kan?

kemarin, saya datang ke acara peluncuran produk baru dari Lifebouy. mereka baru mengeluarkan produk sabun gel konsentrat yang melindungi seluruh tubuh hanya dengan satu tetes. hey, #cukupsatutetes saja, saudara-saudara!
image

dari pemaparan Ibu Indriani, senior brand manager Lifebuoy, saya baru ngeh kalau sabun batang sama sabun cair itu punya rasa setelah mandi yang berbeda. pas ngobrol sama suami, ternyata dia juga merasakannya. saya lupa sih kapan kali terakhir mandi pakai sabun batang, jadi enggak tahu perbedaannya. tapi, sadar ga sih, kalau sabun cair itu sering kali meninggalkan bekas licin di tubuh, hingga kita harus membilasnya dengan air banyak-banyak biar terasa kesat. kadang-kadang, pas handukan malah baru keluar dakinya #halah, terus kita harus ngulang mandi.

itu juga ya, yang bikin sabun cepat habis.

sabun gel konsentrat dari Lifebouy menggabungkan kebaikan sabun batang dan cair, karena menghasilkan busa melimpah, mudah dibilas, dan enggak licin setelah dibilas. dan yang paling penting, cukup satu tetes (2-3 ml) aja buat seluruh tubuh. berarti, kalau buat cuci tangan, pakainya seupil, ya.

image

satu tetes sabun gel konsentrat Lifebouy dapat melindungi dari kuman 10 kali lebih baik, karena dalam setiap konsentrat ini terdapat bahan alami Activ Naturol Shield, temuan revolusi terbaru dari ilmuwan Unilever untuk perlindungan kuman dan membersihkan dengan sangat lembut.

saya juga suka wanginya. yang merah (complete), wanginya klasik. rasanya kayak mencium ingatan tentang masa lalu menyenangkan di rumah masa kecil. rasanya kayak masuk kamar mandi keluarga orang-orang Indonesia. iya, lho. kalau nebeng ke toilet sodara. terus cuci tangan, sabunnya pasti Lifebouy. varian yang hijau (fresh), agak-agak ada bau antiseptiknya, tapi setelah dibilas, meninggalkan aroma segar di tubuh *endus endus*. aroma tubuh baru mandi itu kan enak banget, ya.

saya juga suka kemasannya yang enggak kayak sabun mandi pada umumnya. ada dua ukuran, 35ml dan 100ml, keduanya enggak makan tempat di tas. dan karena bentuknya gel, enggak perlu khawatir isinya tumpah-tumpah. (pernah kejadian gitu, pouch berisi peralatan mandi lengket dan licin karena sabun cair melarikan diri dari botolnya).

anyway, acara launching kemarin menyenangkan. saya udah setahun enggak ke jakarta, dan rasanya kangeeeen banget nongkrong di mal jakarta (halah). citos tuh dulu tempat favorit ketemu penulis, karena paling dekat sama kantor. ini kali pertama aidan main ke jakarta, dan tampaknya dia juga senang. area launching Lifebouy Shower Gel Concentrate ini cukup luas hingga anak yang jalannya baru lancar ini seneng lari-lari tanpa ibunya cemas ketabrak orang lalu-lalang.
image

image

image

aidan juga tampak sangat menikmati difotoin orang-orang. ga jarang, dia pose pas disorot kamera. hih, belajar dari siapa, sih? sayangnya, pas arena permainan dibuka, anaknya tidur karena udah kecapaian. padahal, booth mainannya seru-seru. ada kids bubble area, mewarnai, finger catapultthe superdrop ball attack, dll. intinya, melawan monster kuman jahat, deh!

mencoba kekinian di netflix

Demi menjadi bagian dari populasi masyarakat kekinian Indonesia, beberapa hari lalu saya mendaftar Netflix, yang menurut wikipedia adalah:

Netflix (NASDAQ: NFLX) adalah salah satu penyewaan DVD daring pertama dan terbesar, menawarkan penyewaan DVD lewat surat secara flat rate kepada pelanggan di Amerika Serikat. Berpusat di Los Gatos, California, saat ini mereka memiliki koleksi sebanyak 65.000 judul dan sekitar 5 juta pelanggan.

Saya mendaftar setelah mengetahui biaya langganan bulan pertama gratis, apalagi kuota internet bulanan saya unlimited. So, yay! Saya kesenangan dan kebingungan waktu pertama lihat list film dan serialnya, aduh, tonton yang mana, dulu, ya, hingga akhirnya, tontonan Aidan-lah yang menang.

Pilihan pertama adalah serial Amerika-Kanada berjudul Peg + Cat, karena saya suka gambarnya. Kata wikipedia, serial ini ditujukan untuk anak 3-5 tahun. Aidan setahun aja belum, sih, jadi sebenarnya saya yang nonton. Dan dengan demikian, pernyataan saya di kalimat terakhir paragraf sebelumnya bisa diabaikan.

Peg+Cat_Pond_FINAL_FORABOUT

Peg ini anak cewek cerewet yang lebay. Tampaknya tipikal anak cewek lebay Amerika. Kalau dia dapat masalah dikiiit, aja, dia akan teriak “We have a biiig PROBLEM.” Namun, kemudian dia akan berhasil mengatasi masalah tersebut dan menyanyi dengan ukulelenya: “”Problem solved, The problem is solved, We solved the problem, But everything is awesome, Problem solved.”

Terlepas dari lebaynya cara berbicara si Peg, saya menyukai serial ini karena mengajari MATEMATIKA dengan seru!

Di episode pertama, Peg + Cat mengenalkan perkalian 10. Ceritanya Peg lagi di pertanian, dan ada 100 anak ayam berkeliaran. Peg harus mengembalikan mereka ke kandang masing-masing sebelum Pak Petani datang. Lalu Peg pun berteriak: “We have a problem!” (yeah, lama-lama setelah nonton beberapa episode, kamu akan sebal dengar dia teriak-teriak begitu). Biasanya, Ramone, teman cowok Peg yang lebih tua akan datang membantu menyelesaikan masalah. Episode-episode berikutnya membahas bangun datar, bangun ruang, pecahan, dll.

Kalau nonton ini, orang skeptis yang enggak suka matematika enggak akan bertanya-tanya lagi, apa sih pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari?

Selain Peg + Cat, ada karakter-karakter lain yang sering muncul. Pig, yang kalau ngomong sambil nyanyi dengan suara tenor dalam opera. Neighbour Ladies, yang sopan banget tapi GANGGU. Big Mouth, yang senang makan benda-benda kecil berwarna kuning. Dan masih banyak lagi.

Tip aja, kalau nonton jangan sekaligus banyak, nanti lama-lama muak denger si Peg ngomong. Hahaha. Astaga lebaynya, sepertinya Peg ini gemini.

Nah, selain Peg, saya juga mulai nonton Orange Is the New Black sama How to Get Away with Murder, yang nontonnya kalau Aidan tidur, atau lagi mumet ngedit.

Namun, sepertinya kegiatan kekinian ini akan berakhir segera setelah kami pindah rumah dan menjadi rakyat jelata tanpa koneksi internet unlimited. Dan itu tidak lama lagi.

So, see you on the other side?
ps: sebal enggak sih dengan banyaknya kata “kekinian” dalam postingan ini?

tanah yang menumbuhkan kebahagiaan

2015-12-30 17.38.41

ini adalah novel pertama yang saya baca tahun 2016.

membelinya tidak sengaja, walaupun sudah berniat sejak lama dan mencari tahu soal penulisnya dengan meramban internet. namanya ziggy zezsyazeoviennazabrizkie (there, akhirnya saya hafal namanya), dan awalnya terkejut ketika mendapati itu adalah nama asli. pada kesan pertama, saya sangsi, agak mencibir, malah, dengan seseorang bernama seperti itu. bertanya-tanya apa yang dipikirkan orangtuanya saat menamainya demikian. namun, ketika saya mencari tahu lebih dalam, saya harus meminta maaf kepada zezsya dan keluarganya karena pernah berpikir demikian.

kalimat pertama novel ini membuat saya langsung ditarik ke universe salva. saya membacakannya keras-keras di depan suami dan anak saya sambil cekikikan, terkesima dan senang. novel ini asyik. saya bahkan membacakan kalimat berikutnya sampai dua halaman–sampai tenggorokan agak terasa kering.

saya tidak akan menceritakan plotnya karena kalian bisa mencari dan menemukannya di review-review lain. saya hanya akan menceritakan perasaan-perasaan saya ketika membaca buku ini.

ini adalah jenis novel yang akan saya tulis. saya bahkan punya draf yang agak mirip dengan ini, walau tidak persis sepenuhnya. ketika saya membacanya, saya menyesali diri karena tidak terpikir sebelumnya menulis seperti ini.

dituturkan dalam pov salva, gadis 6 tahun yang terobsesi dengan kamus dan mengonsultasikan kata apa pun ke kamus umum bahasa indonesia, novel ini penuh racauan yang kadang tidak berhubungan, tetapi jika kita jeli, racauannya adalah petunjuk pada cerita berikutnya. ziggy memperkenalkan tokoh-tokohnya dengan berbagai cara, termasuk dialog, tidak pernah dengan cara memperkenalkan dan mendeskripsikan diri sendiri yang sudah basi dan membosankan.

contohnya, kita tahu usia ava dari pertengkaran helen dan doni, ibu bapaknya.

jika ini ditulis oleh orang lain, kemungkinan besar informasi-informasi macam itu akan diulang kembali lewat narasi, hingga membuat novelnya tebal berlarut-larut.

beberapa bagian mungkin membuat kita bertanya seraya mengerutkan kening, kok gini, kok ini nggak masuk akal, sih? kok enggak sinkron? namun, jika kita ingat-ingat lagi siapa naratornya, kita akan segera maklum, karena cerita ini dituturkan lewat pola pikir anak umur 6 tahun, oleh karenanya, tidak bisa dipercaya. dan hal-hal tidak masuk akal itu, saya maafkan.

hubungan ava dan p, anak lelaki yang ditemuinya di rusun nero, sungguhlah manis. dialog-dialog mereka romantis tanpa menjadi giung. dan bagaimana mereka menyimpulkan sesuatu dengan pemahaman logika mereka yang masih linier, sungguhlah menggemaskan.

contohnya, betapa p dan ava tidak ingin p menjadi papa, karena papa itu jahat. oleh karenanya, mereka memilih untuk menjadi kakek saja, karena kakek baik.

hal lainnya yang saya senangi adalah betapa satu kata atau kalimat bisa bermakna macam-macam dan memberikan petunjuk-petunjuk yang saling berkaitan. dari judulnya saja, di tanah lada, barangkali orang-orang akan mengira ini ada hubungannya dengan lampung, yang dijuluki tanah lada (karena suami saya langsung berkata demikian ketika kali pertama saya menyebutkan judul tersebut–dia dari lampung). lada, adalah pepper, nama yang disematkan ava kepada p, karena p tidak tahu siapa namanya, selain p saja. dan lada, yang menimbulkan hangat. yang membuat ava merasa hangat setiap kali berada di dekat p. dan betapa tanah lada adalah tanah yang menimbulkan kebahagiaan, karena mereka berakhir di tanah lada.

ini buku yang sangat sederhana, dibaca dengan sangat cepat, di beberapa bagiannya membuat saya tertawa-tawa. namun, banyak juga yang saya pikirkan selesai membacanya. ini bukan jenis buku yang begitu ditutup membuatmu lupa. ini jenis buku yang ingin dituliskan kembali.

karena buku ini, sepertinya, saya akan meneruskan draf yang tertunda tentang meta nikalanta. gadis yang menghilang di pasar malam. mungkin kali ini saya akan lebih menyelami dunia anak-anak, mencari tahu dari sudut pandang mereka.

-jia-